SEBUAH award (penghargaan) peneliti muda terbaik diberikan oleh
Rheinisch-Westfa Lischen Technischen Hochschule (RWTH) Aachen, Jerman
kepada Dr Ing Zulfiadi Zulhan. Pria kelahiran Matang Geulumpang Dua,
Kabupaten Bireuen 28 Januari 1973 itu, mendapat Award Ludwig Bogdandy
Preis 2006 atas hasil penelitiannya di bidang metalurgi yang dianggap
orisinil dan inovatif serta berguna bagi masa depan.

Menariknya, penghargaan ini untuk pertama kalinya dianugerahkan kepada
peneliti selain warga Jerman. RWTH Aachen sendiri adalah sebuah
perguruan tinggi teknik berkaliber di Jerman, tempat dimana Prof BJ
Habibie-?mantan Presiden Indonesia??pernah menimba ilmu.

Zulfiadi Zulhan lulus ujian doktor (Dr Ing) di Institut fur
Eisenhuttenkunde (institut untuk ilmu peleburan besi) RWTH Aachen dengan
predikat Summa Cumlaude pada Juni 2006 lalu. Disertasi yang bertema
?Slag foaming dielectric arc furnace (EAF)? ditulisnya dalam bahasa
Jerman. Adapun perangkat riset untuk menyelidiki porositas permukaan
partikel batubara berikut dengan model matematika guna mengetahui
prinsip dasar termodinamika dan kinetika material dirancangnya sendiri.

Tak pelak hasil risetnya dilirik oleh kalangan industri pengolahan baja.
Hasilnya, ia tak perlu menunggu lama, Siemens VAI??sebuah perusahaan
Jerman yang bergerak di bidang konstruksi pabrik baja??mengontraknya
selama tiga tahun. ?Sebenarnya profesor saya yang menganjurkan agar
mencari pengalaman di industri di Jerman sebelum kembali ke Indonesia,?
ujar Zulfiadi yang saat dikontak masih berada di Cina dalam rangka
persiapan pabrik ?Vacuum Tank Degasser? untuk menghasilkan baja kualitas
tinggi.

?Selepas itu saya putuskan kembali ke kampung, mengajar dan meneliti di
kampus. Mentransfer ilmu kepada mahasiswa,? imbuh pria yang juga dosen
di jurusan Teknik Pertambangan, ITB Bandung dalam bahasa Aceh yang masih
kental. Selama mengerjakan penelitian disertasinya, alumnus SMA Negeri 1
Bireuen ini juga aktif dalam kegiatan pendidikan di RWTH. Misalnya,
memberikan praktikum dan responsi kepada mahasiswa Jerman. Selain itu,
ia juga menyelesaikan satu proyek penelitian kerjasama RWTH dengan ISPAT
Ltd, India untuk mengoptimisasi proses pembuatan baja.

Ayahnya H Zulkifli Hanafiah, yang membuka usaha percetakan di Matang
Geulumpang Dua dan ibunya Hj Zubaidah Abubakar (alm) adalah sosok yang
berpengaruh dalam hidupnya. ?Saya awalnya mendapat dua beasiswa yaitu
dari AUSAID (Australia) dan DAAD (Jerman) pada tahun 2001. Orang tua
menganjurkan untuk mengambil di Jerman. Demikian juga saat ditawari
menjadi dosen di ITB saya meminta pertimbangan keduanya?, ungkap pria
yang menyelesaikan program masternya juga dengan predikat Cumlaude.

?Terima kasih kepada para guru, tanpa ilmu yang kau berikan tentulah
keberhasilan ini hanya mimpi belaka. Hal ini juga membuktikan bahwa ilmu
dari mereka bisa bersaing di dunia internasional,? tukas pria yang
menikahi Sri Yulis, teman sekelasnya semasa masih SMA di Bireuen menutup
pembicaraan.

Anugerah lainnya yang paling berkesan, di Aachen pula mereka memperoleh
dua buah hati, Aulia Aghna dan Sybilla Syailannisa yang lahir kembar 29
Maret 2006 silam.*(Zulkarnain Jalil, dari Jerman)*

__._,_.___


SPONSORED LINKS
School education Pre school education Smu
Classmate search Classmate finder

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke