sepakat!
Menurut saya, belum saatnya partai berbasis GAM dibentuk krn proses
perdamaian, rekonsiliasi dan rekontruksi aja blm selesai semua aplikasi nya.
khawatirnya justru kondisi ini akan memicu konflik horizontal kembali dgn
pemerintah RI dan ujung2nya instabilitas di Nanggroe.
Tapi, bukan ga mgkn, suatu saat bisa aja asalkan social welfare masy.aceh sdh
lebih baik.
Hadirnya parpol itu sebenarnya salahsatuny utk syarat dinamisasi dan kontrol
pemerintahan, akan tetapi klo situasi tdk stabil maka mampu memicu perpecahan,
bukan malah memperkuat pencapaian kesejahteraan masyarakat.
saran saya, GAM harusnya mengoptimalkan bentuk lain semisal kayak LSM ataw
yayasan yang orientasinya utk membangun Aceh secara progressif.
Kalo seandainya kerjanya bagus, saya yakin, tanpa partai pun, GAM akan menang
pada pemilihan umum di Aceh.
Wacana ini sebenrnya wacana lazim di Aceh, kalo diliat dari sejarahnya,
selalu saja masy.Aceh menawarkan pemimpin alternatif.
dulu ketika pamor megawati diangggap menyakiti rakyat Aceh, maka pada pemilu
2004 di Aceh, yg menang SBY. kmrn pada saat pilkada, yang menang adalah
pasangan irwandi yang notabene calon independen, (ini terlepas dari fenomena2
yg terjadi di lapangan ya).
padahal, apa kurang dgn parpol2 yg sdh lebih dulu berkontribusi di Aceh.
Jadi, sementara cooling down dl lah,
Benahi Masyarakat nya, spt kata b'hardian...
Jakarta jg sedang membenahi diri dgn pilkada niy,
Saatnya nanti, kita Benahi juga Aceh
wallahu'alam bisshwab
salam,
Azman Muammar
hardian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Akhir2 ini terdengar kabar bahwa akan dibentuk partai lokal
berbasis GAM, saya sebenarnya ga setuju, apalgi sekarang ini Aceh dipimpin oleh
orang berbasis referendum dan GAM, saya yakin seyakinnya kalao Aceh kelak
dipimpin oleh orang yang sangat sedikit perhatiannya terhadap kesejahteraan
rakyat dan moralitas di Aceh, itu menunjukkan bukti bahwa Aceh perlu kiranya
belajar memahami agama dan pendidikan dengan sebaik baiknya
Berpijak pada kultur masyarakat Aceh yang notabene mudah terprovokasi dan
agak sedikit terombang ambing hidupnya setelah terkena gempa dan tsunami, saya
pikir akan lebih baik kalau pembangunan setelah tsunami difokuskan pada
rekonsiliasi dan pemerataan kesejahteraan rakyat, membangun perekonomian dan
mengatasi kemiskinan serta pengangguran, betul tidak???
Alangkah sangat bahayanya seandainya pemerintahan daerah sekarang asyik
dengan pendirian parpol, itu sangat menjurus dengan kekuasaan dan separatisme
antar golongan, apalgi didukung dengan hadirnya PSK2 pemicu terjadinya tsunami
jilid kedua. Siapakah yang bertanggung jawab dengan ketahanan moralitas rakyat
Aceh yang katanya berbasiskan syariat Islam?? Dimanakan pemimpin yang
mengutamakan kesejahteraan rakyat? Wallahu A'lam
Ditunggu komentarnya....
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.
---------------------------------
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware
protection.