--- Pada Sel, 17/2/09, Newsletter Oase <[email protected]> menulis:
Dari: Newsletter Oase <[email protected]>
Topik: [oase] [resend] Oase: Nasihat untuk khalifah
Kepada: [email protected], [email protected]
Tanggal: Selasa, 17 Februari, 2009, 6:36 PM
Arsip artikel ini telah diupdate pada: Rabu, 24 September 2003,
oleh: abufaiz97
http://www.oaseisla m.com/modules. php?name= News&file= article&sid= 87
Oase: Nasihat untuk khalifah
Sabili No.27 Th.IX
Ketika Hisyam bin Abdul Malik menjadi khalifah di zamannya, tersebutlah
seorang tabi'in yang sangat termasyhur. Namanya Dzakwan bin Kisan yang
sering dijuluki Thawus alias si Burung Merak.
Suatu hari Hisyam bin Abdul Malik datang ke Makkah untuk menunaikan
haji. Saat memasuki Tanah Haram, dia berkata kepada para pemuka Makkah,
"Carikan saya seorang sahabat Rasulullah SAW." Lalu para pemuka itu
menjawab, "Wahai Amirul Mukminin, para sahabat telah wafat
susul-menyusul hingga tak satu pun dari mereka yang tersisa." Mendengar
perkataan para pemuka Tanah Haram itu Hisyam bin Abdul Malik berkata
lagi, "Kalau begitu carikan saya tabi'in."
Maka para pemuka Makkah memanggil Dzakwan bin Kisan.
Ketika menemui sang khalifah, Dzakwan bin Kisan membuka sepatunya di
tepi permadani, lalu memberi salam tanpa menyebut "Wahai Amirul
Mukminin". Dzakwan bin Kisan hanya menyebut namanya saja tanpa sebutan
kehormatan lainnya. Sesudah itu, ia langsung duduk sebelum khalifah
memberi izin dan mempersilakannya.
Hisyam sangat geram diperlakukan seperti itu, hal tersebut terlihat
dari kerutan marah di wajahnya. Dia menganggap kelakuan si Burung Merak
itu sudah keterlaluan dan kurang sopan. Apalagi peristiwa itu
disaksikan oleh pengawal dan para pembantunya.
Tapi sang khalifah sadar, ia tidak marah, karena ia sedang berada di Tanah
Haram, Baitullah.
Dengan sabar sang khalifah bertanya kepada Dzakwan bin Kisan, "Mengapa Anda
berbuat seperti itu wahai Dzakwan?"
Kemudian Dzakwan dengan enteng menjawab, "Lho, apa yang saya lakukan?"
Kemudian khalifah menjawab, "Anda melepas sepatu di tepi permadani
saya. Anda tidak memberi salam kebesaran, hanya memanggil nama, lalu
duduk sebelum saya persilakan," Mendengar kegundahan khalifah Hisyam
bin Abdul Malik, Dzakwan malah memberi nasihat dengan arif.
"Kalau soal melepas sepatu, saya melepasnya lima kali sehari di hadapan
Rabb yang Maha Esa. Maka hendaknya Anda tidak gusar karena itu. Kalau
soal saya tidak memberi salam kehormatan, itu karena tidak seluruh kaum
muslimin berbaiat kepada Anda. Oleh karena itu saya takut dikatakan
pembohong apabila memanggil Anda sebagai Amirul Mukminin. Anda tidak
rela saya menyebut nama Anda tanpa gelar kebesaran, padahal Allah SWT
memanggil nabi-nabinya dengan nama mereka, "Wahai Daud..., Wahai
Yahya..., Wahai Musa..., Wahai Isa..., Wahai Adam...". Sedangkan
persoalan bahwa saya duduk sebelum dipersilakan, itu karena saya
mendengar Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata," Apabila engkau
hendak melihat seorang ahli neraka, maka lihatlah pada seseorang yang
duduk sedangkan orang-orang di sekelilingnya berdiri." Nah, saya tidak
suka melihat Anda masuk neraka," katanya dengan enteng.
Usai memberi nasihat Dzakwan bangkit dari duduknya, lalu pergi.
Apakah wajar artis ikut Pemilu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers.
http://id.answers.yahoo.com