----- Original Message -----
From: Mohamad Yunus, Mr
Sent: Wednesday, May 16, 2007 8:57 AM
APA YANG KITA SOMBONGKAN?
Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat
Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat
lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan
keganjilan ini orang itu bertanya, "Apa yang sedang Anda lakukan?"
Sang Guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta
nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka pun
tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi
orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya
melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya."
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-
benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong
disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih
terhormat daripada orang lain.
Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih
pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering
menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus
dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita
mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong
karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena
seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah,
ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan
diri (self-confidence) . Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi
kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas
antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.
Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran
sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang
dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk
berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam
indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.
Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah
yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian
(ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.
Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati.
Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan
paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada
hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian
kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di
dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan
tangan kosong. Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk
dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan,
label, dan segala "tampak luar" lainnya. Yang kini kita lihat adalah "tampak
dalam". Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai
kesombongan atau ilusi ego.
Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan,
semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan
sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.
Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada
dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk
yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam
bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang
mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang
berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?
____________________________________________________________________________________Sick
sense of humor? Visit Yahoo! TV's
Comedy with an Edge to see what's on, when.
http://tv.yahoo.com/collections/222