Peringatan dini bencana dikirim melalui SMS

Pemerintah akan mengumumkan peringatan dini (early warning system) bencana alam 
melalui layanan pesan singkat (SMS) yang diperkirakan bisa diterima oleh 90% 
pengguna telepon genggam di wilayah bencana.

Menneg Kominfo Sofyan Djalil menyatakan pemerintah akan memberlakukan sistem 
peringatan dini melalui SMS dan akan diujicobakan mulai pekan depan melalui 
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG).

"Peringatan dini melalui SMS itu akan disiarkan di suatu kawasan, misalnya di 
seluruh pantai barat Sumatra atau pantai barat Jawa, maka 80% hingga 90% 
pemilik telepon genggam akan menerima pesan singkat itu," kata Sofyan usai 
mengikuti rapat koordinasi tentang sistem peringatan dini di Kantor Wapres 
Jakarta kemarin.

Dana yang disiapkan untuk mendukung sistem tersebut sebesar Rp46 miliar yang 
berasal dari pos anggaran darurat.

Sofyan menjelaskan sistem teknologi informasi di Indonesia sebenarnya sudah 
cukup bagus dan bisa difokuskan untuk suatu kawasan seperti seluruh pantai 
barat Sumatra, di mana seluruh pelanggan telepon selular dikawasan itu akan 
menerima pesan singkat yang disampaikan oleh BMG.

Melalui pesan singkat BMG yang berisi peringatan akan terjadi bencana di suatu 
daerah tersebut, maka kemungkinan besar pihak-pihak yang berwenang di daerah 
seperti Gubernur, Kapolda, Bupati, Walikota atau Kapolres akan segera bertindak 
setelah menerima pesan singkat tersebut.

Sistem peringatan dini akan terjadinya bencana yang bisa diakses pemegang 
telepon genggam tersebut hanya bisa dilakukan oleh BMG melalui kode akses 
tertentu.

"Dalam rapat telah disepakati bahwa institusi BMG akan diperkuat dan berbagai 
perlengkapan yang diperlukan untuk melaksanakan sistem peringatan dini akan 
dipernuhi pemerintah," ujar Menneg Kominfo

BMG juga akan berkoordinasi dengan stasiun radio maupun televisi dan stasiun 
televisi wajib menayangkan peringatan BMG tentang adanya bencana.

"Peringatan dini akan menggunakan semua sistem yang ada seperti masjid-masjid 
hingga penempatan alarm disejumlah tempat strategis yang mampu didengar 
masyarakat," ujarnya.

Sofyan menjelaskan upaya lain dalam sistem peringatan dini itu mengadakan 
pelatihan-pelatihan tentang evakuasi dan 'training for trainer' mulai dilakukan 
pada pekan depan.

Badan permanen

Untuk penanganan jangka panjang, katanya, pemerintah akan membuat badan 
permanen yang merupakan penggabungan Badan SAR Nasional dengan Bakornas.

"Akan ada sejenis lembaga seperti lembaga pemerintahan non departemen yang akan 
bertanggungjawab langsung kepada presiden. Tugasnya adalah menyiapkan diri 
secara porfesional terhadap hal-hal yang berkaitan dengan bencana alam," 
katanya.

Sementara itu dari Bandung dilaporkan, status Gunung Tangkuban Perahu di 
Lembang, Bandung Utara mulai siang kemarin diturunkan levelnya dari siaga 
menjadi waspada menyusul penurunan aktivitas gunung tersebut yang tercatat di 
pos pemantau Cikole.

Syamsul Rizal, Ketua Tim Tindak Cepat Tangkuban Parahu dari Direktorat 
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG), mengatakan sejak kemarin 
aktivitas gempa vulkanik berkurang menjadi 14 kali gempa dalam dan dangkal. 
Puncak aktivitas gempa tercatat pada 14 April dengan 435 gempa dangkal, namun 
pada 16 April mulai turun jadi 72 kali.

"Aktivitas Gunung Tangkuban Perahu semakin menurun. Krisis vulkanik saat ini 
hanya berpusat di areal kawah Domas dan berpeluang kecil menimbulkan letusan 
freatik [gas]," ujarnya kemarin.

Aktivitas Tangkuban Parahu meningkat secara mendadak pada 12 April lalu dengan 
gempa vulkanik dalam lima kali dan vulkanik dangkal 56 kali. Dalam kondisi 
normal hanya terjadi dua kali gempa per hari. Sehari kemudian, terjadi 111 
gempa dalam dan 181 gempa dangkal. Kawasan wisata berhawa dingin yang rata-rata 
dikunjungi 1.00 wisatawan lokal dan mancanegara itu pun ditutup sejak Rabu 
pekan lalu.

Menurunt Syamsul, aktivitas gempa vulkanik gunung berketinggian 1.830 meter di 
atas permukaan laut itu menurun terjadi setelah keluarnya gempa hembusan berupa 
letupan gas sebanyak 72 kali pada 16 April lalu.

"Dari pengukuran deformasi diketahui pelebaran atau pengembangan kawah akibat 
peningkatan aktivitas gempa itu hanya 6 milimeter, tidak seperti Papandayan di 
Garut yang ketika akan meletus mengembang sampai 11 centimeter," tuturnya.

Sementara gas SO2 yang terukur hanya terdeteksi terjadi peningkatan di Kawah 
Domas dengan nilai 10 ton per hari pada 14 April dan menjadi kurang dari 2 ton 
pada 18 April. "Sangat berbeda jika dibanding dengan nilai SO2 di Gunung Merapi 
yang sifatnya magmatis mencapai 150 sampai 200 ton per hari," ujarnya 
membandingkan.

Dengan penurunan itu, pihak DVMBG merekomendasikan agar kawasan wisata 
Tangkuban Parahu dibuka kembali untuk pedagang dan wisatawan namun terbatas 
untuk menikmati pemandangan di Kawah Ratu sampai pk.16.00.

"Sedangkan kawah Upas, Domas, Kawah Baru dan Kawah Jarian untuk sementara tidak 
boleh dikunjungi sampai aktivitas berangsur normal," kata Syamsul. (k14/en)

Rabu, 20-APR-2005
Copyright � PT. Jurnalindo Aksara Grafika




------------------------------------------------------
Baca berita-2 terbaru seputar seluler via WAP:
http://tagtag.com/SMSMania

Untuk keluar dari milis, silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/SMSMania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke