analogi:
dulu.....SPP sebulan Rp7000 (kalo ga salah). itu saja susah bayar. setelah 
lulus ga bisa kuliah karena mahal.
sekarang.... bayar SMU sama dengan bayar kuliah? (ditunggu konfirmasinya) jadi 
kalo memang itu benar, SMU=universitas. kalo ga bisa bayar kuliah berarti ga 
bisa masuk SMU1 donk....dhuh...lieurrrrrr....

kalo standar internasional cuman bisa dicapai dg uang, ujung-ujungnya hanya 
anak orang kaya yg bisa sekolah (terlepas dari kemampuan akademiknya-ga berarti 
ga ada yg pintar dan kaya lho). misal setahun SMU bisa nampung sekian siswa. 
normalnya yg 50% mampu, 50% menengah ke bawah. 75% pintar, 25% rata-rata ke 
bawah (atau 50:50 tergantung batasan pintar itu semana). jika biaya jadi 
halangan, misal yg 50% kurang mampu akhirnya tidak bisa sekolah di sekolah 
pilihannya (walaupun kemampuan akademik mencukupi atau bahkan di atas 
rata-rata). misal (lagi) akhirnya yg 50% diisi oleh siswa dengan kemampuan 
akademik rata-rata ke bawah tapi ortunya siap menyuntikkan dana demi standar 
internasional yg hendak dicapai. dipukul rata, kompromi pemasukan dana akan 
diimbangi dengan turunnya kualitas akademis siswa. pilih mana ya...idealnya 
sih, dana masuk, orang-orang pintar masih bisa sekolah

nobody's perfect; but nothing's impossible...
mudah-mudahan langkah besar SMU1 menjadi sekolah berstandar internasional bisa 
sukses tanpa mengorbankan siswa-siswa pintar yg kurang mampu, semoga...

n.e.lulusan 1993


From: ari sentani <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, June 26, 2009 0:56:10
Subject: Re: [SMUN 1 Demak] grup face book

pihak sekolah belum konfirmasi dan belum ada itikad buat ngumpulin alumni, 
padahal sudah ada IKA. tapi ntar dicoba deh.
SMAN 1 sekarang, sedang menyiapkan dalam tahap Rintisan Sekolah Berstandar 
Internasional. semua daya upaya dikerahkan kesana. bahkan kabar terakhir 
menyebutkan, akan ada rasionalisasi organisasi ekskul di SMA. yang tidak 
memiliki kontribusi terhadap SMA akan dihapuskan, alasannya adalah penggunaan 
dana yang tidak perlu untuk beberapa ekstra yang tidak memberikan timbal balik 
kepada SMA. Padahal tidak semua ekstra memiliki ajang kompetisi, terlebih di 
Demak yang minim kompetisi bagi ekstra semacam teater, paskibra ataupun 
pencinta alam . selain itu, pihak SMA akan membebankan biaya persiapan menjadi 
sekolah berstandar internasional kepada siswa baru dengan sumbangan yang hampir 
sama dengan dana saya saat kuliah. tapi hal ini perlu dikonfirmasi lebih 
lanjut. 
padahal sebenarnya jika kita mampu memanfaatkan jaringan alumni dengan 
sebaik-baiknya maka tidak perlu memberatkan para siswa dengan cara seperti itu. 
dengan bantuan alumni siapa tahu SMA ! bis memberikan pendidikan gratis kepada 
siswa dan biaya pendidikan bisa ditanggung bersama oleh para alumni yang telah 
sukses atau bisa juga dengan membangun unit usaha yang dikembangkan oleh alumni.
mungkin ada tanggapan atas hal ini?

dengan hormat,
Ari Sentani (lulusan tahun 2003)


      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke