Setuju mas Dul. Hanya karena cinta kita prihatin, hanya karena cinta kita 
kritis, hanya karena cinta kita cergas, cinta saja tanpa prasangka...hidup 
Mamak, ..eh salah hidup Demak..he..he..


-----Original Message-----
From: muh dularif
Sent:  02/20/2009 10:48:50
Subject:  RE: [SMUN 1 Demak] APBD Demak

Mas Zain…

sehubungan dengan pertanyaan jenengan tentan apa yang telah, sedang, dan akan 
dilakukan oleh Pemda dan legislative di Demak, saya tidak memiliki informasi 
yang cukup untuk menjawabnya. saya pribadi sudah sejak 1999 tidak tinggal di 
sana. website resmi Pemda Demak di www.demakkab.go.id pun tidak menjawab dengan 
tuntas apa yang sampeyan risaukan.

kemudian..

memang benar sekali pernyataan jenengan bahwa apapun yang kita lakukan, 
kemungkinan tidak akan mengubah demak dalam satu malam, satu bulan atau satu 
tahun. hampir semua tujuan dan keinginan membutuhkan proses yang mendahuluinya. 
proses tersebut, memerlukan persyaratan, metode, perencanaan, dan pelaksanaan 
tentunya.

mungkin juga benar, bahwa begitu banyak dan berat permasalahan yang kita 
miliki. Masyarakat yang masih terpinggirkan, potensi yang kecil, aparatur dan 
anggota dewan yang belum berfungsi sebagimana mestinya..dan lain-lain 
permasalahan yang mendera kita.

namun..

bukan berarti bahwa keterbatasan dan kelemahan yang kita miliki membuat kita 
boleh berputus asa. betapapun kecilnya potensi atau kesempatan yang kita 
miliki..betapun besarnya tantangan yang menghadang, bukan berate bahwa tidak 
ada kemungkinan bagi kita untuk mencapai tujuan dan harapan yang kita inginkan.

sebagai contoh, pengalaman pribadi mbak esti dan temen-temen yang lain 
membuktikannya. pengalaman dan contoh pembangunan dari Jembrana di Bali, Sragen 
di Jateng, Bantul di Yogya, Prov. Gorontalo di Sulawesi, dan beberapa daerah 
lainnya membuktikan, bahwa hampir tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup ini. 
contoh terakhir dari Sumsel pun membuktikan, bahwa pendidikan dan kesehatan 
yang gratis tidak mutlak mensyaratkan Daerah yang kaya raya. 

oleh karena itu..

yang perlu kita lakukan adalah memberikan yang terbaik yang kita miliki untuk 
kebaikan kita bersama. yang punya ilmu, mengamalkan dan membagi ilmu dan 
idenya. yang punya modal, menanamkan modalnya. yang gak punya apa-apa.. doa pun 
cuku berharga. dan untuk itu mungkin diperlukan modal cinta dan bukan kebencian 
untuk mewujudkannya. mungkin pertanyaannya sekarang adalah, sudahkah kita 
melakukannya?



--- On Fri, 20/2/09, [email protected] <[email protected]> 
wrote:
From: [email protected] <[email protected]>
Subject: RE: [SMUN 1 Demak] APBD Demak
To: [email protected]
Date: Friday, 20 February, 2009, 9:39 AM

Hi. Dik Zain, apa kabar? Masih di Astra? Bagaimana perkembangan kasus korupsi 
di demak, kabarnya dah ada yang masuk bui, semoga milis ini bisa jadi ajang 
diskusi yang menarik soal etika pemerintahan juga, amiin.. 

 Hizbul

 -----Original Message-----
 From: zain mahasin
 Sent:  02/20/2009 09:54:07
 Subject:  Re: [SMUN 1 Demak] APBD Demak

 Mas DUl ARIF, Terus pertanyaannya ?
  
 - Bagaimana usaha pemerintah daerah saat ini ? apa hanya sekedar pemerintahan 
administratif ? (mungkin mas arif lebih mafhum)
 - Trus apa yang sudah di lakukan oleh anggota dewan ? ngurusin aspirasi 
pedagang pasar Bintoro aja ga selesai2.
 -Pendapatan pajak sekarang hanya 8 M, dengan dinaikannya pajak reklame, 
retribusi apakah menjamin pendapatan daerah lebih dari 500M ?
 - Kalau terkait dana pendapatan dari perusahaan daerah yang hanya 1.6 
M, ngurusin perusda aja banyak yang bangkrut, terus mau usaha apa lagi ? 
 - Terus kalau toh pendapatan pajak dapat dinaikkan, apakah pendapatan dari 
sektor pajak ini akan menjamin kemandirian suatu daerah ? potensi masalah, 
bagaimana dengan pengawasannya ?KPK di Demak aja belum ada.
  
 saya pribadi menilai selama kontrol masyarakat Demak lemah, masyarakat banyak 
yang bodoh, demonstran bayaran berkeliaran, orang-orang kritis dan idealis 
banyak keluar dari Demak, orang - orang pintar Demak yang pintar dan amanah 
cari rezki di luar demak. DEMAK pastilah jadi lahan subur tumbuhnya orang-orang 
yang tamak dan serakah.Wallahu a'lam Bisshowab.
  
 (warga asli Bintoro)
  
  
  
  
 --- On Fri, 2/20/09, Safira Machrusah <safira.machrusah@ gmail.com> wrote:

 From: Safira Machrusah <safira.machrusah@ gmail.com>
 Subject: Re: [SMUN 1 Demak] APBD Demak
 To: smu1de...@yahoogrou ps.com
 Date: Friday, February 20, 2009, 7:35 AM

 Mas Dularif, assalamu 'alaikum.

 Senang bisa ketemuan di milis ini. Eh, Toad Hall perlu imam lho.... :) 

 Wah, sudah pindah ke Jakarta ya? Sejak kapan dan tinggal dimana? Terus 
keluarga sudah boyong ke Jakarta semua? Semoga Mas Dularif sekeluarga sehat wal 
afiat. Btw, selamat ya untuk Dirjen Pajak yang sudah bisa ngumpulin 12 juta 
NPWP (meski mungkin dibanding di Australia masih kecil ya jumlahnya). Usul 
dong, untuk bisa online mengurus NPWP. 

 Terimakasih ya, semoga sukses di Jakarta.

 Salam,

 Rosa

 2009/2/20 muh dularif <muh_dularif@ yahoo.com>

 mbak rosa,

 saya dularif yang tinggal di toad hall mbak..
 rumah saya di malang
 kita sering ketemu waktu di canberra..
 sekarang saya kerja di kantor pusat direktorat jenderal pajak..jakarta. .

 --- On Thu, 19/2/09, Safira Machrusah <safira.machrusah@ gmail.com> wrote:

 From: Safira Machrusah <safira.machrusah@ gmail.com>

 Subject: Re: [SMUN 1 Demak] APBD Demak
 To: smu1de...@yahoogrou ps.com
 Date: Thursday, 19 February, 2009, 5:17 PM

 Salam,

 Terimakasih Mas Dularif untuk analisis dan solusi-solusi yang diajukan untuk 
pengembangan Kabupaten Demak. Semoga Anggota DPR-Ri yang mewakili Kabupaten 
Demak, Kudus dan Jepara bisa memperjuangkan beberapa hal itu. 

 Ngomon-ngomong, ini Mas Dularif yang di BI Malang? Kalau benar, wah seneng 
bisa ketemu di milis ini.

 Safira Machrusah [Rosa]
 Caleg DPR-RI untuk Demak, Kudus dan Jepara
 PKB - 13 Nomer Urut 3
http://safiramachru sah.blogspot. com/

 Pilihlah calon legislatif yang memperjuangkan kepentingan anda

 2009/2/19 muh dularif <muh_dularif@ yahoo.com>

 Melihat APBD Demak, kita akan lebih memelas lagi.

 Sebagai contoh, Realisasi APBD (Audited BPK) tahun 2006 (ini APBD terbaru yang 
bisa saya peroleh), menunjukkan bahwa dari Total APBD sebesar 525 milyar, 86 % 
nya (452 Milyar) digunakan untuk belanja rutin (gaji pegawai dan belanja 
perlengkapan kantor). sementara proporsi belanja modal hanya 6.94 %. 

 Dari sisi pendapatan, PAD Demak hanya menyumbang 33 Milyar atau 6.44%. Dari 33 
Milyar PAD tersebut, retribusi daerah menjadi penyumbang terbesar (15.9 
Milyar), diikuti Pajak Daerah dan Lain-lain sebanyak masing-masing 8 Milyar. 
Sedangkan Perusahaan Daerah yang dimiliki oleh Pemda hanya menyumbang 1.6 
Milyar. 

 Sementara itu total transfer dari Pemerintah Pusat (dikenal dengan istilah 
dana perimbangan dalam ilmu keuangan Negara) ke Demak sebesar 464 Milyar 
(88.37% dari total APBD) dan Transfer dari pemerintah provinsi sebesar 27 
Milyar atau 5.20 %. Dari Transfer Pusat sebesar 464 Milyar tersebut, komponen 
terbesarnya adalah DAU sebesar 408 Milyar, diikuti DAK sebesar 29 Milyar, dan 
selanjutnya Dana bagi hasil pajak sebesar 25 Milyar dan dana bagi hasil non 
pajak hanya sebesar 0.5 Milyar.

 Dengan demikian kita bisa melihat, bahwa ibarat rumah tangga, untuk makan 
sehari-hari saja, kita harus bergantung kepada "sumbangan" dari orang tua kita. 
Hal ini sangat memprihatinkan kita, karena tanpa kemandirian kita sulit untuk 
berkembang. Di samping itu, ke depannya, jika diterapkan otonomi "murni", 
dimana belanja rutin adalah tanggung jawab sepenuhnya pemerintah daerah, maka 
hampir bisa dipastikan bahwa Pemda Demak akan bangkrut dan terjadi demo 
besar-besaran dari PNS-nya karena Pemda tidak mampu lagi membayar gaji mereka. 

 Ada beberapa solusi yang bisa ditawarkan untuk mengatasi masalah ini. Yang 
mungkin bisa kita lakukan adalah meningkatkan PAD terutama menyangkut beberapa 
pos. Yang pertama adalah peningkatan penerimaan dari Pos Pajak Reklame. Jalan 
Nasional di wilayah Demak yang membentang dari Perbatasan Kudus hingga 
Perbatasan Semarang sepanjang 39.55 km adalah potensi yang sangat besar. ada 
beberapa cara untuk meningkatkan pendapatan dari pajak reklame. Salah satunya 
adalah delegasi wewenang ijin dan pengawasan dari Bupati kepada camat. 
Kemudian, atas pendapatan yang diterima, para pegawai yang terlibat dalam 
proses tersebut mendapatkan upah pungut retribusi sebanyak 5 % dari pendapatan. 
cara ini terbukti efektif di beberapa daerah seperti Malang, dimana para 
pegawai sangat rajin meneliti reklame dan tidak segan-segan untuk mencopotnya 
jika ternyata telah kadaluwarsa ijinnya. birokrasi yang terlalu berbelit 
seperti yang diatur dalam Perda No 13 tahun 2002, dimana
  untuk reklame dengan ukuran > 3 m harus ijin bupati semestinya di ubah 
menjadi lebih sederhana. Mungkin untuk bando atau billboar dengan ukaran lebih 
dari 3x5 meter memang harus dengan ijin dinas kimpraswil dlam rangka menjamin 
keselamatan masyarakat, namun untuk reklame kecil, cukup camat yang memberi 
ijin.

 Pos kedua yang masih mungkin ditingkatkan adalah retribusi Tempat Pelelangan 
Ikan. seperti kita ketahui, banyak wilayah Demak yang cukup bagus untuk 
dikembangkan TPI-nya, seperti Kecamatan Bonang dan Kecamatan Wedung. akan 
tetapi, yang penting untuk diingat adalah, bahwa pemda harus memperbaiki 
infrastruktur jalan dan pelabuhan sehingga perahu atau kapal yang lumayan besar 
bisa mendarat di Pantai atau pelabuhan yang ada. lagi-lagi ini terkait masalah 
dana. tapi apakah tidak mungkin, jika Pemda menawarkan kepada investor dengan 
model BOT (built, Operate and transfer)?

 Bidang lain yang mungkin pula dikembangkan adalah menawarkan Demak sebagai 
bandara (airport) yang baru menggantikan Bandara Ahmad Yani Semarang. 
Sebagaimana kita ketahui, Bandara ahmad yani, hampir tiap tahun selalu banjir, 
sehingga beberapa kali penerbangan dan pendaratan tidak bisa di lakukan. Dengan 
melobi pemerintah pusat dan provinsi, Demak mungkin bisa menjadi alternative 
untuk menjadi bandara yang baru. sebagai info tambahan, bandara Juanda bukanlah 
terletak di Surabaya, tetapi terletak di Sidoarjo. saya kira masih banyak 
lokasi di Demak yang bisa menjadi alternative tempat pembangunan Bandara.

 yang terakhir ini, mungkin sekedar usulan. sekarang kan musim kampanye, nah 
tidak mungkinkah Demak, baik Pemerintah atau LSM untuk membuat kontrak politik 
dengan calon wakil Dapil Demak untuk memperjuangkan tambahan DAK, baik untuk 
terminal, pelabuhan, atau kalo mungkin pengembangan bandara di Demak?

 New Email names for you! 
 Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
 Hurry before someone else does! 

 -- 

 New Email addresses available on Yahoo! 

 Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
 Hurry before someone else does!

 -- 
 Safira Machrusah
 Calon Legislatif untuk DPR-RI
 Partai Kebangkitan Bangsa (No. 13) No Urut 3
http://safiramachru sah.blogspot. com/
 Pilihlah calon legislatif yang memperjuangkan kepentingan anda

      


      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke