--- Pada Sen, 9/2/09, Ratu Eva Suryadi <[email protected]> menulis:
Dari: Ratu Eva Suryadi <[email protected]>
Topik: FW: [jadul69] BALADA UANG 1.000 DAN UANG 100.000 AN
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Tanggal: Senin, 9 Februari, 2009, 5:20 AM
From: Ratu Eva Suryadi
Sent: Friday, February 06, 2009 10:26 AM
To: Santi Racmayanti
Subject: FW: [jadul69] BALADA UANG 1.000 DAN UANG 100.000 AN
From: Elly Misiarti Alimin
Sent: Friday, February 06, 2009 9:50 AM
To: Asdiana I. Kusmiyadi; Santi Racmayanti; Ratu Eva Suryadi; Kusumo Wardhani;
Kusriani
Subject: FW: [jadul69] BALADA UANG 1.000 DAN UANG 100.000 AN
From: Maryetni Wazirhan
Sent: Thursday, February 05, 2009 4:17 PM
To: Syarifuddin Bassara; Achmad Bunyamin; Wahyu Purnama; Bayu
Martanto; Taufik Agam; Tamsil; Muhammad Jon; Achmad Hoesein; Anang
Suripto; Evi Yanti; Delpa Susianti; Heti Febrianti; Elly Misiarti
Alimin; Isnaini; Siti Khoeriyah; Rianto; Bursya; Amrin Hasdi; M. Ali
Yamin; Jalil Syaufi; Akta Bahar Daeng; Nismawati Yusuf
Subject: FW: [jadul69] BALADA UANG 1.000 DAN UANG 100.000 AN
-----Original Message-----
From: Ningsih Suparno
Sent: Tuesday, February 03, 2009 5:28 PM
To: Winarno; Windarti; Tenny Esianti; Toto Priatna Taufiq; Toto
Kusdinar; Tri Savitri; Norma Magda; Nurjani Pudjiastuti; Nandang
Rudyatna; Nuni Irawati Handayani; Nina Kurniasih Azis; Yang Liliyanti;
Yunita Sandra; Sonny Arsamanggala; Siti Aminah; Suhermi; Shintawatie;
Ervan Koto; Evi Dwiyanthi; Anita Susi Rijanti; Aliesna Noor; Allan
Hudaya; Asima Munandar; Anny Suryani; Farid faletehan; Elvira Azwan;
Maryetni Wazirhan; Maya R Mulyana; R. A. Nurul Herawati; R. Andri
Karlana; Rani Mutiara; Rosihan Marzuki
Subject: FW: [jadul69] BALADA UANG 1.000 DAN UANG 100.000 AN
From: Woro Indriastuti
Sent: Tuesday, February 03, 2009 4:17 PM
To: Diah Duddy Danumihardja; Ningsih Suparno; Unoun Saraswati; Susetyowati;
Herry Irawan Usman; Mendi Rahmadi; Adi Mustika
Subject: FW: [jadul69] BALADA UANG 1.000 DAN UANG 100.000 AN
-----Original Message-----
From: Herdiana A. Widayat
Sent: Tuesday, February 03, 2009 2:21 PM
To: KBI Semarang
Subject: FW: [jadul69] BALADA UANG 1.000 DAN UANG 100.000 AN
Maaf, kalau sudah pernah menerima email ini.
NYENTIL KITA KITA SEMUA NEH ? ? ?
BALADA UANG 1.000 DAN UANG 100.000 AN
Dikutip dari seorang teman....
Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi
mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI
dengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI,
uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum
dan menarik.
Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus
ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.
Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :"Ya, ampiiiuunnnn.
.......... darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah,
koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan...... bau! Padahal
waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan .....
Ada apa denganmu?" Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih
keren dengan perasaan nelangsa.
Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :
"Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga
hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya
sudah
pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur,
saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh
dengan darah dan taik ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik
seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang
warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang
nasi uduk,
dari sana saya hijrah ke 'baluang' (pren : tau kan baluang...?)
Inang-inang. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya
bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung,
diremas-remas. ......"
Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.:
"Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan
pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku
disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah
ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm... dompetnya harum sekali.
Setelah dari sana , aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di
hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom
mobil mewah,
di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku
selalu berada di tempat yang bagus. Jarang deh aku di tempat yang kamu
ceritakan itu. Dan...... aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. "
Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya : "Ya.
Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman.
Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada
kamu!" "Apa itu?"
uang seratus ribu penasaran. "Aku sering bertemu teman-temanku di
kotak-kotak amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir
setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku
melihat kamu disana....."
SE-OLAH2 KITA HARUS BELAJAR BANYAK DARI UANG Rp. 1000 - an ! ! !
"This e-mail (including any
attachments) is intended solely for the addressee and could contain
information that is confidential; If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited
and you should immediately delete it. This message does not necessarily
reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been
checked for computer viruses, Bank Indonesia accepts no liability for
any damage caused by any virus and any malicious code transmitted by
this e-mail. Therefore, the recipient should check again for the risk
of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail transmission
through Internet.”
Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari
email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/