From: ummu azka <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fwd: [Fosil-MMIT] Dari Penjara Ke Penjara


 mari lebih besyukur.., atas segala ni'mat yang Allah SWT berikan. kondisi kita 
saat ini jauh lebih baik dibanding saudara-saudara kita dalam cerita ini.
  " Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatika" ( Ya Allah, 
hamba memohon pertolongan-Mu agar senantiasa hamba dapat mengingat-Mu, 
bersyukur kepada-Mu dan beribadah dengan sebaik-baiknya)

Note: forwarded message attached.
             

Tulisan ini sebenarnya ingin saya tulis setelah pulang dari
 kunjungan Penjara Yilan di Taiwan beberapa waktu lalu. Sekedar untuk
 sharing pengalaman selama di Taiwan sebagai seorang mahasiswa sekaligus
 sebagai muslimah. Terima kasih kepada Saudariku, Sahabatku Erna
 sekaligus Patner di Humas Dan Informasi Formmit (Forum Mahasiswa Muslim 
Indonesia di Taiwan)
 yang telah mengajak saya untuk melakukan kunjungan tersebut bersama 4
 orang pengurus Masjid Besar Taipei. Seminggu sebelumnya juga telah
 diadakan kunjungan ke penjara Xansia, namun saya tidak ikut, pada saat
 itu yang ke tempat itu adalah Mbak Erna dan Mbak Yuhana. Maklum saya
 harus ijin terlebih dahulu ke Prof, untuk keluar pada saat jam-jam
 kerja.
 
 Kamis, pukul 8 pagi berkumpul di Masjid Besar Taipei. Barang-barang
 seperti Mie Instant, Apel, Saos, Sambal dan Minuman dimasukkan ke dalam
 Truk Kecil. Kunjungan kali ini membawa truk mengingat penjara Yilan
 lebih besar dan lebih banyak TKI/TKW yang berada disana. Mbak Erna dan
 Saya naik sedan bersama 2 Imam Masjid Besar. Perjalanan ke Yilan kira2
 1,5 jam. Perjalanan ini mirip perjalanan ke Pujon, Malang. Penjara
 Yilan harus melewat pegunungan.
 
 Kita sudah sampai di Gerbang Penjara Yilan wanita. Dari kejauhan
 tampak lambaian tangan dari balik jeruji besi jendela. To be honest, my
 heart mewled  Bagaimana rasanya di penjara di negeri orang dan tidak pernah 
dikunjungi keluarga. Terdengar suara teriakan dari kejauhan
 
 “Mbak, Assalamu ‘alaikum”
 
 Boleh dibilang petugas penjara disini baik2. Kita dijamu minum teh
 dan ditanya apakah maksud kedatangan kita . Ketika kita bilang akan
 memberikan uang 500 NT ke setiap tahanan Indonesia, mereka terkejut.
 Loh uang darimana ? Kita menjelaskan kalau uang tersebut didapat dari
 hasil zakat fitrah selama bulan ramadhan.
 
 Sekitar 50 orang tahanan wanita dikumpulkan di aula pertemuan. Imam
 Mesjid Besar Taipei memberikan ceramah dengan dibantu Mbak Erna sebagai
 penerjemah. Beliau mengatakan agar para tahanan dapat bersabar dan
 dapat mengambil hikmah atas semua apa yang menimpa mereka. Diantara
 mereka ada yang berlinangan air mata.
 
 Alhamdulillah, petugas penjara Wanita Yilan mengijinkan kami untuk
 mengunjungi setiap sel tahanan. Sebenarnya jumlah tahanan Indonesia
 sekitar 130 lebih dan menempati sel-sel yang berbeda. Setiap sel ada
 10-30 org. Kami mengunjungi setiap sel sambil memberikan uang zakat
 fitrah. Yang membuat hati saya tergetar pada saat itu adalah ketika
 mereka sebuah sel menerima uang zakat fitrah kemudian mereka
 bersama-sama membaca surat Al Fatihah. Berbagai keluhan pun kami dengar
 :
 
 “Mbak, bawa Al Qur’an ?, saya ingin baca “
 
 “Mbak, ada mukena. Disini saya sholat dengan tutup handuk”
 
 “Mbak, ada teman kami sudah 5 bulan tidak punya uang”
 
 Petugas disini pun baik. Mereka mengijinkan para tahanan untuk
 berpuasa selama ramadhan bahkan sholat IED. Yang berpuasa dijadikan 1
 sel tahanan. Dari para tahanan, akhirnya para petugaspun mengenal
 sedikit-sedikit apakah Islam itu.
 
