Silakan dibaca ...
 
Muhammad Asyiq
 
Witteveen+Bos Indonesia
Banger Pilot Polder Semarang
Kantor Walikota Semarang Lt.2
Ruang Tim Design Teknis
Jl. Pemuda 148 Semarang
Telp/Fax. +62 24 3569033
HP. +62 81575220348
 



----- Forwarded Message ----
From: "Resniawati, Vivit (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Ayu, Theresia Endah (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; "Aryadi, Totok Usman 
(EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; Anton <[EMAIL PROTECTED]>; muhammad asyiq <[EMAIL 
PROTECTED]>; "Astuti, Diyan (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; "Andriana, Meilani 
(EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; bemby roedy <[EMAIL PROTECTED]>; bahru ilmawan 
<[EMAIL PROTECTED]>; ulfe <[EMAIL PROTECTED]>; Santi Paramasanti <[EMAIL 
PROTECTED]>; yudha aprilianto <[EMAIL PROTECTED]>; Dinta Cme <[EMAIL 
PROTECTED]>; Dindin Doank <[EMAIL PROTECTED]>; donny panawan <[EMAIL 
PROTECTED]>; "Dewi, Gusti Ayu Utari (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; "Dindin, 
Dindin" <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; "Ekadewi, Fatima Budi (EXT)" 
<[EMAIL PROTECTED]>; "Ekasari, Dani (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL 
PROTECTED]; "Esthiningrum, Gandhes (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>;
 endar <[EMAIL PROTECTED]>; "Firdaus, Naning (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; 
"Farida, Halimah Nur (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; fatkhur <[EMAIL PROTECTED]>; 
Fifiana <[EMAIL PROTECTED]>; Fatkhur Smg <[EMAIL PROTECTED]>; Agus Prasetyo 
<[EMAIL PROTECTED]>; "Hidayat, Ragil (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; "Hermawati, 
Ema (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; "Handayani, Pipit (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; 
"Hidayat, Taukhid Wahyu (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; "Husin, Muhammad (EXT)" 
<[EMAIL PROTECTED]>; "Herdiana, Dianita (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; "Handayani, 
Noni Sumarah (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; "Wahyudi, Arif (EXT)" <[EMAIL 
PROTECTED]>; "Kurniawan, Bowo (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; hendy setiadi <[EMAIL 
PROTECTED]>; "Hidayat, Hidayat (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; "Yana, Bagus Ngurah 
(EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; "Simarmata, Dihot Parasian
 (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; "Siahaan, Joice (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>; 
"Suzanna, Andi Susi (EXT)" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, October 30, 2007 5:37:41 PM
Subject: FW: [mafiosodeciviliano99] beritanya selingan (dari bisnis dot com)


Wah pantesan banyak yg pengen pindah semarang ya he.he....
 
 
Vivit Resniawati 
CME Admin for Mid Java 


Site Office Semarang 
Jl. Setiabudi 116
Semarang 50269 - Indonesia
Phone: +62 24 7470900
Fax: +62 24 7470904
Mobile: +62 811 276 746
E-Mail : [EMAIL PROTECTED]
 
 




From: yudha aprilianto [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, October 30, 2007 5:05 PM
To: Yohanes, Arief Wibisono; Wahyudi, Arif (EXT); prayid; andry sant; icha; 
pipit; anton sujatmiko; vivit; Resniawati, Vivit (EXT); uchup; Wahyu Winurseto; 
lintang haskoro; sultony
Subject: [mafiosodeciviliano99] beritanya selingan (dari bisnis dot com)


buat baca2
 
thanks
BR
yudha


----- Forwarded Message ----
From: harmanto aji <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, October 30, 2007 4:12:56 PM
Subject: [mafiosodeciviliano99] beritanya selingan (dari bisnis dot com)

Sabtu, 27/10/2007 08:13 WIB
Kebahagiaan itu ada di Semarang
oleh : Suli H. Murwani
Cetak 
Kirim ke Teman 
Komentar
Pemeo 'uang tak bisa membeli kebahagiaan' ternyata tidak sepenuhnya benar. 
Survei Indonesian Happiness Index (IHI) 2007 mengungkapkan kalau status sosial 
ekonomi atau tingkat pendapatan menjadi salah satu faktor penting untuk meraih 
kebahagiaan. 
Hasil survei Frontier Consulting Group tentang IHI yang merupakan indikator 
mengenai tingkat kebahagiaan masyarakat Indonesia mendapatkan temuan menarik. 
Dari semua faktor yang menentukan kebahagiaan orang Indonesia, ada dua faktor 
yang memberi pengaruh paling kuat, yaitu status sosial ekonomi dan pendidikan. 
Artinya, kata Chairman of Frontier Consulting Group Handi Irawan, orang yang 
memiliki tingkat sosial ekonomi tinggi atau pendapatan tinggi dan juga 
pendidikan lebih baik memiliki kemungkinan lebih besar menjadi orang yang 
bahagia. 
Faktor lain yang penting untuk meraih kebahagiaan adalah masalah religius. 
Orang yang lebih dekat dengan Tuhan hidupnya akan lebih berbahagia daripada 
orang yang tidak taat agama. 
Survei ini dilakukan Frontier pada Juni 2007 yang melibatkan 1.800 responden di 
enam kota besar di Indonesia, yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya 
dan Makassar. 
Kriteria responden dalam penelitian ini adalah pria atau wanita berusia antara 
15 tahun hingga 65 tahun dengan status ekonomi kelas E hingga A. Status ekonomi 
kelas E menggambarkan kaum buruh dengan pendapatan di level upah minimum 
regional (UMR), sedangkan kelas A mewakili golongan berpenghasilan besar. 
Metode pengambilan sampel yang dilakukan secara acak ini menghasilkan IHI 
dengan skor sebesar 47,96 dari skala 100. Hal ini menunjukkan kalau jumlah 
orang Indonesia yang tidak berbahagia lebih banyak daripada yang berbahagia. 
Pengukuran indeks kebahagiaan ini dibagi berdasarkan enam kota besar. Kota 
dengan tingkat kebahagiaan tertinggi adalah Semarang dengan IHI 48,75, diikuti 
Makasar (47,95), Bandung (47,88), Surabaya (47,19), Jakarta (46,20), dan Medan 
dengan IHI 46,12. 
Lebih stres 
Kalau dari segi kota domisili, menurut survei itu, mudah diduga, bila kota yang 
penduduknya lebih tidak bahagia adalah Jakarta. 
"Jadi salah kalau mencari kebahagiaan di Jakarta. Orang di Jakarta itu lebih 
stres dan hidupnya lebih keras dibandingkan dengan Semarang yang rileks, meski 
status sosial ekonominya lebih rendah dari Jakarta," ujarnya. 
Meski tingkat penghasilan memberi kontribusi besar untuk menjadi bahagia, 
tetapi penghasilan orang Semarang yang lebih rendah dari orang Jakarta itu bisa 
dikompensasi dengan sikapnya yang tidak ambisius, mensyukuri hidup dan bisa 
menikmati hidup. 
Karena itu, orang Semarang lebih berbahagia dari orang Jakarta, walaupun 
rata-rata tidak sekaya orang Jakarta. Temuan menarik lain dari survei ini 
adalah Medan. Penduduk di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara ini paling tidak 
bahagia dibandingkan lima kota lain yang disurvei Frontier. 
Handi berpendapat ketidakbahagiaan orang Medan ini akibat kehidupannya yang 
keras dan orang-orangnya ambisius. 
Survei juga membuktikan bahwa pria sedikit lebih berbahagia dibandingkan 
wanita. IHI pria adalah 48,12, sedangkan IHI wanita 47,91. 
Umur juga memengaruhi tingkat kebahagiaan. Semakin tua umur seseorang, akan 
semakin bahagia. Kelompok usia yang paling berbahagia adalah usia 41 tahun-50 
tahun. 
Life begins at forty (hidup dimulai dari usia 40 tahun) barangkali ada 
benarnya. Di usia tersebut, seseorang mungkin merasa telah memiliki karier yang 
mapan, bisa menikmati kebahagiaan dalam berkeluarga dan bisa mengendalikan 
ambisinya. 
Usia 21 tahun-30 tahun merupakan kelompok usia yang paling tidak bahagia. Di 
usia ini biasanya masih resah dengan masa depan karier ataupun kehidupan 
pribadinya. 
Bagaimana dengan tingkat pendidikan? Survei membuktikan kalau semakin tinggi 
tingkat pendidikan seseorang, semakin besar tingkat kebahagiaannya. Kelompok 
dengan pendidikan sarjana (S1, S2 dan S3) adalah kelompok paling berbahagia. 
Orang berpendidikan tinggi lebih berbahagia karena dia memiliki kebanggaan 
dalam hidupnya. Sehingga, mereka lebih berbahagia daripada yang hidupnya tak 
punya kebanggaan diri atau minder. 
Dari kelompok pekerjaan, yang paling berbahagia adalah mereka yang bekerja 
sebagai profesional, diikuti oleh level manajer, TNI/ABRI, pegawai tingkat 
staf, pengusaha UKM, pensiunan, pelajar, pegawai kasar dan buruh. Yang 
mengejutkan, pekerjaan yang paling tidak membahagiakan adalah pimpinan 
perusahaan (jajaran direksi). 
Tujuan utama eksistensi manusia di muka bumi ini, seperti kata Filosof 
Aristoteles adalah mencari kebahagiaan. Kalau mengacu pada survei ini, 
pemerintah yang mampu memperbaiki ekonomi rakyat dan pendidikan pasti akan 
membuat rakyatnya berbahagia. 
Di sisi lain, secara spiritual, rakyat yang makmur dan memiliki pendidikan 
lebih baik berpeluang memiliki kualitas ketaatan kepada Tuhan yang lebih baik 
dibandingkan rakyat yang perutnya lapar dan bodoh. (suli.murwani@ bisnis.co. id)
Cetak 
Kirim ke Teman 
Komentar
bisnis.com



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers 
 



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke