--- Pada Sel, 10/3/09, Suksmadi Priasmoro <[email protected]> menulis:
Dari: Suksmadi Priasmoro <[email protected]> Topik: Norwegia Kepada: "Adie Purwanto" <[email protected]>, "Teguh Aditya" <[email protected]>, "Henti Andari" <[email protected]>, "Bagus Purnomo" <[email protected]>, "Hendra Binekas" <[email protected]>, "Darso" <[email protected]>, "Dethy" <[email protected]>, "Ratu Devi" <[email protected]>, "Haryadi dogol" <[email protected]>, "Arman Donida" <[email protected]>, "Ratu Eva" <[email protected]>, "Rizki Garawan" <[email protected]>, "Slamet Hariyanto" <[email protected]>, "Diah R Harsanti" <[email protected]>, "Haryadi" <[email protected]>, "Hendri" <[email protected]>, "iswi" <[email protected]>, "Riswanto Jack" <[email protected]>, "Kukuh Kusworo" <[email protected]>, "Lukman" <[email protected]>, [email protected], "Niariza" <[email protected]>, "Nico" <[email protected]>, "Rini Lestari" <[email protected]>, "muqo Robin" <[email protected]>, [email protected], "Ari SSR" <[email protected]>, "Tri Subandoro" <[email protected]>, "Teguh Sunaryadi" <[email protected]>, "Hendra Suparta" <[email protected]>, "tata" <[email protected]> Tanggal: Selasa, 10 Maret, 2009, 3:10 AM Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia OSLO — Pemerintah Norwegia menyetujui peraturan baru, yakni mengijinkan aturan seragam polisi untuk mengakomodasi jilbal. Keputusan itu langsung saja mendapat sambutan suka cita komunitas Muslim di negara Skandinavia tersebut. Ini adalah bentuk sikap baik dan terbuka terhadap komunitas Arab dan Muslim di Norwegia," ujar Brahim Belkilani, kepala Liga Islam di Norwegia," seperti yang dilansir oleh IslamOnline.net, 5 Februari lalu. Pemerintah mengumumkan keputusan tersebut Rabu (4/02) lalu, menyatakan jika anggota polwan dapat mengenakan jilbab jika mereka menginginkan. Keltoum Hasnaoui, 23 tahun, Muslim berdarah Ajazair, telah mengirimkan surat petisi kepada Menteri Hukum dan Keadilan, yang berisi tulisan ingin bekerja dalam kesatuan polisi tanpa melepaskan jilbabnya. "Setelah dinasehati oleh Direktorat Kepolisian, akhirnya diputuskan aturan untuk seragm polisi akan dimodifikasi dengan memasukan pasal membolehkan penggunaan pentup kepala--untuk tujuan keagamaan--bersama dengan seragam," ujar Menteri dalam sebuah pernyataan tertulis. Direktur Dewan Polisi Nasional, Ingelin Killengreen mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian upaya pengadilan untuk memberdayakan komunitas Muslim. "Kami pikir perlu untuk memberdayakan secara luas, dan mengembangkan kesatuan polisi yang mencerminkan seluruh kelas masyarakat, tanpa memperdulikan agama dan etnis. Ini lebih penting ketimbang menuntut seragam yang netral," ujarnya. "Sangat penting bagi seluruh elemen dalam masyarakat kami merasa sebanding dalam hubungannya dengan polisi," imbuh Menteri lagi Bekilani, pemimpin Muslim berharap aturan baru itu akan mendorong wanita Muslim lain untuk bergabung dengan kepolisian. Beberapa negara Eropa lain, yang telah mengijinkan penggunaan jilbab dalam kesatuan polisi adalah Swedia dan Inggris. Integrasi. Belkilani, meyakini jika mengakomodasi kebutuhan religius umat Muslim dalam kepolisian akan memperkuat stabilitas dalam masyarakat. "Politisi mengirimkan pesan jelas kepada komunitas Muslim dan Arab jika kelompok ini tidak didiskriminasi," ujarnya Ia juga percaya jika komunitas Islam akan menikmati seluruh hak seperti halnya warga lain di masyarakat. "Hukum memperlakukan seluruh organisasi keagamaan tanpa perbedaan," ujar Belkilani. " Jumlah umat Muslim di Norwegia diperkirakan berjumlah 150 ribu orang, dalam populasi total sebesar 4,5 juta penduduk. Mayoritas Muslim berasal dari latar belakang Pakistan, Somalia, Irak, dan Maroko. Kini terdapat hampir 90 organisasi Muslim dan Pusat Islam di seantero Norwegia./it Link Sumber : Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
<<attachment: Norway.jpg>>
