----- Forwarded Message ----
From: lienda watie <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, December 21, 2007 10:57:55 PM
Subject: Fw: [ppi_usm] semoga menjadi pelajaran





----- Forwarded Message ----
From: taufiq siddiq <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, September 28, 2007 6:38:48 PM
Subject: [ppi_usm] semoga menjadi pelajaran

Pengemis Buta dan Rasulullah

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi
buta, setiap hari kerjanyanya selalu berkata kepada
setiap orang yang mendekatinya: "Wahai saudaraku... !,
Jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu
pembohong, dia itu tukang sihir...! Apabila kalian
mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya. 
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW
mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa
berucap sepatah kata pun, Rasulullah SAW menyuapkan
makanan yang dibawanya kepada pengemis itu; sedangkan
pengemis itu tidak mengetahui, bahwa yang menyuapinya
itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan
hal ini setiap hari sampai beliau wafat. 
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang
yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis
Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat
Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah
anaknya (Aisyah RA) yang tidak lain tidak bukan
merupakan isteri Rasulullah SAW. Kepada Aisyah RA,
Abubakar bertanya: "Wahai Anakku, adakah kebiasaan
kekasihku yang belum aku kerjakan?" Aisyah RA
menjawab: "Wahai Ayah, engkau adalah seorang ahli
sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang
belum ayah lakukan kecuali satu saja". Apakah Itu?
tanya Abubakar RA. Aisyah RA menjawab lagi: "Setiap
pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan
membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta
yang ada disana". 
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan
membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu.
Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan
makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai
menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik,
Siapakah kamu...!!? Abubakar RA menjawab: "Aku orang
yang biasa (mendatangi engkau)..!? Bukan...!
Bukan...!! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku.
...!? bantah si pengemis buta itu. 

Pengemis buta ini pun melanjutkan perkataannya:
"Apabila ia datang kepadaku, tidak susah tangan ini
memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang
yang biasa mendatangiku itu, selalu menyuapiku, tapi
terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut,
setelah itu ia berikan padaku...!!! 
Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia
menangis sambil berkata kepada pengemis itu, Aku
memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku
adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia
itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. 
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar
penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah
demikian? Selama ini aku selalu menghinanya,
memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun,
ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia
begitu mulia.... 

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di
hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu
menjadi muslim. 
Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani
kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau adakah
setidaknya niatan untuk meneladani beliau? 
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.
Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus
persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani
sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita
sanggup melakukannya. 
semoga kita menjadi ummatNya yg mendapat rahmatNya
dengan kita mengenali dan akhirnya mencintai Rasulullah SAW




Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
 





Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke