Iko ado saketek bacaan utk wakatu luang, dikirim dek kawan samo maota di lapau subalah... JJJ

 

-FYA-


From: farhan kurniawan
Subject: Politik Standar Ganda Eropa dan AS Terhadap Dunia Islam

 

Berbicara tentang hegemoni Barat dan AS di Dunia Islam (negara-negara berpenduduk Islam besar), tidak terlepas dari usaha-usaha penjegalan Barat dan AS terhadap bangkitnya kembali Islam sebagai kekuatan dunia. Sejarah telah membuktikan bahwa Islam bukanlah sekedar agama--sebagaimana Kristen, atau lainnya--yang hanya berkutat pada ranah ritual. Islam adalah ajaran agama dan tatanan kemasyarakatan. Islam adalah revolusi spiritual, sosial,  dan keadilan. Islam merupakan kekuatan besar yang pernah meruntuhkan imperium Byzantine dan Persia, berekspansi ke Semenanjung Iberia, dan pelosok-pelosok Balkan, mengancam Barat sebelum PD I (belum genap seabad yang lalu).
  
  Dalam menyikapi usaha-usaha penjegalan kepemilikan senjata nuklir Iran oleh AS dan Barat. Tidak boleh dilepaskan dari hal ini; yaitu kecemasan Barat dan AS terhadap kebangkitan Islam. Karena dari sekian negara yang menggunakan fasilitas nuklir, Iran-lah yang berpikiran independen, menyuarakan Islam, steril dari cekokan dan dikte Barat dan AS--di samping Korut, tentunya. Begitu pula halnya jika berbicara tentang dukungan mati-matian Barat dan AS terhadap reaktor nuklir Demona Israel di Gurun Negev.
  
  Bangkitnya Islam menjadi sebuah kekuatan besar dengan sendirinya akan mengancam kepentingan Barat dan AS di berbagai belahan dunia. Mengobrak-abrik tatanan dunia "mapan" berdasarkan nasionalisme yang diciptakan pasca PD II. Mengancam eksistensi Israel, negara rekayasa hasil sandiwara Barat. Inilah pemicu kekhawatiran Barat dan AS terhadap naiknya FIS, Ikhwanul Muslimin, Hamas,  dll. di negara-negara Arab.
  
  Diakui atau tidak. Pada saat ini, PBB hanyalah alat negara-negara Barat dan AS untuk menguatkan hegemoninya terhadap negara-negara lemah, termasuk Dunia Islam, dengan mengatasnamakan kepentingan internasional. Jika anda membaca buku Boutros Boutros Ghaly "Lima Tahun Dalam Rumah Kaca", anda akan tahu bagaimana kuatnya tekanan AS, hingga pada seorang Sekjen PBB sekalipun.  Di samping Barat mendukung rezim-rezim bobrok di Dunia Islam yang tidak dipilih rakyat dan tidak pernah menyuarakan kepentingan rakyat.
  
  Selanjutnya, jika kita berbicara tentang HAM dalam Islam. Jaminan Islam terhadap HAM bukanlah lip service seperti Dunia Barat. Islam berbicara tentang HAM; anti-rasis, kebebasan beragama, jauh sebelum The Universal Declaration of Human Rights dicanangkan. Muhammad (Saw.) datang untuk menyatakan bahwa ummat manusia adalah egaliter dan sejajar, tiada perbedaan antara kulit putih dan kulit hitam, antara Arab dan non-Arab, antara Arya dan non-Arya. Muhammad (Saw.) datang untuk membebaskan manusia dari memperbudak diri pada sesama, memperbudak diri pada keduniaan, dan hanya menghambakan diri pada Pencipta alam semesta ini. Manusia adalah anak-anak Adam, Adam tercipta dari tanah liat. Karena itu tidak ada keistimewaan satu sama lain, kecuali dengan ketaqwaan pada Sang Pencipta.
  
  Islam menjamin kebebasan beragama, dan jaminan kebebasan beragama merupakan bagian dari ajaran Islam.(Dalam hal ini sebaiknya tidak dikaitkan dengan kebebasan beragama di Indonesia. Karena Indonesia meski penduduknya mayoritas Islam, bukanlah negara yang mengadopsi sistem Islam. Jika anda mengkaitkan kondisi kebebasan beragama di Indonesia yang carut marut dengan Islam merupakan salah kaprah. Jangan salahkan Islam tentang carut marutnya Indonesia, tapi salahkan Pancasila!) Jika anda ingin melihat kerukunan antar ummat beragama lihatlah Kristen Koptik, Maronit (gereja-gereja Kristen Timur), Latin (Katolik) di Timur Tengah. Mereka hidup aman damai di tengah masyarakat Islam.
  
  Mengapa pindah agama susah dalam Islam? Karena dalam Islam, agama bukanlah ranah tempat bermain-main, sebagaimana agama dalam pandangan dan pemahaman orang-orang Barat. Agama dalam Islam adalah persoalan hidup dan mati. Permasalahan dunia dan akhirat.
  
  Berpijak dari sini, ajaran Islam melarang keras pemaksaan agama pada non-muslim. Karena agama mempunyai konsekuensi berat. Seseorang yang masuk Islam dianjurkan berpikir masak-masak, mendasarkan keislamannya hanya pada keimanan, bukan karena faktor lain.
  
  Jikalau hal ini dikaitkan dengan HAM versi orang-orang Barat, ya nggak bakalan "mudheng". Karena kebebasan versi orang-orang Barat adalah bebas tanpa batas. Sedangkan kebebasan versi Islam adalah kebebasan berlandaskan ketaatan pada Sang pencipta dan kebaikan masyarakat umum. Oleh karena itu, jika orang-orang non-muslim berbicara tentang HAM dalam Islam menggunakan paradigma Barat nggak bakalan nyambung. Ibarat mengukur luas samudera dengan penggaris.   
  
  Jika memang karikatur Muhammad (Saw.) sah-sah saja dalam kerangka demokrasi, freedom of speech, dan kebebasan pers di Barat. Lalu kenapa mempertanyakan dan mengkaji ulang Holocaust dan Zionisme tidak? Bukankah ini juga bagian dari kebebasan? Bukankah Holocaust merupakan peristiwa "baru kemarin" yang tidak sakral dari kritik serta pertanyaan-pertanyaan ilmiah. Tapi mengapa tertutup rapat dan disakralkan masyarakat Barat? Mengapa Irving tidak populer? Mengapa Garaudy dimahkamahkan? Mengapa Salman Rushdie dilindungi? 

  Disinilah letak ke-bullshit-an demokrasi dan kebebasan Barat! Demokrasi dan kebebasan yang tendensius, ketidakadilan yang bertamengkan HAM. Ada sesuatu tidak beres yang disembunyikan masyarakat Barat.
  
  Manusia dengan kehendaknya adalah makhluk bebas. Tapi kebebasannya itu tetaplah terbatas. Karena terhalang oleh kemampuan dirinya, di samping masih ada manusia-manusia lain di luar diri kita.
  
  Anda bebas menyalakan tape recorder keras-keras dalam flat. Tapi jangan menyalakannya seperti itu pada malam hari waktu tetangga tidur. Jika anda tidak ingin bonyok atau dilaporkan polisi.
  
  Anda bebas minum-minum. Tapi jangan habiskan uang jatah anak istri. Jika anda tidak ingin keluarga berantakan.
  
  Anda bebas berolahraga. Tapi jangan lantas seharian penuh berolahraga. Jika anda tidak ingin sakit, dst. dst.
  
  Begitu pula halnya dengan Denmark (Jylland-Posten) bebas membuat kartun. Tapi jangan kartun Muhammad (Saw.), karena orang-orang Islam memuliakannya. Jika tidak ekonomi Denmark akan porak poranda akibat pemboikotan, atau perwakilan luar negerinya di Dunia Islam ditutup, meledak atau dibakar orang.
  
  HAM dan kebebasan tanpa batas yang salah kaprah inilah yang selama ini digembar-gemborkan Barat, dan hendak diusung ke seluruh penjuru dunia.    

Sebenarnya permasalahannya tidaklah begitu rumit. Jika saja tidak ada orang ketiga "Bangsa Pilihan" turut menunggangi, lempar batu sembunyi tangan!
  
  Sudah saatnya IAEA menekan semua negara yang mempunyai nuklir untuk menandatangani Pakta Proliferasi Nuklir, tidak terkecuali Israel, dan negara-negara besar lainnya. Jangan hanya berani menekan Iran saja. Karena hanya dengan menekan Iran dan membiarkan Israel merupakan bukti bahwa EROPA DAN AS MENERAPKAN STANDAR GANDA DALAM BERINTERAKSI DENGAN DUNIA ISLAM! Sebuah wacana lama yang selalu melandasi hubungan Barat dan Timur Islam. 
  
  Semoga kedamaian senantiasa di bumi.
  
  Salam Damai,
  FK.




========================================================================
Sambilan-Tujuah : Milis Alumni SMUN 3 Bukittinggi angkatan 97,
                  http://groups.yahoo.com/group/smun3bkt-97
========================================================================
"Stay hungry. Stay foolish..."

-Steve Jobs
========================================================================




SPONSORED LINKS
Corporate culture Business culture of china E-mails
Culture


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke