Tugas Kita Berdoa Dan Berupaya

                Tulisan ini bisa dikomentari dan dilihat di web:
                
http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife/index.php?act=detail&p_id=331
                Dan dapatkan artikel-artikel enerlife lainnya di:
                http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife


                Dua orang pengayuh becak mencari penumpang di
                depan sebuah mall. Kemarin yang seorang rajin
                menawarkan becak pada pengunjung yang lalu
                lalang dan mendapat banyak pemasukan.
                Sedangkan yang lain, seharian hanya berteduh
                dari terik, harus puas dengan uang tidak
                seberapa.

                Tetapi esok hari, situasi berbalik. Ia yang
                rajin menjajakan becaknya nyaris tak membawa
                uang pulang. Malah yang duduk-duduk di bangku
                becaknya dihampiri penumpang.

                Mengapa ada kenyataan seperti ini? Ada orang
                rajin bekerja lalu menerima imbalan yang
                menyenangkan. Kita sebut itu sebagai "usaha".
                Ada orang seolah tidak melakukan apapun,
                malah mendapat hasil tiada kepalang. Kita
                katakan itu sebagai "keberuntungan". Bagi
                yang tidak menemukan jawaban, hanya bergumam,
                "Yah, itulah nasib."

                Sesungguhnya hampir-hampir kita tak berkuasa
                atas diri kita sendiri. Kita tak mampu
                memerintahkan segores luka untuk sembuh semau
                kita. Apalagi kuasa penuh atas roda kehidupan
                ini. Karenanya, orang bijak tak henti
                bertutur agar kita tetap bekerja sekuat
                tenaga, jangan terlepas dari doa dan harapan.
                Namun setelah itu serahkan semuanya pada
                kehendak Penguasa Semesta; berserah diri
                sepenuhnya.

                Tahukah Anda
                ------------

                Galileo Galilei, adalah orang yang mengalami
                kesulitan, baik semasa hidup maupun setelah
                mati. Saat kematiannya di tahun 1642,
                tubuhnya tidak langsung dikuburkan, melainkan
                tetap disimpan hingga tahun 1737, hampir
                seabad berikutnya.
                Sebelum dikuburkan di Gereja Santa Croce,
                Florence, Italia, seorang bangsawan memotong
                tiga jari-jari Galileo sebagai "kenang-
                kenangan". Dua dari jari itu kemudian
                dimiliki oleh seorang dokter Itali, dan jari
                ketiga - sepotong jari tengah - saat ini
                berada di Museum Sejarah Ilmu Pengetahuan di
                Florence, Italia, dipajang menunjuk ke langit
                di atas tiang marmer.

                Kata Bijak Hari Ini
                -------------------

                Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk
                kesakitan, kehilangan dan kekecewaan. Tetapi
                kalau kita sabar, kita segera akan melihat
                bentuk aslinya. (Joseph Addison)

   Terima kasih
   MYusuf.or.id
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Pengalaman bukan merupakan guru yang utama, akan tetapi belajar 
dari pengalaman adalah guru yang paling mulia.
   - [Pepatah] -
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke