waduh.. kayaknya lumpur di Haiti bisa dikonsumsi, kira2 lumpur lapindo di 
Sidoarjo bisa dikonsumsi juga gak ya? 

--- On Fri, 2/13/09, muqo Robin <[email protected]> wrote:
From: muqo Robin <[email protected]>
Subject: [SMUN 1 Demak] FW: Biskuit Lumpur????Kita patut bersyukur........
To: [email protected]
Date: Friday, February 13, 2009, 9:10 AM











    
            

--- Pada Kam, 12/2/09, Ratu Eva Suryadi <[email protected]. id> menulis:
Dari: Ratu Eva Suryadi <[email protected]. id>
Topik: FW: Biskuit Lumpur????Kita patut bersyukur... .....
Kepada: "muqo.robin@ yahoo.com" <muqo.ro...@yahoo. com>
Tanggal: Kamis, 12 Februari, 2009, 7:28 AM


-----Original Message-----
From: Hengky Prihantoko
Sent: Wednesday, February 11, 2009 1:26 PM
To: PPAD
Subject: FW: Biskuit Lumpur????Kita patut bersyukur... .....



-----Original Message-----
From: Hengky Prihantoko
Sent: Wednesday, February 11, 2009 1:26 PM
To: PPAD
Subject: FW: Biskuit Lumpur????Kita patut bersyukur... .....


FYI




  Biskuit  Lumpur
  Meskipun  mengetahui
 lumpur mengandungi toksin atau parasit yang dapat
  membawa maut, namun masyarakat miskin di Haititerpaksa  meneruskan
  kehidupan dengan tanah lembek yang dikeringkan  itu.
  (Embedded image moved to file: pic28253.jpg)

  ADONAN  telah dicampurkan garam dan lemak sayuran akan dibentuk  bulat.








  BERSYUKURLAH  dan ucapkanlah terima kasih kepada Tuhan jikahari ini anda
  masih memiliki  makanan untuk sarapan pagi. Walaupun hanya sekeping roti
  atau  segelas susu, percayalah, anda sudah lebih dari  cukup.
  Di  Port-Au-Prince, Haiti, penduduknya  tergolong miskin. Apakah santapan
  tengah hari mereka?
  Ya,  biskuit lumpur. Bukan kerana rasanya yang enak tetapi sebab
  terpaksa. Inilah yang dilalui oleh Charlene Dumas dan  keluarganya yang
  merupakan sebahagian penduduk di Port-Au-Prince.
  Dengan  kenaikan harga  makanan, masyarakat paling miskin di Haititidak
  mampu  membeli
 sepiring nasi untuk mengisi perut yang lapar dengan
  makanan.  Keadaan ini memaksa mereka mengambil langkah  yang mungkin anda
  tidak dapat bayangkan semata-mata untuk  mengganjal perut.
  Charlene, 16, bersama bayi lelakinya yang  baru berusia sebulan, terpaksa
  bergantung kepada sejenis  penawar kelaparan tradisional masyarakat
  Haitiiaitu biskuit  yang diperbuat daripada lumpur kuning yang
  dikeringkan.










  (Embedded image moved to file: pic06868.jpg)




           SEORANG  penduduk merasai biskuit sebelum  membelinya.






  "Apabila  ibu saya tidak memasak, saya terpaksa makan biskuit ini tiga
  kali sehari," kata Charlene.
  Anaknya, Woodson yang  berbaring statik di atas pahanya kelihatan lebih
  kurus  berbanding beratnya yang mencecah enam paun sewaktu  lahir.
  "Apabila saya menyusukan Woodson, bayi saya  adakalanya kelihatan
 tidak
  selesa kerana perutnya  memulas-mulas, " katanya.
  (Embedded image moved to file: pic25547.jpg)

  HARGA  lumpur untuk menghasilkan 100 keping biskuit kini bernilai  RM16.









  Di  pasar kawasan orang miskin La Saline, dua piring nasi dijual  pada
  harga 60 sen. Harga tersebut telah dinaikkan sebanyak 10  sen sejak bulan
  Disember lalu.
  Harga kacang, susu dan  buah-buahan juga meningkat pada kadar yang sama.
  Malah, harga  untuk tanah liat yang boleh dimakan turut mengalami
  peningkatan yang hampir mencecah RM4.85 dalam tempo beberapa  tahun
  kebelakangan ini.





  (Embedded image moved to file: pic27644.jpg)



  BISKUIT  lumpur yang siap akan dipasarkan di  jalanan.







  Menurut  pembuat biskuit, harga lumpur untuk menghasilkan 100 keping
  biskuit kini bernilai sekitar RM16.
  Itu pun pada harga  sekitar
 limasen sekeping, biskuit  lumpur masih
  menjadi rebutan. Kira-kira 80 persen warga  Haitimenjalani  kehidupan
  kurang daripada RM6.40 sehari perolehan  pendapatan.
  Truk-truk pedagang akan membawa bertong-tong  lumpur ke pasar La Saline
  dari pusat bandar Hinche dan akan  kelihatan puluhan wanita berebut
  membeli bahan tersebut untuk  diproses menjadi biskuit.
  Dengan mengangkat beberapa tong  lumpur dan air sambil menaiki anak
  tangga menuju kebagian atap  sebuah bekas penjara, batu-batuan dan
  kerikil lumpur  dipisahkan dengan sehelai kertas sebelum bahan-bahan tadi
  diolah bersama sedikit garam.
  Adonan kemudian dibentuk  menjadi biskuit bulat dan dibiarkan kering di
  bawah sinaran  matahari terik. Biskuit-biskuit yang telah siap dimasukkan
  ke  dalam tong untuk dijual di pasar atau tepi-tepi  jalanan.
  Seorang wartawan yang mencoba sekeping biskuit  tersebut mendapati ia
  memiliki ketebalan
 dan licin, dan  jikaterkena lidah,  ia mampu menyerap
  semua lembaban dalam mulut.
  Lumpur  mengandung toksin atau parasit yang dapat membawa maut. Namun,
  menurut seorang profesor imunologi dari Universiti State  Colorado yang
  mengkaji pemakanan lumpur, Gerald N. Callahan  menjelaskan, lumpur juga
  berpotensi memperkuatkan tahap imun  janin dalam rahim terhadap beberapa
  jenis  penyakit.
  (Embedded image moved to file: pic32662.jpg)

  BISKUIT  dikeringkan di bawah sinaran matahari  terik.








  Para  doktor di Haitiberkata,  mereka yang bergantung kepada
  biskut-biskut tersebut untuk  makanan sebenarnya sangat beresiko terhadap
  malnutrisi.
  "jikasaya melihat orang makan  biskuit-biskuit itu saya akan
melarangnya,
  " kata Dr. Gabriel  Thimothee, seorang pengarah eksekutif di Kementerian
  Kesihatan  Haiti.....
  Seorang ibu, Marie Noel, 40, yang menjual 
 biskuit-biskuit tersebut di
  pasar menampung kehidupan tujuh  orang anaknya berkata, seluruh
  keluarganya bergantung kepada  biskuit ini.
  "Saya harap suatu hari nanti, saya mempunyai  makanan yang mencukupi dan
  tidak lagi perlu makan benda-benda  ini. Saya tahu ini tidak menyehatkan,
  " katanya. -  AP





















"This e-mail (including any attachments) is intended solely for the
addressee and could contain information that is confidential; If you are not the
intended recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any
 virus
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of
e-mail transmission through Internet."


        Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
 Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke