Mbak Dyah memang ok, 

Ayo yang lain angkat suara dong..He..he..


-----Original Message-----
From: dyah anggarini sasmito
Sent:  02/20/2009 16:20:40
Subject:  [SMUN 1 Demak] nderek bingah & urun rembug


 
maturnuwun mas dul arif atas datanya & maturnuwun pula mas anis chariri atas 
petunjuk "problem solve"-nya dari keluarga besar undip.
 
jujur dari hasil pengamatan saya bersama teman-teman kantor, banyak yang 
menyampaikan pendapat bahwa ajang pemilihan caleg saat ini cenderung menjadi 
lahan baru bagi para pencari kerja, artinya banyak caleg2 yang mendaftarkan 
diri itu bukan berasal dari kaderisasi partai2 melainkan orang-orang yang 
notabene tidak memiliki pekerjaan tetap, kurang aktif berorganisasi, namun 
memiliki modal keuangan cukup untuk mengikuti proses pemilihan caleg tsb. 
(MOHON MAAF BAGI PARA CALEG YG BENAR2 MURNI DARI KADERISASI PARTAI) Bila latar 
belakang keorganisasian saja masih awam, bagaimana mungkin dia bisa 
mengakomodasi suara-suara rakyat yang dia wakili?
 
Sebagai gambaran, teman-teman mungkin banyak yang tahu. Rekoris KRT Soegeng 
Soejoto PJ, SH. M.Hum. berhasil tercatat di MURI atas prestasinya Menjabat 
Ketua RW 07 sekaligus merangkap Ketua RT 02 Terlama, 44 Tahun (Sejak Tahun 1964 
sampai Sekarang 2008) di Kelurahan Lempongsari Kecamatan Gajahmungkur, Semarang.
Paling tidak orang-orang seperti inilah yang telah terbukti mengabdikan dirinya 
untuk kepentingan rakyat, khususnya warga Gajahmungkur. Namun demikian beliau 
saja masih merasa tidak cukup memiliki bekal untuk menjadi caleg.
 
Sebenarnya bukan hal yang mustahil bila latar belakang pendidikan caleg2 
sekarang ini lebih bagus kualitasnya dibanding caleg2 produk lama, tapi 
kebijakan dalam mengambil sikap seringkali tidak bisa diperoleh secara instan. 
Jadi, menurut hemat saya, alangkah mulianya bila para caleg2 kita nanti 
memiliki 3 bekal dasar sebelum benar-benar mantap akan bertarung dalam 
perolehan kursi di dpr/dprd, yakni 1. memiliki program pribadi & partai minimal 
dalam 5 tahun ke depan, 2. memiliki wawasan & orientasi kerakyatan yang ikhlas 
(dibuktikan dari pengalaman keorganisasian dan sosialisasi kemasyarakan yang 
pernah dilakukan), 3. memiliki pendidikan dan modal keuangan yang cukup untuk 
menghindari peluang2 kolusi & korupsi, kalo nepotisme sih bagi saya tergantung 
kemampuannya asal gak kebangeten. Betul gak???
Ok, cukup dulu ah...dah sore nih.
 
salam kompak
dyah-pusdok sm
 
 
--- On Fri, 20/2/09, Anis Chariri <[email protected]> wrote:

From: Anis Chariri <[email protected]>
Subject: Re: [SMUN 1 Demak] Gaungkan, serukan! Jangan Biarkan Demak Bangkrut 
dan Kumuh!
To: [email protected]
Date: Friday, 20 February, 2009, 10:07 AM










Thanks, Itu yang sedang kami pikirkan. Akuntansi UNDIP sekarang sedang 
mendesain Program Akuntansi Forensik. Program ini nantinya kami dedikasikan 
pada mereka yang peduli pada pencegahan dan pemberantasan korupsi. 
Mudah-mudahan kelar akhir Februari ini. Mudah-mudahan juga setelah nanti kami 
sosialisasikan ke beberapa instansi termasuk PEMDA DEMAK dapat diterima. Yang 
sering kami hadapi, proposal sering ditolak hanya karena tidak punya kedekatan 
dengan "pejabat" tertentu, tidak peduli sebaik apapun proposal yg kami ajukan. 
Toh kita semua tahu bahwa tugas utama kita dlm hidup adalah  "Rahmatan Lil 
Aalamiin!" bukan "Rahmatan Kincring-kincring, nyaris thak ther dengar"

Semangat Bro! tetap CADAS!

Salam SMART

Anis Chariri 
Deputy Director for Academic Affairs 
Master of Accountancy, Diponegoro University 
Jl. Hayam Wuruk No. 5 Semarang 50241 INDONESIA 
Phone: (024) 8452273 Fax: (024) 8452274 
www.maksi.undip. ac.id
Welcome to SMART Community 
(Scepticism, Motivation for excellence, Attitude of curiousity, Responsibility 
and Truth)


--- On Fri, 20/2/09, hizbullah.arief@ gmail.com <hizbullah.arief@ gmail.com> 
wrote:

From: hizbullah.arief@ gmail.com <hizbullah.arief@ gmail.com>
Subject: [SMUN 1 Demak] Gaungkan, serukan! Jangan Biarkan Demak Bangkrut dan 
Kumuh!
To: smu1de...@yahoogrou ps.com
Date: Friday, 20 February, 2009, 2:52 AM




Mas Anis terima kasih, asyik...ini jago jago akuntansi sudah pada bicara, 

ayo pada cerita dong bagaimana modus operandi korupsi, supaya warga demak nggak 
gampang di bohongi, 

atau dari sektor swasta ada yang bisa cerita bagaimana pengalaman ikut tender 
di demak 

"Jangan biarkan Demak tercinta bangkrut dan kumuh!" 

Ini bisa jadi tema kampanye kita melalui milis ini.

Ayo semuanya gaungkan, say it out load! 

-----Original Message-----
From: Anis Chariri
Sent: 02/20/2009 10:23:00
Subject: Re: [SMUN 1 Demak] APBD Demak

Wah,...asyik nih diskusinya. Kasus APBD Demak pada dasarnya dapat dilihat dari 
berbagai perspektif. Menggenjot dana APBD bukan sekedar membalikkan telapak 
tangan (bener gak ya telapak tangan bisa dibalik). Tidak juga sekedar menata 
prosedur, teknik dan faktor lain yang bersifat prosedural. Mencari sumber dana 
untuk kepentingan jangka panjang bukan barang gampang, perlu perubahan cara 
pandang. Kalau menghabiskan dana, itu yag paling gampang. KORUPSI merupakan 
cara termudah menghabiskan dana, paling masuk penjara, paling turun tahta, 
paling malu (kalu masih punya). Kayaknya, utk ndandani APBD perlu perubahan 
budaya mulai dari masyaraktnya, perangkatnya, pejabatnya, anggota DPR, dan 
stakeholder lainnya. Jangankan mencari sumber dana utk APBD, individu tertentu 
(silahkan dicari sendiri) mikirnya tidak lagi kepentingan masyakat. Yang 
dipikirkan hanya kantong sendiri. Jujur, silahkan ditanyakan pada CALEG mengapa 
mereka mendaftarkan diri. Apakah mereka
mencalonkan diri utk murni kepentingan rakyat? BULL SHIT! (sorry). Memang 
sebagain caleg mungkin ada yg berorientasi pada rakyat. Tapi hati, mata, dan 
rasa yang saya miliki mengatakan bahwa sebagian besar individu mengajukan diri 
jadi CALEG krn menganggap anggota dewan = profesi, bukan lagi pengabdian. 
Lihatlah dan bandingkan dengan CALEG di negara yg demokrasinya mapan... Mereka 
rata-rata tidak mikir cari duit! Tapi pengabdian, kalah ya tetep ndukung 
partainya. Nggak seperti di sini, kalah, nggak laku...beda pendapat.... . 
..bikin partai baru....kayak bikin onde-onde saja bro!

Sorry bro, aku nulis sambil melayani KRS mhs, jadi mungkin agak nggak genah!

Anis Chariri 
Deputy Director for Academic Affairs 
Master of Accountancy, Diponegoro University 
Jl. Hayam Wuruk No. 5 Semarang 50241 INDONESIA 
Phone: (024) 8452273 Fax: (024) 8452274 
www.maksi.undip. ac.id
Welcome to SMART Community 
(Scepticism, Motivation for excellence, Attitude of curiousity, Responsibility 
and Truth)

--- On Fri, 20/2/09, zain mahasin <zaenal...@yahoo. com> wrote:
From: zain mahasin <zaenal...@yahoo. com>
Subject: Re: [SMUN 1 Demak] APBD Demak
To: smu1de...@yahoogrou ps.com
Date: Friday, 20 February, 2009, 1:54 AM

Mas DUl ARIF, Terus pertanyaannya ?
 
- Bagaimana usaha pemerintah daerah saat ini ? apa hanya sekedar pemerintahan 
administratif ? (mungkin mas arif lebih mafhum)
- Trus apa yang sudah di lakukan oleh anggota dewan ? ngurusin aspirasi 
pedagang pasar Bintoro aja ga selesai2.
-Pendapatan pajak sekarang hanya 8 M, dengan dinaikannya pajak reklame, 
retribusi apakah menjamin pendapatan daerah lebih dari 500M ?
- Kalau terkait dana pendapatan dari perusahaan daerah yang hanya 1.6 
M, ngurusin perusda aja banyak yang bangkrut, terus mau usaha apa lagi ? 
- Terus kalau toh pendapatan pajak dapat dinaikkan, apakah pendapatan dari 
sektor pajak ini akan menjamin kemandirian suatu daerah ? potensi masalah, 
bagaimana dengan pengawasannya ?KPK di Demak aja belum ada.
 
saya pribadi menilai selama kontrol masyarakat Demak lemah, masyarakat banyak 
yang bodoh, demonstran bayaran berkeliaran, orang-orang kritis dan idealis 
banyak keluar dari Demak, orang - orang pintar Demak yang pintar dan amanah 
cari rezki di luar demak. DEMAK pastilah jadi lahan subur tumbuhnya orang-orang 
yang tamak dan serakah.Wallahu a'lam Bisshowab.
 
(warga asli Bintoro)
 
 
 
 
--- On Fri, 2/20/09, Safira Machrusah <safira.machrusah@ gmail.com> wrote:

From: Safira Machrusah <safira.machrusah@ gmail.com>
Subject: Re: [SMUN 1 Demak] APBD Demak
To: smu1de...@yahoogrou ps.com
Date: Friday, February 20, 2009, 7:35 AM

Mas Dularif, assalamu 'alaikum.

Senang bisa ketemuan di milis ini. Eh, Toad Hall perlu imam lho.... :) 

Wah, sudah pindah ke Jakarta ya? Sejak kapan dan tinggal dimana? Terus keluarga 
sudah boyong ke Jakarta semua? Semoga Mas Dularif sekeluarga sehat wal afiat. 
Btw, selamat ya untuk Dirjen Pajak yang sudah bisa ngumpulin 12 juta NPWP 
(meski mungkin dibanding di Australia masih kecil ya jumlahnya). Usul dong, 
untuk bisa online mengurus NPWP. 

Terimakasih ya, semoga sukses di Jakarta.

Salam,

Rosa

2009/2/20 muh dularif <muh_dularif@ yahoo.com>

mbak rosa,

saya dularif yang tinggal di toad hall mbak..
rumah saya di malang
kita sering ketemu waktu di canberra..
sekarang saya kerja di kantor pusat direktorat jenderal pajak..jakarta. .

--- On Thu, 19/2/09, Safira Machrusah <safira.machrusah@ gmail.com> wrote:

From: Safira Machrusah <safira.machrusah@ gmail.com>

Subject: Re: [SMUN 1 Demak] APBD Demak
To: smu1de...@yahoogrou ps.com
Date: Thursday, 19 February, 2009, 5:17 PM

Salam,

Terimakasih Mas Dularif untuk analisis dan solusi-solusi yang diajukan untuk 
pengembangan Kabupaten Demak. Semoga Anggota DPR-Ri yang mewakili Kabupaten 
Demak, Kudus dan Jepara bisa memperjuangkan beberapa hal itu. 

Ngomon-ngomong, ini Mas Dularif yang di BI Malang? Kalau benar, wah seneng bisa 
ketemu di milis ini.

Safira Machrusah [Rosa]
Caleg DPR-RI untuk Demak, Kudus dan Jepara
PKB - 13 Nomer Urut 3
http://safiramachru sah.blogspot. com/

Pilihlah calon legislatif yang memperjuangkan kepentingan anda

2009/2/19 muh dularif <muh_dularif@ yahoo.com>

Melihat APBD Demak, kita akan lebih memelas lagi.

Sebagai contoh, Realisasi APBD (Audited BPK) tahun 2006 (ini APBD terbaru yang 
bisa saya peroleh), menunjukkan bahwa dari Total APBD sebesar 525 milyar, 86 % 
nya (452 Milyar) digunakan untuk belanja rutin (gaji pegawai dan belanja 
perlengkapan kantor). sementara proporsi belanja modal hanya 6.94 %. 

Dari sisi pendapatan, PAD Demak hanya menyumbang 33 Milyar atau 6.44%. Dari 33 
Milyar PAD tersebut, retribusi daerah menjadi penyumbang terbesar (15.9 
Milyar), diikuti Pajak Daerah dan Lain-lain sebanyak masing-masing 8 Milyar. 
Sedangkan Perusahaan Daerah yang dimiliki oleh Pemda hanya menyumbang 1.6 
Milyar. 

Sementara itu total transfer dari Pemerintah Pusat (dikenal dengan istilah dana 
perimbangan dalam ilmu keuangan Negara) ke Demak sebesar 464 Milyar (88.37% 
dari total APBD) dan Transfer dari pemerintah provinsi sebesar 27 Milyar atau
5.20 %. Dari Transfer Pusat sebesar 464 Milyar tersebut, komponen terbesarnya 
adalah DAU sebesar 408 Milyar, diikuti DAK sebesar 29 Milyar, dan selanjutnya 
Dana bagi hasil pajak sebesar 25 Milyar dan dana bagi hasil non pajak hanya 
sebesar 0.5 Milyar.

Dengan demikian kita bisa melihat, bahwa ibarat rumah tangga, untuk makan 
sehari-hari saja, kita harus bergantung kepada "sumbangan" dari orang tua kita. 
Hal ini sangat memprihatinkan kita, karena tanpa kemandirian kita sulit untuk 
berkembang. Di samping itu, ke depannya, jika diterapkan otonomi "murni", 
dimana belanja rutin adalah tanggung jawab sepenuhnya pemerintah daerah, maka 
hampir bisa dipastikan bahwa Pemda Demak akan bangkrut dan terjadi demo 
besar-besaran dari PNS-nya karena Pemda tidak mampu lagi membayar gaji mereka. 

Ada beberapa solusi yang bisa ditawarkan untuk mengatasi masalah ini. Yang 
mungkin bisa kita lakukan adalah meningkatkan PAD terutama menyangkut beberapa 
pos. Yang
pertama adalah peningkatan penerimaan dari Pos Pajak Reklame. Jalan Nasional di 
wilayah Demak yang membentang dari Perbatasan Kudus hingga Perbatasan Semarang 
sepanjang 39.55 km adalah potensi yang sangat besar. ada beberapa cara untuk 
meningkatkan pendapatan dari pajak reklame. Salah satunya adalah delegasi 
wewenang ijin dan pengawasan dari Bupati kepada camat. Kemudian, atas 
pendapatan yang diterima, para pegawai yang terlibat dalam proses tersebut 
mendapatkan upah pungut retribusi sebanyak 5 % dari pendapatan. cara ini 
terbukti efektif di beberapa daerah seperti Malang, dimana para pegawai sangat 
rajin meneliti reklame dan tidak segan-segan untuk mencopotnya jika ternyata 
telah kadaluwarsa ijinnya. birokrasi yang terlalu berbelit seperti yang diatur 
dalam Perda No 13 tahun 2002, dimana untuk reklame dengan ukuran > 3 m harus 
ijin bupati semestinya di ubah menjadi lebih sederhana. Mungkin untuk bando 
atau billboar dengan ukaran lebih dari 3x5 meter
memang harus dengan ijin dinas kimpraswil dlam rangka menjamin keselamatan 
masyarakat, namun untuk reklame kecil, cukup camat yang memberi ijin.

Pos kedua yang masih mungkin ditingkatkan adalah retribusi Tempat Pelelangan 
Ikan. seperti kita ketahui, banyak wilayah Demak yang cukup bagus untuk 
dikembangkan TPI-nya, seperti Kecamatan Bonang dan Kecamatan Wedung. akan 
tetapi, yang penting untuk diingat adalah, bahwa pemda harus memperbaiki 
infrastruktur jalan dan pelabuhan sehingga perahu atau kapal yang lumayan besar 
bisa mendarat di Pantai atau pelabuhan yang ada. lagi-lagi ini terkait masalah 
dana. tapi apakah tidak mungkin, jika Pemda menawarkan kepada investor dengan 
model BOT (built, Operate and transfer)?

Bidang lain yang mungkin pula dikembangkan adalah menawarkan Demak sebagai 
bandara (airport) yang baru menggantikan Bandara Ahmad Yani Semarang. 
Sebagaimana kita ketahui, Bandara ahmad yani, hampir tiap tahun selalu banjir, 
sehingga
beberapa kali penerbangan dan pendaratan tidak bisa di lakukan. Dengan melobi 
pemerintah pusat dan provinsi, Demak mungkin bisa menjadi alternative untuk 
menjadi bandara yang baru. sebagai info tambahan, bandara Juanda bukanlah 
terletak di Surabaya, tetapi terletak di Sidoarjo. saya kira masih banyak 
lokasi di Demak yang bisa menjadi alternative tempat pembangunan Bandara...

yang terakhir ini, mungkin sekedar usulan. sekarang kan musim kampanye, nah 
tidak mungkinkah Demak, baik Pemerintah atau LSM untuk membuat kontrak politik 
dengan calon wakil Dapil Demak untuk memperjuangkan tambahan DAK, baik untuk 
terminal, pelabuhan, atau kalo mungkin pengembangan bandara di Demak?

New Email names for you! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does! 

-- 

New Email addresses available on Yahoo! 

Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!

-- 
Safira Machrusah
Calon Legislatif untuk DPR-RI
Partai Kebangkitan Bangsa (No. 13) No Urut 3
http://safiramachru sah.blogspot. com/
Pilihlah calon legislatif yang memperjuangkan kepentingan anda











Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/



New Email addresses available on Yahoo! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does! 
















      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke