Akhirnya fakta mengenai demak terungkap sudah. Tampak nyata betapa rapuhnya ekonomi kota tercinta. Sudah lama saya melempar pertanyaan mengenai APBD dan perimbangannya (DAK, DAU), tapi hanya dari mas Dul saya memperoleh info berharga, akhirnya kita punya akses ke informasi langsung yang saya yakin valid.
Terima kasih mas Dul yang sudah langsung nyambung dengan diskusi kita ttg Demak yg makin tertinggal. kesan ini nyata dari APBD dalam satu tahun anggaran, kalau datanya lengkap kita bisa membandingkan tahun pertahun dan mengupas detail detail di dalamnya Kini kita masuk dalam praktek pemerintahan, masalah yang mengemuka adalah dana. Tapi karena potensi demak minim dan tergantung dari pemerintah pusat saya lebih tertarik pada bagaimana dana itu dikelola lagi lagi saya butuh informasi yang valid, bagaimana praktek penetapan APBD, masalah mark up, bagaimana alokasi dana itu diawasi, termasuk politik dagang sapi untuk menggolkan anggaran. Minta tambahan dana ke pemerintah pusatpun tak lepas dari praktek ini. Saya kira banyak temen di milis ini yang bisa cerita. mbak Safira, Mas Anis, mas Dul ada yang mau berbagi? Tujuan utama analisis ini adalah edukasi, akhirnya masyarakat akan tahu bagaimana kondisi demak yang sebenarnya dan bagaimana demak dikelola, dengan kerangka berpikir yang benar, semua itu akan dengan mudah dipahami. hizbul
