haluuuuuu semua.
melihat cuplikan video dan cerita anak-anak korban trafficking dari dik robin,
sy jadi ikut prihatin. betapa keji sekali orang-orang yg menghalalkan semua
cara untuk mendapatkan uang, dan saya yakin pemotongan ginjal dan lidah itu
karena ada kaitannya dalam jual beli narkoba. keprihatinan sy tsb sy tuangkan
dalam tulisan berikut (bukan berarti tambah menakut-nakuti loh...), semoga
keluarga kita terhindar dari orang-orang keji itu.
ini setting-nya dari dalam negeri aja. dari beberapa cerita/wawancara dengan
pelaku, korban, bahkan polisi yang menangani /terlibat kasus tersebut, memang
banyak yang menyimpulkan bahwa peredaran narkoba merupakan LINGKARAN SETAN yg
susah diurai.
1. alkisah seorang temanku paha dan betisnya banyak terlihat gambar plate
setrika, itu berarti dia ditempeli setrika panas berkali-kali. tatkala
kutanya kenapa begitu, dia jawab dengan sikap dan bicara yg sudah seperti anak
ideot (padahal postur dan parasnya yg blesteran masih terlihat bahwa dia adalah
anak gedongan), " habis disiksa teman-teman, mbak." (loh...kok bisa?) "saya
ditagih suruh bayar cimeng yg lalu, tp sy gak dikasih duit ama mami. saya jual
perabot rumah juga masih belum cukup, malah sekarang diusir papi."
2. seorang narapidana (pengedar narkoba) yang sudah menyesal sempat curhat
kepada sy. katanya, " jadi biar buat referensi teman-teman yg lain lah, mbak.
siapa saja yang jadi pengedar narkoba itu pasti gak bakal selamat. polisi sudah
tahu bahwa saya beraksi, tapi dibiarkan "gemuk" dulu. setelah terlihat banyak
harta, baru diciduk. kalo uang saya cukup untuk menyelesaikan perkara tersebut,
mereka bakal merayu habis-habisan agar saya mau beraksi lagi. trus
diciduk/diperas lagi, padahal supply barang juga berasal dari oknum polisi
(mungkin dari hasil barang sitaan kali ya?). kalo saya keciduk lagi dan uang
saya kurang serta keluarga saya juga tidak punya uang untuk menebus saya,
paling-paling dibuat skenario dan "dorrrr", hahaha..... . udah deh, mbak.
bilangin semua aja, jangan ada yang coba-coba deket dengan narkoba."
3. seorang yang berhasil lolos dari konsumsi narkoba bercerita, "mungkin tujuan
saya baik untuk bisa keluar dari belenggu narkoba, tapi terlalu banyak hal
yang menjadi korban dan saya korbankan. tatkala saya mendengar sahabat saya
bunuh diri karena tak tahan tersiksa saat sakaw, saya berobat ke seorang dokter
yg sudah profesor. dengan sabar dan tekun dokter tsb membantu terapi saya lebih
dari 6 bulan secara intensif. otomatis saya tidak bekerja dan tidak punya hasil
karena saya seorang swasta, tp kemauan menyelesaikan terapi begitu kuat. apakah
saya salah dengan tujuan itu? tapi istri saya tidak terima dengan usaha saya
itu karena biaya yang dikeluarkan banyak. akhirnya istri minta cerai. semua
harta dan tabungan dia minta.
alhasil saya sembuh, tapi tagihan terapi sangat banyak, padahal saya tidak
punya uang sesen pun. untung dokter saya itu berbaik hati, mungkin karena dia
kenal om saya yang juga seorang dokter. atas rekomendasi dokter tersebut, saya
bisa keluar dari rumah sakit. kemudian saya menjadi sopir truk, sedikit demi
sedikit akhirnya saya bisa melunasi biaya rumah sakit itu.
saya tetap bersahabat dengan dokter tersebut. suatu ketika saat sedang
menyopir, saya ditelpon dokter itu. sebagai sahabat saya segera menjumpainya,
ternyata dia terserang kanker sumsum tulang akut. saya tidak tega dan tidak
bisa membayangkan bagaimana rasa sakit yang dideritanya. untuk itu, sy bersedia
menyuntikkan morfin ke tubuhnya agar dapat mengurangi rasa sakitnya sesuai
permintaannya. tragis ya, dulu saya dia suntik untuk membantu terbebas dari
narkoba kok saya malah dia minta menyuntikkan narkoba."
teman-teman, masih banyak lagi cerita, tapi jariku dah minta tidur sih.....ok
cu gbu......
dyah-pusdok sm
Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/