Assalamu'alaikum

Terima kasih untuk terjemahannya. Meskipun tata bahasanya berantakan. 

Saya masih hidup dari penghasilan orang tua sehingga tidak dapat memberi 
apa-apa selain doa. Semoga KAMIMOSA menjadi semakin baik ke depannya.

Terima kasih.


________________________________
Teuku Reza Auliandra Isma



________________________________
From: Denny Zulfikar <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, 5 March, 2009 15:41:53
Subject: Re: [smu mosa] haba baksos


translated :

Saya amati ide dari rekan2 alumni cukup sangat brilian dalam hal pengembangan 
usaha membangkitkan eksistensi KAMIMOSA, tinggal saja realisasnya karena 
misalkan masih sebatas pembicaraan andaikata kita cerita siang malam dari pagi 
sampe subuh lagi ndak berarti apapun kalau tidak ada tindakan yang nyata, 
seperti halnya sumbangan untuk kegiatan baksos KamiMosa kalo kita liat dana 
yang sudah terkumpul sampai hari ini masih dalam kisaran ratusan ribu untuk 
bersihin tai gigi aja ndak cukup apalagi mau operasi bibir sumbing dan sunat 
massal, tentu lebih2 (ndak cukup) lagi.. alumni kita hari ini sudah berhasil 
dalam berbagai bidang kerja mulai dari kerja di ujung dunia sampai perut bumi, 
coba dalam pekerjaan yang (djroh??) ini bantulah seorang sedikit sesuai dengan 
kemampuan masing2 karena kalau ngomong begini begitu (meumada ngon ie babah 
puteh tapeugah meuno ta peugah meudeh ????), kerjaan ndak akan jalan, saran 
dari saya sedikit untuk lebih meyakinkan dalam
 pengelolaan dana KamiMosa lebih baik rekening dana kamimosa digabung ke bang 
yang bisa di cek dananya online lewat internet, ada beberapa bank yang punya 
fasilitas ini seperti BCA atau Bank Mandiri, sebab mungkin juga dana yang 
terkumpul sampai hari ini masih minim sekali karena ada sebagian rekan2 alumni 
yang lain masih ragu dengan sistem pengelolaan dana serta kurangnya informasi 
dalam kegiatan2 yang akan KAMIMOSA kerjakan.. sampai sini dulu lebih kurang 
saya pinta maaf...wassalam


      

Kirim email ke