Lakban Penangkal Selingkuh   
                       
                        Jumat 11 Agustus 2006, Jam: 7:44:00   
                       
                        Sebagai perempuan, pembalut wanita merupakan kebutuhan 
vital yang tak pernah ditinggalkan. Tapi Ny. Indri, 42 tahun, dari Kelapagading 
Jakarta itu lain. Di samping intex atau softex, dia tiap hari pasti memakai 
lakban di bagian tubuhnya paling rahasia tersebut. Kata Fauzan, 48 tahun, 
suaminya, perangkat lunak bininya terpaksa diplester setiap hari untuk 
jaga-jaga menangkal selingkuh! 

                        Indri memang cantik, sehingga tak mengherankan bila 
bisa diterima menjadi pramugari maskapai penerbangan nasional utama itu. Di 
sela jam-jam terbangnya dia kemudian terlibat asmara dengan seorang pilot rekan 
terbangnya. Buntutnya bisa ditebak. Bila dalang kawin dengan sinden, apa 
salahnya pilot kawin dengan pramugari. Maka Fauzan- Indri pun menikah. Sungguh 
pasangan yang serasi, suami ganteng, istri cantik. Seperti Kamajaya-Ratih dalam 
kisah pewayanganlah. 

                        Tak bisa dihindari, setelah menjadi bu pilot, Indri tak 
lagi terbang sebagai pramugari. Meski dia tetap bekerja di maskapai tersebut, 
tapi dia bekerja didarat, dan pada hari-hari tertentu siap "didarati" pilot 
Fauzan. Namanya juga penerbang, jika kangen bini dia selalu memberi isyarat 
pada istrinya, apakah landasan siap didarati? "Landasan siap mas, tapi tolong 
rodanya dikeluarin dulu..," begitu kata Indri dari menara pengawas. 

                        Indri-Fauzan memang bahagia dalam rumahtangganya. Tapi 
setelah setahun kemudian, mas pilot itu mencium bahwa banyak lelaki yang suka 
menggoda istrinya. Namanya juga mantan pramugari, mesti kecantikannya patent 
lah. Betis mbunting padi dan kulit putih bersih, pasti itu tradisi seorang 
pramugari. Tak ayal Fauzan menjadi cemas, kuatir bila bininya larut dalam 
rayuan dan selingkuh di sela-sela kerja suaminya. 

                        Agar bininya tak digoda lelaki lain, awalnya Fauzan 
minta Indri berhenti bekerja saja. Tapi istrinya keberatan, karena dia tak mau 
jadi wanita yang hanya mamah dan mlumah (makan dan meleyani ranjang). Indri 
ingin selalu ada kesibukan, dia ingin ada kegiatan untuk pengisi hidupnya. 
"Kalau aku di rumah saja, bisa mati sutris aku mas," begitu kata Indri ketika 
meyakinkan suaminya. 

                        Terus terang saja, Fauzan sangat takut kehilangan 
Indri. Hidup tanpa mantan pramugari itu di samping dan bawahnya, dunia terasa 
hampa. Maka untuk menyiasati sekaligus demi keamanan istrinya dari angin-angin 
selingkuh, dia mempergunakan kiat spektakuler. Awalanya dia mau memesankan 
celana besi di tukang las sebagaimana kisah-kisah kuno. Tapi niat itu 
diurungkan, karena Fauzan takut bila kuncinya hilang kan dia yang merugi 
sendiri. 

                        Ide paling gila pun kemudian dimunculkan, yakni 
memplester "perangkat lunak" bininya dengan lakban setiap Indri hendak 
berangkat ke kantor. Sebetulnya sang istri menolak, tapi demi rasa cintanya 
pada suami, dia terpaksa menerima saja perlakuan aneh tersebut. Sebab Indri 
sadar sesadarnya bahwa cinta selalu membutuhkan pengorbanan. "Untuk dispensasi, 
ya adalah lobang sedikit buat pipis..," mungkin begitu kata Fauzan. 

                        Kebijakan edan itu berlaku permanent. Artinya tak 
pernah dicabut dan dipertahankan hingga 13 tahun usia perkawinan mereka. Lakban 
celaka itu hanya dibuka di malam hari, ketika Indri di rumah dan suami 
membutuhkan kapan saja dan di mana saja. Pernah memang Indri membukanya tanpa 
izin prinsip Fauzan, tapi kontan setibanya di rumah dia dipukuli ketepak 
ketepuk. Indri betul-betul merasa hidup dalam jaman jaman jahiliyah. 

                        Akhirnya kesabaran dan pengorbanan Indri ada batasnya 
juga. Meski dia sudah rela "perangkat lunak"-nya selalu diplester, ternyata 
suaminya masih juga suka berbuat kasar. Beberapa hari lalu dia nekad kabur dari 
Kelapagading dan kembali pada rumah orangtuanya di Jakarta Pusat. "Merdeka! Aku 
kini hidup bebas tanpa plester, horeee.!" begitu mungkin kata batin Indri. 

                        Hari berikutnya dia mengadu ke Polda Metro Jaya, 
melaporkan kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang suka dilakukan Fauzan 
suaminya tersebut. Kalau tindakan ini beresiko perceraian, Indri sudah siap. 
Mantan pramugari ini memang ingin memulai kehidupan barunya, yang tanpa 
kecemburuan lelaki dan tanpa lakban lagi.  
                       
                        (LM) 
                 
           
     

Best Rgds

horassssssssss

YM : horassssssssss
www.siantarboys.blogspot.com

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------------------------
Baca berita-2 terbaru seputar seluler via WAP:
http://tagtag.com/SMSMania

Untuk keluar dari milis, silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/SMSMania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke