Telekomunikasi
Telah Menikah: WiFi/WiMax dan GSM/CDMA

Tak ada pesta meriah dan undangan bejibun, namun, Selasa (28/11), dua
perusahaan Cina (HuaWei dan E28) mengumumkan perkawinan antara
jaringan WiFi/WiMax dengan GSM/CDMA/3G (UMTS). Perkawinan itu membuat
pembicaraan telepon anda tidak terputus walau anda keluar dari dari
jaringan WiFI/WiMax dan masuk ke jaringan telepon seluler (ponsel).

Jadi bila anda sedang berbincang dengan sejawat di luar negeri di
kantor (mungkin menggunakan Skype maupun Yahoo! Messenger) dan harus
segera pergi ke sebuah pertemuan di luar, pembicaraan anda tidak perlu
diputus. Anda tidak perlu berganti menggunakan ponsel, agar
perbincangan penting anda bisa berlanjut. Teknologi yang memungkinkan
itu adalah perkawinan jaringan tetap dan bergerak atau biasa disebut
Fixed-Mobile Convergence (FMC). Gagasan ini memang bukan baru, dan
sudah lama digarap para ahli telekomunikasi seluruh dunia. Nah Huawei
menjadi perusahaan pertama sejagat yang menyediakan secara komersil
solusi IMS (IP Multimedia Subsystem) VCC (Voice Call Continuity).

"IMS adalah infrastruktur dasar untuk perkawinan jaringan tetap dan
bergerak. Sedangkan VCC merupakan penyedia kunci untuk membuat FMC
bisa terwujud," kata Zha Jun, Director produk IMS dari Huawei. "Kami
terus mengembangkan kerjasama dengan vendor seluruh dunia untuk
membangun dan membuat ekosistem IMS kami kompetitif," tambah Zha Jun
dalam siaran persnya yang diterima Gatra.com.

Dalam kerjasama itu, Huawei akan menyediakan kelengkapan jaringan,
termasuk core IMS, DTF dan DSF untuk domain IMS, serta aplikasi CAMEL,
sementara bagi pengguna akhir dipakai telepon dual-mode yang disiapkan
oleh E28. Perusahaan berbasis di Shanghai merupakan penyedia telepon
pintar dual mode (GSM/WiFi) yang cukup ternama di dunia.

"Merger wireless dan internet adalah sebuah tranformasi revolusioner,
yang kita sebut sebuah 'masyarakat internet bergerak'," kata Roger I
Kung, pendiri, Chairman & CEO dari E28 Limited. Dengan fusi teknologi
ini, lanjut Roger Kung, kita akan mampu menggapai cita-cita seamless
mobility. "Dengan keberhasilan kolaborasi E28 dengan Huawei
menyediakan secara komersial IMS VCC pada pasar, akan memberi
pelanggan pengalaman pertama seamless mobility itu," kata Roger Kung.

Huawei selama beberapa tahun belakangan memangtelah menjalin kerjasama
intensif dengan banyak pihak untuk mensosialisasikan layanan
IMC/FMC-nya. Awal 2004 Huawei membangun laboratorium khusus bagi para
koleganya yang mau mencoba teknologi IMS-nya. Huawei, perusahaan yang
baru dibangun tahun 1988 di Shenzhen itu, merupakan penyedia jaringan
telekomunikasi terbesar di Cina. Kini teknologinya telah diterapkan di
100 negara dan melayani 28 dari 50 operator top dunia.

Di Indonesia kini Huawei menyediakan teknologi 3G dan menyerap 1200
pekerja. Kapan hasil perkawinan WiFI dengan GSM/CDMA itu bisa
dirasakan di Indonesia? Rilis dari Huawei tidak menyinggung soal itu.
Jadi, kita tunggu saja para operator telekomunikasi kita menyediakan
layanan tersebut.

Dani Hamdani
Shenzhen, 29 November 2006 16:00
Copyright © 2002-04 Gatra.com

Kirim email ke