*Jual beli suara paska Pemilihan Umum 2009, sebuah pengkhianatan*

Saya sudah mulai mendengar tentang jual-beli suara hasil Pemilihan Umum ini
sejak Pemilu 2004. Namun suaranya masih semilir belum begitu keras. Tapi
agaknya dalam Pemilu 2009 yang baru lalu, praktek ini menjadi semakin
transparan. Apalagi dengan aturan suara terbanyak, para pedagang dan pembeli
suara lewat broker-broker itu tak lagi sembunyi-sembunyi.

Hal ini betul-betul menyedihkan. Karena suara sebagian masyarakat yang
dengan hati tulus dan kejujuran diberikan kepada orang-orang yang layaknya
mereka percaya, dengan semena-mena digadaikan kepada pihak lain dengan
imbalan uang. Sebuah pengkhianatan, benar-benar sebuah pengkhianatan.

Mungkin ada yang berdalih daripada suara-suara itu "mubadzir", kan lebih
baik berguna. Bagi saya hal itu berguna untuk siapa? Individu-individu caleg
dan broker-broker politik yang melakukan transaksi itu bukan? Apakah itu
berguna untuk para pemilih? Yang jelas para pemilih sudah meluangkan waktu,
energi dan uang untuk datang ke TPS. Apalagi kalau hal itu ditambah dengan
harapan agar mendapatkan anggota legislatif yang sesuai dengan aspirasinya.
Dan dengan mudah, upaya, kepercayaan dan harapan pemilih itu dijual! Sungguh
menyakitkan!

Selanjutnya:
http://safiramachrusah.blogspot.com/2009/04/jual-beli-suara-paska-pemilihan-umum.html


Salam,

*Safira Machrusah*

Kirim email ke