-----Original Message-----
Subject: FW: OOT : supriyono
Miles Dari Ida Arimurti (Radio Delta FM)
SUPRIYONO MELINTAS DI CERMINKU
Hello Hai..apa kabar Sahabatku tercinta..
Siang ini aku ingin berbagi cerita tentang pengalamanku bersama Bapak
Supriyono dan Rizky anaknya, seorang pemulung jalanan dari Manggarai yg
terkena musibah anaknya Nur Chairunnissa berusia 3 tahun meninggal dunia
karena terserang diare. Saking miskinnya Bapak Supriyono yg hanya mempunyai
uang Rp.6.000,- membawa anaknya ke puskesmas terdekat dg biaya Rp.4.000,-.
Karena banyak keterbatasan yg dimiliki Bapak Supriyono, mulai dari ketidak
mengertiannya cara menangani anak yg sakit, tidak ada dana cukup, tempat
tinggal yg seadanya didepan gereja atau dihalte bis, kadang 2 anaknya selalu
dibawa2 diatas gerobak yg dimilikinya bersama tumpukan kardus, botol aqua
atau seng bekas. Sungguh mengenaskan setelah saya mengetahui cerita
sesungguhnya secara langsung dari Bapak Supriyono dan inilah pengalaman
siaran saya yg paling menyentuh dalam sejarah hidup saya menjadi seorang
penyiar Radio.
Awalnya Senin, 6 Juni seperti biasa setiap pagi lewat siaran saya di 99,1
Delta FM program Ida Krisna Show, kita berdua mencoba mengambil berita aktual
mulai dari headlines dikoran yg terbit pagi itu sampai dicari berita yg
menyentuh masayarakat jakarta, satu diantaranya adalah kekagetan saya membaca
informasi mengenai seorang pemulung miskin yg terkena musibah anaknya
meninggal dunia, dia bingung bagaimana
mengubur anak perempuannya yg bernama Nur dan dia ingin membawanya ke Bogor
dg menumpang KRL karena sisa uangnya hanya Rp.2.000,-. Tapi Allah SWT
berkehendak lain, justru dari sinilah cerita itu baru dimulai untuk babak
selanjutnya yg merubah kehidupannya setelah pengorbanan dari anaknya yg
meninggal. Supriyono
ditangkap aparat polisi karena dikhawatirkan Supriyono membunuh seorang
anak, dibawalah Supriyono ke Polsek Tebet untuk melakukan proses verbal yg
cukup melelahkan dan mengesalkan karena dia harus menunggu dari jam 10 an
sampai sore har! i, Supriyono sedih dan cemas ingin segera menguburkan
anaknya yang kemudian dibawa ke Puskesmas. Sorenya akhirnya atas bantuan
warga manggarai, Supriyono baru bisa menguburkan anaknya di Pemakaman Menteng
Pulo. Saya menangis membacanya, terpukul hati saya, miris rasanya, itulah
kenyataan yang ada orang yg sangat miskin masih harus tertimpa tangga pula
dengan ketidak adilan perlakuan dari keegoisan kita
yang selalu tidak mau belajar dari kesalahan yg sudah kita buat sebelumnya.
Selalu rakyat kecil yang harus berkorban dan tidak bisa berbuat apa apa
selain menerima dan
pasrah..Astaghfirullah!
Dengan berita tragis yg menimpa Bapak Supriyono yg sempat diekspost di Warta
Kota atau Kompas, maka team Ida Krisna berusaha mencari informasi untuk memburu
keberadaan Bapak Supriyono, perburuan dilakukan kesegala penjuru, mulai
informasi dari wartawan yg menulis, info dari milis ini dan berbagai milis
lainnya, sampai Producer IKS Awan dan Erika mengerahkan upayanya mencari
sampai ditempat mangkal Bapak Supriyono. Alhamdulillah, memang jodohnya kita
untuk bisa dipertemukan dengan Bapak Supriyono walaupun harus bergadang nginep
di kantor, Producer untuk bisa mendapatkan Nara Sumber special kita menjemput
langsung dari Manggarai untuk mendapatkan berita ekslusif langsung dari Bapak
Supriyono memang harus bersusah payah dulu. Dan memang setelah saya berjumpa
dengan Bapak
Supriyono langsung saya peluk anak laki2nya bernama Rizky, rasanya tak kuat
menahan air mata melihat dua sosok tubuh Bapak dan Anak, keduanya kurus dengan
mata kosong masih tersimpan kesedihan dan kegetiran diwajahnya.
Begitupun pada saat on air, sewaktu membuka wawancara, saya tidak sanggup
berkata kata dengan baik karena sebagian yg saya ungkapkan penuh linangan air
mata dan terdengar suara tangisan saya, sungguh itu tidak saya buat
buat, sampai-sampai saya mendengar sahabat saya Krisna Purwana partner siaran
saya lirih terdengar ikut terharu mendengar saya menangis..Saya tidak pernah
melihat dia ikut menangis juga..Saya menangis karena saya malu, tidak tega
melihat orang yg begitu miskinnya dibebani lagi dengan ketidak adilan.
Selama 1 jam siaran air mata terkuras mendengar penuturan Bapak Supriyono,
bagaimana dia harus menggendong anaknya yg sakit sampai meninggal dan
membawanya kestasiun, menjalani proses verbal yg menjengkelkan dia harus lama
menunggu di polsek dan Alhamdulillah masih ada orang yg berhati baik menolong
menguburkan anaknya dipemakaman terdekat di Menteng Pulo. Banyak pendengar
Ida Krisna Show yg mulia hatinya tergerak untuk peduli dan ingin memberikan
sedikit bantuan untuk meringankan penderitaan Bapak Supriyono beserta Rizky
anaknya. Dari sms yg masuk terkumpul lebih dari 1200 sms menyatakan
kepeduliannya hanya dalm tempo waktu 45 menit, luar biasa saya percaya anda
pendengar IKS adalah orang orang yg masih mempunyai hati nurani. Saya bersyukur
itu walaupun sekecil mengirimkan sms pagi itu untuk siaran saya. Sungguh saya
terharu...
Apalagi setelah IKS mengumumkan no rekening Delta Peduli, pagi itu sumbangan
spontan dilakukan para pendengar dengan langsung datang kestudio siaran kita
maupun transfer melalui rekening. Sumbangan ditutup hari Jumat dan dalam waktu
hanya 2 hari total terkumpul hampir Rp.40.000.000,-(empat puluh juta rupiah).
Tentu saja uang ini adalah sumbangan yg harus kita berikan secara langsung,
amanah yg harus kita pertanggung jawabkan. Untuk itu kembali kita mengkontak
langsung Bapak Supriyono yg sempat menghilang selama 2 hari karena ternyata
beliau harus sibuk shooting untuk 2 stasiun televisi swasta dan banyak
melakukan wawancara majalah atau koran. Satu pekerjaan yg melelahkan karena
Supriyono yg lugu tak kuasa menolaknya, dia harus berakting layaknya sebagai
aktor sinetron untuk memerankan bagaimana peristiwa yg dialaminya. Setelah team
Producer mendapat kontak langsung dari Supriyono, kembali Supriyono datang ke
Delta dengan penampilan sewajarnya dan penuh kesederhanaan kemarin hari Selasa
siang.
Berhubung hari Rabu ini kita akan menyerahkan langsung bantuan dana dari
pendengar Delta khususnya pendengar Ida Krisna Show dan akan kita undang
kembali untuk siaran dipagi hari, saya berinisiatif untuk mengajak Bapak
Supriyono tinggal dirumah saya. Karena akan sangat merepotkan untuk Bapak
Supriyono yg tidak punya tempat tinggal dijakarta, dia harus pulang dulu naik
kereta ke Bogor ditempat penampungan temannya
dan esok pagi datang lagi kestudio. Kasihan juga tampaknya Bapak Supriyono
sudah sangat letih dengan kejaran para wartawan. Setelah makan siang di kantor
Delta, saya
membawanya pulang kerumah saya. Selama dirumah saya, saya melihat bagaimana
kedekatan Bapak Supriyono dengan anaknya, dia sangat lengket sekali. Setelah
saya
banyak ngobrol dengan Rizky lama lama dia jadi akrab dg saya, anak yg pendiam
itu berubah menjadi anak yang lucu, dia bermain dengan anak saya Kevin dan
Kevin juga sangat suka bercanda dengan Rizky. Layaknya adik dan Kakak asyik
bersama, terharu
saya melihatnya, ada kerinduan diwajahnya akan seorang Ibu dan Rizky sering
memegang tangan saya atau duduk dipangkuan saya. Kembali saya tawarkan
makanan mie goreng telur mereka berdua langsung melahapnya dan karena saya
lihat dia sudah letih, saya persilahkan untuk istirahat dahulu setelah sholat
Ashar di ruang atas yang sudah disiapkan. Cukup lama istirahatnya mungkin
karena bener-bener cape.
Malam setelah sholat Isha kita berkumpul bersama untuk makan malam, setelah
itu sambil nonton TV saya dan Suami beserta Bapak Supriyono dan Rizky yg asyik
bermain kita ngobrol-ngobrol santai, mendengar penuturan sesungguhnya kejadian
yg menimpa anaknya dari obrolan yg terlewat saat wawancara berlangsung kamis
lalu di Delta, kemudian dia mengisahkan bagaimana dulu dia tinggal di Solok,
Padang sampai kemudian merantau ke jawa dan mengadu nasib di jakarta.
Bagaimana dulu dia pernah hidup dengan Istrinya yang kemudian meninggalkan
Suami dan 2 anaknya entak kemana dan sampai saat kejadian tragis itu
berlangsung hingga saat ini dia tidah tahu apakah mantan Istrinya sudah tahu,
dia tidak tahu. Bagaimana dia harus survive dengan dua anaknya, mencari barang2
bekas apapun yg bisa dijual sambil
menjaga dan merawat anaknya untuk diberi makan, padahal anaknya masih sangat
kecil Nur gadis cilik yg meninggal masih 3 tahun dan Rizky sudah 6 tahun
sekarang. Kita bisa mengerti bagaimana sulitnya Bapak Supriyono mengatur
semuanya sendiri sebagai seorang Bapak sekaligus menjadi Ibu untuk dua anaknya.
Dan banyak cerita menyentuh
lainnya yang kadang membuat saya dan Suami terdiam menahan nafas berfikir dan
mencerna dg baik. Sampai kemudian saya menanyakan apa rencana Bapak selanjutnya
dengan diterimanya sedikit bantuan dari pendengar Delta, agak malu dia
mengatakan
dia ingiin sekali mempunyai rumah kecil-kecil an di Bogor rumah BTN yg murah,
walaupun buat dia sangat mahal dan ingin memberikan pendidikan yg cukup serta
bekal agama kepada Rizky. Cita cita yg mulia dari seorang Ayah. Dia tidak ingin
tinggal dijakarta karena dia tidak ingin anaknya mendapatkan pengaruh yg buruk
dari pergaulan lingkungan yg aneh aneh, dia sangat memikirkan anaknya. Saya
mengatakan bisa saja impian Bapak terwujud, mudah2an dg dana yg sudah ada kita
akan bantu mendapatkan solusinya. Tapi sewaktu say a tanyakan apakah Bapak
mempunyai KTP, dia bilang punya tapi masih tertinggal pada saat proses verbal
di Polsek, dia takut mengambil dan takut juga dia akan mendapatkan kemarahan
dari Bapak2 yg ada di Polsek Tebet. Segera saya coba meminta bantuan Bapak dan
Ibu Linda Agum Gumelar karena kebetul! an saya kenal, mungkin beliau bisa
membantu saya, karena saya juga awam dalam urusan seperti ini apalagi kasus ini
bisa dibilang masalah yg diketahui secara Nasional. Secepat saya tilp
langsung Beliau setuju untuk membantu saya, tapi berhubung beliau masih ada
tugas diluar kota, untuk itu Beliau akan mengirim Ajudannya untuk membantu
pengurusan pengambilan KTP kalau memang dipersulit nantinya. Setelah cukup
lama ngobrol dan mempersipakan untuk besok siaran jam 10 an saya persilahkan
mereka kembali beristirahat karena keesokkannya yaitu hari ini saya harus
bangun pagi seperti biasanya jam 3.30 mandi, membangunkan Suami untuk siap
mandi, juga Bapak Supriyono dan anaknya untuk sholat subuh dan jam 5 kita
berangkat bersama dari rumah di Bintaro menuju Studio, kira2 sampai jam 5.30
an. Pagi yg menyenangkan bisa
diperjalanan ber empat.
Sewaktu kembali siaran tadi pagi, respons dari pendengar Ida Krisna Show
masih luar biasa sms berjumlah 1020 sms tanda kepedulian kepada Kel.
Supriyono, mereka menyatakan saya peduli dengan rakyat kecil, masih ingin
menyumbang, ada yg tergerak ingin mengambil anaknya, memberi lapangan
pekerjaan untuk Supriyono dll.
Saran yg bagus dan masukan pendengar sangat kita perhatikan, saya begitu
menghargai upaya pendengar menyempatkan waktu ber sms, untuk juga memikirkan
sesuatu buat seorang Supriyono. Siaran kali ini tidak mengajak pendengar untuk
bersedih2 tapi memberikan motifasi kepada Bapak Supriyono.
Setelah siaran usai Menejemen Radio Delta sudah mempersiapkan acara khusus
penyerahan sumbangan oleh CEO JDFI Bapak Malik Syafei dan disaksikan langsung
wakil pendengar Delta yg diundang juga tanpa disengaja hadir juga sahabat saya
Boy dan Vera dari Jak TV dan SCTV yg ikut memburu Bapak Supriyono. Sumbangan
dari pendengar Delta akan dikelola langsung oleh Yayasan yg sudah ditunjuk oleh
Delta. Selesai penyerahan simbolik, Bapak Supriyanto ajudan Bapak Agum sudah
siap menuggu dari jam 9 untuk sama-sama saya mengantar Bapak Supriyono ke
Polsek mengambil KTP nya. Dari pintu masukkita sudah disambut Kapolsek Tebet
Bapak Agung dengan ramah, tanpa proses yg berbelit-belit Bapak Agung langsung
membantu kami mendapatkan KTP Bapak Supriyono, beliau memohon maaf kalau ada
perlakuan yg tidak berkenan misalnya lamanya proses verbal yg dilakukan anak
buahnya, karena memang keterbatasan juml ah orang yg menangani dan beliau
menerima masukan dari kita agar dilai! n waktu dilakukan perbaikan.
Alhamdulillah bersama Bapak Supriyanto kita sudah bisa mendapatkan identitas
penting Bapak
Supriyono. Dari Polsek Tebet, perjalanan diakhiri dengan mengunjungi langsung
berziarah ke makam Nur Chairunissa almarhum di Pemakaman Menteng Pulo.
Berhubung sebelumnya hujan jadi tanah disekitarnya becek banget, wah untung aku
ngga pake sepatu Manollo Blahnik ya hehe..soalnya tanah cukup menggungung
Disepatuku dan Rizky dengan manjanya selalu minta digandeng sama
saya...Senengnya aku melihat Rizky yg bersenandung dan mau ngobrol. Sampai
dimakam kita memanjatkan doa bersama baik team Ida Krisna tanpa Krisna, saya,
Erika dan Awan, rekan rekan dari TV dan Bapak supriyono dan Rizky.
Kuburannya jauh dibelakang, nisannya pun belum ada tulisannya dan
disekeliling makam masih kurang dibersihkan, tapi bisa dimaklumilah begitulah
suasana pemakaman umum di jakarta. Yah demikianlah sedikit cerita saya, berbagi
pengalaman berharga dalam hidup saya bisa mengenal seorang pemulung yg baik
hati, anaknya haru berkorban
untuk merubah kehidupan Ayah dan kakaknya. Saya percaya Allah SWT tidak akan
memberikan cobaan yg berlarut-larut dan InsyaAllah Bapak Supriyono dan
keluarga bisa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik
setelah berbagai cobaan yg dia hadapi.Amin.
Saya bersyukur kita masih dibukakan mata dan hati dg kasus Suroyono, untuk
bisa
memperbaiki hidup kita menjadi manusia bermanfaat buat banyak orang. Semoga..
Terimakasih sudah membaca pengalaman saya. Bagaimana dengan pengalaman anda,
dengan senang hati saya mebacanya juga..
Salam,
Ida Arimurti
===================================================================
Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
===================================================================
Yahoo! Groups Links
--------------------- Original Message Ends --------------------
========================================================================
Sambilan-Tujuah : Milis Alumni SMUN 3 Bukittinggi angkatan 97,
http://groups.yahoo.com/group/smun3bkt-97
========================================================================
"There is no better time than right now to be happy. Happiness is a
journey, not a destination. So, work like you don't need money, Love
like you've never been hurt,And dance like no one's watching."
========================================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/smun3bkt-97/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/