RSUD Kekurangan Tenaga dan Alat
JUMAT, 20 FEBRUARI 2009
DEMAK—Minimnya jumlah tenaga medis, karyawan dan perlengkapan medis di Rumah
Sakit Umum Daerah (RSUD) Sunan Kalijaga Demak, dirasa sangat merepotkan oleh
pihak rumah sakit dan masyarakat di sekitarnya. RSUD masih membutuhkan sejunlah
dokter spesialis.
Humas RSUD Sunan Kalijaga Demak Sukardjo SKM MKes mengatakan, saat ini tenaga
medis yang tidak ada dan se-sungguhnya sangat dibutuhkan antara lain dokter
spesialis radiologi, spesialis penyakit dalam, spesialis anastesi, spesialis
patologi, spesialis anatomi, tenaga keperawatan dan kebidanan. Sedangkan untuk
staf adalah tenaga pemasaran dan humas.
Selain itu, keberadaan fasilitas medis yang selama ini dirasa minim membuat
RSUD tidak dapat melayani pasien secara maksimal. “Beberapa alat yang kami
butuhkan dan belum ada di RS ini antara lain fotometer untuk pemeriksaan darah,
CT scan untuk scanner bagian jaringan tubuh, dan hemodialise atau alat cuci
darah,” katanya.
Selama ini RSUD Sunan Kalijaga memang masih digolongkan sebagai rumah sakit
klas C. Beberapa upaya untuk menaikkan standar kelas rumah sakit, selama ini
telah dilakukan oleh RSUD Sunan Kalijaga diantaranya bekerjasama dengan
berbagai universitas menuju rumah sakit klas B pendidikan.
Tidak hanya itu, RSUD Sunan Kalijaga juga berharap, sistem pengelolaan keuangan
yang selama ini berjalan akan segera diganti. “Selama ini untuk pengelolaan
keuangan, kami menggunakan sistim Satuan Kerja Perangkat Desa (SKPD) dimana
uang seluruhnya masuk ke kas daerah. Sehingga jika kami membutuhkan dana guna
kegiatan operasional, maka kami harus menunggu dana APBD cair terlebih dahulu,
“ katanya.
Perubahan pengelolaan keuangan yang diharapkan dari rumah sakit ini adalah
menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dimana rumah sakit memiliki
kewenangan penuh untuk mengelola keuangan sesuai dengan kebutuhan. (eny/ton)
Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3
http://downloads.yahoo.com/id/firefox/