Waspadai Serangan Banjir SMS
Peneliti keamanan menemukan sebuah metode untuk melumpuhkan jaringan seluler.
Metode itu melibatkan pengiriman otomatis banyak pesan singkat (short message
service/SMS) secara bertubi-tubi ke beberapa nomor pada lokasi tertentu
('Banjir SMS'-red).
Menurut para peneliti, serangan tersebut dimungkinkan oleh cara operator
selular menyediakan layanan SMS dalam jaringan mereka. Lalu-lintas SMS
disebutkan berada pada jalur prioritas tinggi yang digunakan juga untuk membuat
panggilan telepon (suara). Akibatnya, kemacetan di jalur SMS akan memacetkan
pula jalur suara.
Peneliti yang mengungkapkan hal itu adalah Patrick D. McDaniel dan Thomas F. La
Porta. Keduanya adalah profesor dari Pennsylvania State University, Amerika
Serikat.
Karena layanan SMS tersebut dapat diakses melalui internet, jaringan seluler
sangat terbuka akan serangan Denial of Service (DoS). Istilah DoS, merujuk pada
komputer yang mengirimkan banyak sekali pesan sehingga memblokir data pada
mesin lain. Menurut McDaniel, mengirimkan 165 pesan singkat per detik
berpotensi 'membunuh' jaringan seluler.
Menurut para peneliti, sebuah komputer plus modem sudah cukup untuk melakukan
serangan tersebut. Demikian dikutip detikinet dari New York Times, Kamis
(6/10/2005).
Komputer yang dimaksud digunakan untuk mengirim pesan secara otomatis ke
beberapa nomor ponsel sekaligus dengan frekuensi yang cukup sering. Potensi
serangan ini bisa saja digabungkan dengan program jahat, seperti virus atau
worm, untuk menghasilkan dampak yang lebih mengerikan.
Namun beberapa operator, misalnya Verizon Wireless di Amerika Serikat, mengaku
sudah memiliki cara menangkal serangan tersebut. Filter anti-spam yang mereka
gunakan disebut-sebut cukup untuk menghalau serangan semacam itu. Di Indonesia
salah satu operator konon telah menerapkan filter anti-spam sejenis.
Selain itu, masih ada satu hambatan bagi calon penyerang dengan metode 'Banjir
SMS'. Sang penyerang harus mencari beberapa nomor ponsel aktif pada lokasi
tertentu sebagai target pembanjiran. Pasalnya, jika target berada pada lokasi
yang terpisah-pisah kemungkinan serangan itu berhasil akan semakin kecil.
Tulisan hasil penelitian kedua profesor itu akan dipublikasikan lewat
Smsanalysis.org. Hasil penelitian ini diharapkan bisa meningkatkan kewaspadaan
operator terhadap potensi serangan semacam itu. (wsh)
Oktoria Yulius Darmawan - detikInet
Kamis , 06/10/2005 15:11 WIB
© 2005 detikcom
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get Bzzzy! (real tools to help you find a job). Welcome to the Sweet Life.
http://us.click.yahoo.com/A77XvD/vlQLAA/TtwFAA/5AhqlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
------------------------------------------------------
Baca berita-2 terbaru seputar seluler via WAP:
http://tagtag.com/SMSMania
Untuk keluar dari milis, silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/SMSMania/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/