fyi
----- Forwarded Message ---- From: Pangesti Wiedarti <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, February 20, 2008 6:19:49 AM Subject: [beasiswa] [OOT] ITB Biayai Mahasiswa tak Mampu ITB Biayai Mahasiswa tak Mampu (PR).- Institut Teknologi Bandung akan memberikan beasiswa penuh bagi calon mahasiswa yang lulus tes masuk, tetapi kekurangan biaya dan orang tuanya miskin. Beasiswa ini meliputi biaya hidup serta biaya pendidikan. "Kita kesulitan menemukan mahasiswa dengan kriteria seperti itu. Tahun lalu misalnya, ITB hanya mampu menjaring belasan mahasiswa pintar, tetapi tidak mampu," kata Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc. saat ditemui dalam acara penyerahan beasiswa Ikatan Alumni Keluarga Mahasiswa Islam (IA Gamais) ITB di Auditorium Campus Center Timur ITB, Jln. Ganeca 10 Bandung, Minggu (17/2). Djoko mengatakan, salah satu penyebab sukarnya menemukan mahasiswa dengan kriteria tersebut adalah tingkat kesulitan tes masuk ITB yang tinggi. Sebab, tes masuk ITB meliputi tes IQ, logika, kemampuan masa depan, serta tes kesehatan jiwa. "Ini berbeda dengan SPMB yang soalnya bisa dihafalkan. Jadi, jauh lebih sulit," ujarnya. Menurut Djoko, siswa pintar yang tidak mampu juga banyak yang putus sekolah sebelum mencapai perguruan tinggi. Karena, pendidikan mereka berhenti di tingkat SMP atau SMA akibat kekurangan biaya. Maka, hanya sedikit yang sampai atau memberanikan diri ikut tes masuk ITB. Padahal, setiap tahun ITB menargetkan menjaring 100 calon mahasiswa tidak mampu yang lulus tes. Ini sudah berlangsung selama tiga tahun. Mengenai besarnya anggaran untuk beasiswa tersebut, Djoko mengaku tidak ingat. "Yang jelas, kalau ada calon mahasiswa yang sudah lulus tes ITB tetapi tidak bisa melanjutkan pendidikan karena tidak punya biaya, kami wajib membantu. Biaya ada, kalaupun kurang, banyak sekali pihak yang mau membantu kami," katanya. Lebih jauh Djoko mengungkapkan, saat ini ada sekitar 5.000 mahasiswa ITB yang menerima beasiswa. Pemberian beasiswa tersebut ada yang secara langsung kepada mahasiswa yang bersangkutan, ada pula yang dikelola universitas. "Banyak pihak baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang berminat memberikan beasiswa kepada mahasiswa ITB. Beberapa perusahaan di Timur Tengah, Eropa, dan Jepang bahkan sengaja memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi, agar setelah lulus dapat bekerja untuk perusahaan-perusaha an tersebut. Ini membuktikan kalau kualitas mahasiswa ITB itu bagus," ujarnya sambil tersenyum. Saat ini, ada sekitar 50 alumni ITB yang bekerja dalam perusahaan minyak di Paris dan ada 80-an orang yang bekerja di Houston Amerika. Beasiswa Pada kesempatan itu, IA Gamais ITB memberikan beasiswa tahap pertama kepada 50 mahasiswa yang aktif berorganisasi dan berprestasi. Beasiswa akan kembali diberikan pada tahap kedua, untuk 50 mahasiswa. Menurut Ketua IA Gamais ITB Ir. Tjatur Sapto Edy, M.T., jarang ada pihak yang memberikan beasiswa untuk aktivis mahasiswa. Padahal, dengan menjadi aktivis, mahasiswa lebih banyak belajar tentang dunia pendidikan dan dunia nyata. "Ini sesuai dengan misi kami, yaitu melahirkan alumni berakhlak dan mandiri yang dapat bekerja sama dengan elemen lain, untuk membangun bangsa Indonesia," ujar Tjatur menjelaskan. Sementara itu, Wakil Ketua IA Gamais ITB Harto Widodo mengatakan, anggaran beasiswa organisasi tersebut tahun ini Rp 40 juta. Dana itu, berasal dari sumbangan alumni yang sudah sukses. "Tahun depan insya Allah angkanya bisa lebih besar," ujarnya. Acara ditutup dengan taushiah dari alumni ITB Dr. K.H. Miftah Faridl. Dia mengajak mahasiswa dan undangan yang hadir untuk membangun keteguhan dan kesalehan nasional. (CA-180)*** __._,_.__ http://www.pikiran- rakyat.com/ index.php? mib=beritadetail &id=12289 Pikiran Rakyat, Senin, 18 Feb 2008 [Non-text portions of this message have been removed] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
