----- Pesan Diteruskan ---- Dari: bobby habibullah <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Rabu, 17 Juni, 2009 17:03:36 Judul: Re: [upn-tk] Santai sambil minum Kopi panas... salam demokrasi... .. Pada 17 Juni 2009 09:19, Tifano Khristiyanto <Tifano.Khristiyanto @gastech- eng.com> menulis: > > >Ini bukan kampanye salah satu capres tapi hanya mengutip dari website dan >sepertinya sangat menarik untuk disimak > > >JK : Lugas, Santun, dan Kejujuran >Senin, 15/06/2009 13:44 WIB >Cetak | Kirim | RSS > > >Pada awalnya sangat diragukan. Dinilai elektabilitasnya sangat rendah. >Sehingga banyak kalangan politisi yang tidak berminat. Tapi, tokoh JK yang >memiliki karakter khas, dan rasa percaya dirinya yang tinggi, sekarang mulai >menuai hasil. > >Pertemuan dalam forum dialog yang sudah dijalaninya, dan diselenggarakan >berbagai media, mengantarkan dirinya lebih menjadi tokoh the ‘coming >president’, seperti yang diungkapkan Dr.Syafi’i Maarif, yang mengatakan JK, >adalah ‘the real president’. Tentu, JK yang mampu memberikan jawaban yang >lugas, santun, fokus, disertai dengan ‘sense of humor’ yang tinggi, dan >gayanya yang alami, tidak dibuat-buat, akhirnya menjadi pribadi yang menarik. > >Semalam, JK dihadapan audien yang penuh, disebuah studio telivisi terkemuka, >bertemu dengan tokoh lainnya, yaitu Mario Teguh. JK, dalam kesempatan ini >berhasil menjawab pertanyaan yang sulit, dan agak filosofis, seperti >menyangkut masalah keluarga, dan kejujuran, serta ketaladanan. JK, ketika >ditanya soal keluarga, dan kejujuran, menyatakan, 'Jika seseorang tidak dapat >jujur dengan istrinya, maka ia tidak akan pernah dapat jujur dengan siapapun', >ucap JK. JK, juga menilai keberhasilan seorang pemimpin itu, dimulai dari >memimpin keluarga yang kecil. > >Betapa, pernyataan ini mempunyai arti yang sangat penting, karena banyak >sekarang ini, pasangan suami istri, yang sangat tidak jujur satu sama lainnya. >Banyak pasangan yang gagal, tidak dapat melanjutkan bahtera hidup. Karena, >mereka dalam hidup berumah tangga tidak dilandasi oleh adanya ‘mutual trust’, >(saling mempercayai) , dan juga kehidupannya jauh dari nilai-nilai agama. >Semuanya, menjadi faktor pencetus, kegagalan, dan penyelewengan atau sifatnya >menjadi akud, dan membawa ketingkat destruktif. > >Pernyataan JK itu, mempunyai arti yang sangat penting, terutama bagi mereka >yang memiliki tanggung jawab, dan akan ikut terlibat dalam pengelolaan negara. >Tidak mungkin mereka dapat mengelola negara, dan memenuhi seluruh komitment >atau janjinya, jika mereka tidak memiliki pribadi yang jujur. Terutama, jujur >dengan keluarganya, istri, dan anak-anaknya. Mereka tidak akan pernah dapat >mengelola persoalan yang besar, jika mereka tidak dapat mengelola hal-hal yang >kecil, seperti persoalan keluarga. > >Betapa, sekarang banyak tokoh-tokoh politik, pemimpin, serta mereka yang >memiliki kedudukan yang tinggi, tapi gagal menciptakan kejujuran diantara >keluarganya. Antara suami dengan istri tidak jujur. Antara ayah dengan anak >tidak jujur. Antara seorang ibu dengan anak dan suaminya tidak jujur. Banyak >diantara mereka yang sebenarnya gagal mengelola keluarga, akibat tidak jujur >itu, tapi mereka menciptakan sebuah image (citra), yang penuh dengan harmoni. > >Dikalangan masyarakat Jawa, dikenal budaya harmoni, yang menggambarkan harmoni >dalam keluarga yang sangat ideal. Seperti dalam bentuk upacara, atau pergaulan >sehari-hari, yang penuh dengan adat-istiadat, yang sebenarnya, hanyalah >bersifat artifisial. Dulu, ada seorang tokoh, yang sangat luar biasa, dan >berkuasa, dan selalu mengadakan tradisi ‘sungkeman’, ketika ‘idul fitri’. >Seluruh keluarganya, anak,menantu, dan cucu,semuanya hadhir, dan memberikan >‘sungkem’ kepada ‘eyang’ kakung (kakek laki-laki) atau ‘eyang’ putri (nenek >perempuan), dan sambil duduk dihadapannya. Budaya penghormatan, dan berbau >feodal, yang sampai kini masih terus dipertahankan. Sebagai budaya harmoni. > >Dan, sekarang ini banyak, tokoh-tokoh yang ingin menciptakan citra harmoni, >yang selalu diwarnai dengan keakraban keluarga. Tapi, kenyataannya, dibalik >semuanya yang digambarkan itu, justru yang terjadi adalah ‘disharmoni’. Maka, >keluarga yang nampaknya harmoni itu, justru tidak harmoni, keluarganya pecah, >sampai akhirnya bercerai, dan melahirkan gambaran yang negative. Mengapa >menjadi seperti itu? Karena, faktor yang paling pokok tidak adanya kejujuran, >diantara anggota keluarga itu sendiri. > >Relasinya, tidak adanya kejujuran seorang suami terhadap istri, dan itulah >yang menyebabkan kehancuran keluarga. > >Di dalam Islam, posisi seorang suami mempunyai posisi ‘qowwam’ (memimpin), >tidak sebaliknya, seorang suami dipimpin dan diatur oleh istri, lebih-lebih >jika seorang istri sudah mempunyai posisi yang dominan, dan menghilangkan >peran dan otoritas seorang suami, maka itu sudah menyalahi kodrat. Dan, pasti >akan membawa kehancuran dalam hubungan keluarga. Inilah ketidak jujuran. >Seorang istri tidak jujur dengan posisinya. Betapapun, seorang istri yang >memiliki kemampuan superioritas sekalipun, tetap saja, ia tidak dapat >menyalahi kodratnya. > >JK, menempatkan istrinya Ny.Mufidah, tetap pada posisinya, seorang ibu, yang >bertindak mengurusi keluarga, dan anak-anaknya. Tidak ikut terlibat dalam >politik. Seperti, diungkapkannya sendiri, bahwa dia hanya diminta untuk >mengurusi keluarga oleh suaminya, JK. Ny.Mufidah, sebagai orang yang dekat >dengan JK, tidak kemudian terlibat dalam politik, dan ikut menentukan segala >sesuatunya, tapi lebih fokus kepada keluarga. Sejarah, pernah memberikan >gambaran, bagaimana seorang penguasa, yag memiliki kekuasaan yang begitu >besar, tapi ia lebih banyak dipengaruhi dan dikendalikan oleh istrinya, ketika >berkuasa dan mengelola negara. > >Tokoh yang lahir di Bone,Sulawesi ini, berbicara kejujuran, dan juga keteladan >di dalam keluarga, yang keduanya mempunyai dampak langsung, bagi keluarganya. >Mario Teguh berhasil mengangkat pribadi JK, secara terbuka dan jujur. Apakah >JK nanti dapat memperlakukan pemerintahannya dan negara ini, seperti dia >mensikapi terhadap istrinya dengan kejujuran? > >Betapa bangsa Indonesia di masa depan memerlukan pemimpin yang jujur. Sudah >berulangkali lahir pemimpin, dan memimpin bangsa Indonesia, tapi tidak banyak >mereka yang jujur. Jujur terhadap dirinya sendiri, keluarganya dan rakyatnya. >Kita butuh pemimpin yang jujur. Wallahu’alam. > >Sumber : www.eramuslim. com > >PT. Gastech Engineering >Certificate No: IA 3858 >Operate a Quality Management System that Complies with The Requirements of >BS-EN-ISO 9001:2000 >Provision of Engineering Consultant Services for Oil Gas >============ ========= ========= ========= ========= ========= ==== >Message has been scanned by GASTECH ENGINEERING System >This email and any files transmitted with it are confidential and intended >solely for the use of >the individual or entity to whom they are addressed. If you have received this >email in error >please notify the system manager. Please note that any views or opinions >presented in this >email are solely those of the author and do not necessarily represent those of >the company. >Finally, the recipient should check this email and any attachments for the >presence of viruses. >The company accepts no liability for any damage caused by any virus >transmitted by this email. >============ ========= ========= ========= ========= ========= ==== > Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/ [Non-text portions of this message have been removed]
