Perlu Pembatasan Pemakaian HP pada Anak-Anak BANJARMASIN--MIOL: Dokter AJ Djohan, Direktur Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berpendapat perlunya pembatasan penggunaan telepon seluler pada anak-anak.
"Dampak langsung terhadap kesehatan memang masih harus dibuktikan melalui penelitian, tetapi masak ia, anak-anak usia taman kanak- kanak dan sekolah dasar kini dibiarkan bebas menggunakan handphone (HP)," katanya pada dialog Forum Peduli Tlekomunikasi di Hotel Istana Barito Banjarmasin, Jumat (10/6) sore. Pada dialog yang mengundang 50 pimpinan perusahaan/instansi, termasuk kalangan media itu, Djohan menganalogikan penggunaan sepeda motor, meskipun anak-anak SD sudah bisa mengendarainya, tetapi yang diijinkan dan bisa mendapatkan surat izin mengemudi (SIM), mereka yang sudah dewasa, di atas 17 tahun. Sekarang penggunaan telepon seluler di kalangan anak-anak, kata dia, sudah sangat bebas, tanpa kontrol, dan tanpa rambu-rambu. "Dari sisi pengaruh sosial, perkembangan mental/nalar dan mungkin etika, tampaknya juga perlu diperhatikan," ujar Djohan pada acara yang diselenggarakan Radio Smart FM bersama PT.Indosat Cabang Banjarmasin tersebut. Djohan mengaitkan hal itu dengan perkembangan teknologi seluler, yang kini tak hanya mudah mengirim pesan singkat (SMS), tetapi juga bisa mengirim gambar dan mengakses internet. Hal itu, kata dia, bisa dipastikan akan memberikan pengaruh besar pada perkembangan anak- anak yang bebas menggunakannya. Berdasarkan pemikiran tersebut, Djohan merekomendasikan anak-anak baru diperbolehkan menggunakan telepon seluler ketika sudah memasuki bangku SMP. Dengan tingkat usia SMP, diperkirakan telah memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi seluler. Mengenai kemungkinan timbulnya gangguan kesehatan dari penggunaan telepon seluler, Djohan mengingatkan agar pengguna alat pacu jantung menghindari pemakaian telepon seluler, apalagi jika disimpan disaku baju atau di dada. Sedangkan kemungkinan bisa memicu munculnya penyakit kanker maupun terhadap janin dalam kandungan, masih harus diteliti. Sisi teknologi Dialog yang dipandu Diana Rosianti, Bussines Leader Smart FM Banjarmasin itu, juga menghadirkan pembicara Djoko Poerwodianto, Pimpinan Indosat Cabang Banjarmasin, yang lebih banyak memaparkan sisi teknologi, pengaruh BTS (Base Transceiver Station) dan larangan penyadapan. Radiasi dari BTS tak mengganggu kesehatan warga sekitarnya, tetapi peserta dialog mempermasalahkan pembangunan BTS yang seringkali kurang disosialisasikan terlebih dahulu. Ini akhirnya menimbulkan aksi protes masyarakat yang khawatir mengundang terjadinya sambaran petir atau menaranya runtuh. Agus, pemerhati lingkungan, mempersoalkan maraknya pembangunan BTS oleh berbagai perusahaan seluler (provider), sehingga bukan saja mengundang kekhawatiran masyarakat dari sisi keamanan, tetapi juga telah merusak pemandangan/keindahan kota/wilayah. Djoko Poerwodianto mengakui, pembangunan satu unit BTS seharga Rp700 juta, hanya mampu menjangkau pengguna telepon seluler pada radius sekitar tiga kilometer, normalnya dua kilometer, sehingga harus membangun banyak menara. PT Indosat Cabang Banjarmasin saja telah membangun 150 BTS, belum lagi PT Telkomsel dan perusahaan provider lainnya yang belakangan ramai-ramai masuk wilayah Kalimantan Selatan. Oleh karena itu perlu segera dibahas kerjasama antar perusahaan provider untuk membangun BTS bersama, selain lebih efisien juga bisa mengurangi kekhawatiran masyarakat dan tidak terlalu merusak pemandangan/keindahan kota atau wilayah. Menurut Jony dari Balai Monitoring Frekuensi, Unit Pelaksana Teknis Lembaga Informasi Nasional, yang kini masuk ke Departemen Komunikasi dan Informasi, menyatakan, pembangunan BTS bersama sebenarnya telah diwacanakan, namun respon dari perusahaan provider belum kompak. "Itu sebenarnya solusi yang tepat dan efisien dari sisi biaya, tetapi perusahaan penyelenggara telepon seluler tampaknya masih ada yang egois, ingin lebih unggul dari yang lain," ucapnya. (Ant/OL-02). ------------------------------------------------------ Baca berita-2 terbaru seputar seluler via WAP: http://tagtag.com/SMSMania Untuk keluar dari milis, silahkan kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/SMSMania/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