 Tangan-tangan dari balik jeruji besi itu memegang erat tangan kami.
 Dengan berusaha tetep tegar seraya meminta mereka bersabar. Beberapa
 buku Islam pun dibagikan. Ternyata selain kami, ALIBABA sebuah restoran
 muslim lebih banyak berkunjung. Subhanallah, persaudaraan sesama
 muslim, meskipun mereka bukan negara Indonesia.
 
 Kami tidak bisa berlama-lama mengunjungi  penjara Wanita Yilan, kami harus 
turun gunung untuk mengunjungi penjara Laki-laki.
 
 Waktu Dhuhur telah tiba …..
 
 Sedan dan truk berhenti dilereng gunung. Brrrr diiigiiiinnn. Kami
 berhenti di sebuah tempat peristirahatan kendaraan. Untung belum banyak
 pengunjung yang datang, sehingga saya bisa wudhu di Toilet dengan
 tenang. Dengan 3 shaf sholat(termasuk Imam) kami sholat dhuhur berjamah
 dia area parkir.
 
 Setelah sholat kita tidak melanjutkan makan siang karena sebagian
 besar dari kami sedang puasa Syawal. Untuk menunggu waktu buka Penjara
 Laki-laki, kami pergi ke sebuah danau di antara lereng gunung.
 Subhanallah indah sekali …. Saya dan Mbak Erna main dorong-dorongan.
 Siapa yang bakalan kecebur ya ?
 
 Siapa yang tercebur di danau
 ? Tentu saja tidak ada yang kecebur. Masak sich temen dicegurin.
 Meskipun begitu saat kita dorong-dorongan sempet di foto oleh Imam
 Masjid besar 
 
 Time is up ….. Go to Man Yilan Prison …… Go Down
 
 Akhirnya kita pun tiba di Penjara Laki-laki. Letak penjara laki-laki
 tidak seberapa terpencil dibandingkan penjara Wanita. Setelah menemui
 petugas, kita diijinkan masuk dan merekapun memanggil semua tahanan
 pria Indonesia. Tidak seperti sebelumnya, kita tidak perlu melakukan
 kunjungan ke setiap sel tahanan karena semua tahanan pria Indonesia
 yang berjumlah 80 orang akan dikumpulkan di aula bersama-sama. Selain
 dari Indonesia, ada juga beberapa tahanan muslim dari negara lain.
 
 Imam Masjid besar pun memberikan pengarahan kepada mereka agar tidak
 berputus asa. Selalu mengingat Allah dan dapat mengambil segala hikmah
 atas semua ini. Nampak wajah-wajah sedih terlihat pada air muka mereka
 sekaligus keharuan.
 
 Setelah pengarahan kami membagi uang zakat fitrah ke seluruh tahanan
 tersebut. Keberadaan kami di penjara ini lebih cepat daripada penjara
 sebelumnya. Karena kami tidak perlu mengunjungi per sel tahanan.
 
 Pukul 14.00, kami pulang ke Taipei. Mbak Erna diantar ke KDEI, sedangkan saya 
ikut rombongan ke Masjid Besar.  
 
 Alhamdulillah , perjalanan dari penjara ke penjara membuat saya
 tersadar. How lucky I am …..  Semakin bersyukur. Disini saya sebagai
 mahasiswa yang bertugas untuk belajar dimana saya lebih beruntung dari
 mereka. Namun jujur sedih juga, tidak bisa memberikan kontribusi yang
 lebih untuk mereka.
 
 ---------------
 Nur Aini Rakhmawati





 
   
   
   
   
  Azman Muammar, ST
   
  International-MBA Program 
  Institute Of International Management
  National Cheng Kung University (NCKU)
  Taiwan, ROC 


 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke