SMS Semakin Meriah Saja

SMS itu memang media sakti. Short message service atau layanan pesan singkat 
yang lagi top-topnya didemenin sama semua orang nyatanya juga disukai sama 
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Sebab hari Selasa (28/6/2005) lalu 
tiba-tiba segala jenis ponsel rakyat Indonesia bertat-tit-tut 
kring-kring-kring. Di layar kecil ponsel terpampang kalimat: Stop 
penyalahgunaan dan kejahatan narkoba sekarang. Mari kita selamatkan dan bangun 
bangsa kita, menjadi bangsa yang sehat, cerdas dan maju, Presiden RI

Sumpah mati tadinya banyak orang kagak percaya karena belakangan ini SMS suka 
ngawur. Bukanlah rahasia lagi kalau SMS sudah digunakan untuk sebaran berita 
dan pesan bohong dan tipu-tipu. Meski begitu, SMS di zamannya pemilu legislatif 
dan capres-cawapres 2004 pernah amat ampuh sebagai media kampanye. Juga berkat 
SMS itu, konon beberapa orang penting di negeri ini kini tampil di panggung 
pemerintahan berkat SMS.

Yang jelas, SMS yang sekali kirim kena biaya sekitar 200-an perak itu 
tahun-tahun belakangan ini menjadi suara penentu kemenangan aneka kontes 
penyanyi dangdut, idola, akademia, juga pelawak dan penjaga rumah kosong serta 
lain sebagainya. Pemenangnya itu bingung berterima kasih ke siapa karena 
selebriti itu terpilih berkat jumlah adu banyak terima SMS.

Kagak tau siapa pencipta SMS duluan, tetapi kerasa sekali pesan singkat via 
ponsel itu sudah bikin banyak orang kerasukan, khususnya di Indonesia. SMS 
menjadi pilihan yang dianggap paling cepat, praktis, dan murah untuk 
mengirimkan pesan. SMS juga katanya bikin kantor pos kelabakan karena omzet 
penjualan benda pos cepat anjlok turun. SMS juga bikin kantor telepon harus 
kreatif karena pendapatan dari biaya pemakaian telepon rumah kian lemah.

Memanfaatkan histeria massal ber-SMS yang semakin meriah saja, penipu berotak 
cemerlang juga ikut main gila, melalui tipu-tipu lewat pesan singkatnya. Ribuan 
orang setengah miskin yang mau kaya sudah tertipu penjahat SMS dengan janji 
hadiah ini-itu. Padahal, isi SMS itu cumalah pesan cipoa yang berhasil 
membujuk, lalu diikuti sang penerima yang kurang cerdas, hingga uang 
tabungannya bles ludas.

Kini SMS lagi-lagi ngetop abis. Sebab, sudah sah diumumkan juru bicara 
kepresidenan kalau SMS dengan pesan berlabel Presiden RI itu sungguh pesan asli 
dari Presiden SBY. Pesan yang dikirimkan ngepas dengan Hari Internasional 
Melawan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba itu, salah satu tujuannya 
sebagai balasan SMS bagi rakyat Indonesia.

Sebab, sejak bulan lalu Presiden bersedia menerima kiriman kabar SMS melalui 
nomor khusus 9949. Bentuk komunikasi antara presiden-rakyat pake SMS ini konon 
model terbaru dan baru ada di Indonesia. Nah, sebagai tanggapan positif, SBY 
balas kirim SMS berisi pesan antinarkoba. Katanya, kapan-kapan akan ada SMS 
lagi bagi rakyat, berisi pesan khusus lainnya.

Ide dan aksi kirim SMS RI-1 kayaknya enak diikutin DKI-1. Kalau SMS dianggap 
ampuh bikin rakyat tenang dan ngasih harapan, mungkin Gubernur Sutiyoso boleh 
buka nomor khusus SMS. Warga tiap saat boleh kirim SMS pengaduan, juga SMS 
protes. Bang Yos pun boleh balas dengan SMS juga.

Mumpung dari rakyat sampai petingginya senang ngirim dan terima SMS. Silakan 
main SMS, asal jangan main-main.(Rudy Badil)

Sabtu, 02 Juli 2005
Copyright © 2002 Harian KOMPAS




------------------------------------------------------
Baca berita-2 terbaru seputar seluler via WAP:
http://tagtag.com/SMSMania

Untuk keluar dari milis, silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/SMSMania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke