Hehe..biasa aja Mas Permana, orang bebas untuk berpendapat. :D. Kalau diskusinya melebar itu adalah sebuah kewajaran dalam milis. Salam dari Lembah Sungai Nil, Faisal ~cahangonunto~
Permana Ari Prasetya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: saya kembali menekankan. Kita tidak usah memperhatikan priyayi atau tidak. yang terpenting adalah menyelamatkan budaya kita. Kita tidak usah mikir jauh-jauh ke kraton atau golongan priyayi. Tetapi kita pikirkan diri kita sendiri (bukan berarti egois). Apa sumbangsih kita terhadap bahasa ibu kita ini. Saya tidak menentang ketika kita belajar bahasa asing namun seyogyanya kita tidak melupakan bahasa kita sendiri. Kalau masalah keotoriteran maka saya menganjurkan kita jangan jadi tua. Karena kalau kita menjadi tua maka kita juga akan otoriter menyuruh orang yang lebih muda untuk hormat kepada kita yang tentunya termasuk dalam berbahasa. Contoh apakah kita akan mengijinkan anak kita berkata " Babe lu dah makan belum ?" tentunya kita akan menganjurkan atau bahkan akan menekan anak kita untuk berkata " ayah sudah makan belum?" atau "papa sudah makan atau belum?". Coba kita berpikir simple aja tentang diri kita. Nggak usah jauh-jauh mikir yang di kraton.. Apakah kita masih mengatakan "kula badhe kundur"...??? itu lucu banget Wassalam Permana Alumni IPA4 2002-2003 Tuturuga <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bahasa Jawa (kata byk org) memang adiluhung! Begitu juga dengan bahasa hewes-hewes.... (aku sendiri nggak iso bahasa hewes-hewes. hehehe) Bahasa Jawa dicipta melalui proses yang panjang dan diemong oleh para pujangga mumpuni. Maka tak heran jika hingga kini masih bertahan meski terasa semakin kurang peminat kromo inggilnya. Salah satunya disebabkan : tidak egaliter. Yang diuntungkan hanya yang merasa tua, berkuasa, berpangkat. Artinya yang menggunakan kromo inggil hanya wong cilik, wong ora pangkat. (inikah yang disebut sisi/nilai positif?) Aku berharap kromo inggil dipakai oleh orang besar kepada yang kecil, yang berpangkat kepada bawahannya, priyayi kepada abdinya. (apa ini disebut negatif?) Jika kita merasa kehilangan dengan kromo inggil, di sisi manakah saat ini kita berada? (yang berkromo inggil atau yang dikromoinggilkan) Jika hanya takut kehilangan "artefak" kebudayaan berupa bahasa adiluhung, mestinya kita menggugat para priyayi itu, so mereka yang jarang sekali menggunakan bahasa kromo inggil, mereka yang menerima tutur bahasa halus ini dari bawahannya.... Kaum priyayi mengajarkan kromo inggil kepada banyak orang (dengan tujuan) agar orang-orang itu bertutur sopan dan lembut pada priyayi agung tersebut. Dalam kromo inggil tidak ditemukan kata kasar, jorok, memaki, merendahkan, menghinakan, atau apapun itu yang bernilai rendah. Maka siapa yang diuntungkan dalam bertutur sapa? Jelas! dari pegamatan sepintas lepas orang pasti tahu siapa yang lebih tinggi derajatnya jika ada dua atau lebih orang berkomunikasi. Maaf banyak, tulisan ini (terasa) agak sarkas terhadap budaya jawa adiluhung, saya nulis begini belum tentu saya setuju dengan tulisan saya sendiri. =t= --- Permana Ari Prasetya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamu'alaikum > Saya tidak menekankan pada KRATON. Namun kepada > kerawanan budaya kita tergerus oleh jaman. > Bagaimanapun juga dalam khasanah budaya kita > tersebut > terdapat sebuah nilai yang positif yang semestinya > kita pertahankan. Buat saya what ever dengan kraton > dengan penguasanya yang bisa merasa sebagai Tuhan > bagi > rakyatnya atau yang lain. > > Sekali lagi saya tekankan bahwa yang saya angkat > disinai adalah ancaman hilangnya bahasa jawa dari > permukaan bumi (mungkin terlalu ekstrim). Dan bahasa > jawa itu yang memiliki adalah orang jawa bukan orang > Inggris atau bule yang lagi nongkrong sambil > leyeh-leyeh di pantai kuta. > > Hari ini saya mengikuti sebuah bedah buku dimana > dalam > acara tersebut mengatakan bahwa "bahasa adalah > sebuah > bentuk pemaksaan yang kita mau. Misalnya ketika kita > diberi tahu nama benda adalah botol maka kita akan > menurut. Hal itu berarti sebuah pemaksaan yang kita > mau. Dan ketika kita menerima itu maka bisa > diartikan > kita mau untuk dijajah dalam hal budaya" > > Akankah kita mau dijajah dengan bahasa hewes hewes. > Mengapa kita harus mau??? > > Wassalam > > Permana > Alumni IPA4 2002-2003 > > > --- ichalz alexander <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Tapi, pendapat saya para abdi dalem keraton zaman > > dulu pasti akan kagok jika disuruh untuk ngoko > > kepada Raja atau ratunya. Barangkali bagi para > > abdi/rakyat masa kerajaan merasa bangga jika > mereka > > menggunakan kromo inggil ketika bicara pada > rajanya. > > > > > > Salam dari Lembah Sungai Nil. > > > > Tuturuga <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ini pendapat agak ekstrem > > Bagi saya, bahasa itu hanya kesepakatan saja... > > Tetap lestari jika memang ada gunanya > > Akan musnah jika sudah dianggap tidak sesuai lagi > > Setiap zaman pasti ada trend mode-nya, termasuk > > bahasa > > Kita tidak mungkin (menganggap dan memaksa) > > menggunakan bahasa Bagongan (?) atau bahasa > keraton > > sebagai bahasa yang lebih baik, lebih sopan, lebih > > beretika, lebih bermartabat, lebih aristokrat. > > Jujur saja, menurutku dalam bahasa kromo inggil > itu > > sangat tidak demokratis dan egaliter (dalam > konteks > > ketatanegaraan/kerajaan zaman dulu). Bagi atasan, > ia > > menerima komunikasi bawahannya dengan kromo > inggil, > > tetapi ia dianggap (dan merasa) tidak bermartabat > > jika > > menggunakan kromo inggil kepada bawahannya... > > Apalagi yang saya tahu, dikromo inggil tidak > > terdapat > > kata atau kosakata yang bernada kasar, apalagi > > misuh! > > (adakah misuh yang menggunakan kromo inggil????) > > Singkatnya, dalam struktur pemerintahan (jawa) > zaman > > dulu kekuasaan itu tidak saja mengacu pada wilayah > > teritorial, kepangkatan/eselon, tetapi juga sudah > > masuk pada komunikasi (lisan dan tulisan). Proses > > ini > > tidak disadari dan berjalan berabad-abad.... > > Aku yakin, yang paling kehilangan jika kromo > inggil > > tidak lagi digunakan adalah para pembesar yang > > diuntungkan oleh ketimpangan (atau keharmonisan?) > > komunikasi ini... > > ----------- > > Saya juga yakin, raja zaman2 dulu bisa salah, > > presiden > > kita juga bisa salah, para menteri bisa salah, > > apalagi > > saya.... mungkin salah semua....!!!! Hahahaaa... > > > > Salam dari Gorontalo! > > > > =t= > > > > __________________________________________________ > > Do You Yahoo!? > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > > protection around > > http://mail.yahoo.com > > > > > > > > --------------------------------- > > Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone > Calls > > to the US (and 30+ countries) for 2¢/min or less. > > > > [Non-text portions of this message have been > > removed] > > > > > > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] --------------------------------- Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min. [Non-text portions of this message have been removed] ----Hapus qoute yang tidak relevan jika me-reply!---- Arsip milis ada di: http://www.mail-archive.com/[email protected]/ Situs sekolah ada di: http://www.smun2-jbg.sch.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://uk.groups.yahoo.com/group/smu2jombang/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://uk.docs.yahoo.com/info/terms.html
