langsung saja saya komentari;
Apa yang anda bahas dalam topic ini adalah samar dan mengambang.
Ketika orang yang tidak paham akan mobil, kemudian dia membeli mobil baru,
dan tiba2 saja mobil tersebut tidak dapat dinyalakan apa yang terjadi. maka dia
akan panik, seribu pertanyaan akan muncul andaikan pada saat itu dia disuruh
menulis maka akan banyak dugaannya tentang permasalahan tersebut. karena dia
PINTAR kemudian dia akan menghubungi bengkel mobil dan menanyakan permasalahan
nya tersebut. jawaban dari ahli bengkel ternyata sangat mengejutkan, 'Pak,
Bensin nya habis,' kok bisa kata sipemilik, jawab bengkel bapak tidak lihat
indakator lampu menyala, jawab sipemilik saya tidak tau itu.
Bayangkan andai kata mobil baru tidak dilengkapi dengan buku KATALOG/panduan
mobil, maka yang tau akan maksud struktur mobil hanyalah sipembuat. begitu
bukan.
Sekarang kita beralih kepada Ilmu Laduni (ILMU ALLAH), anda telah ramai
membahas nya namun semua nya sama masih mengambang, yang ada sok tau, tidak tau
tidak paham, kalau anda bahas masalah ini untuk diri anda sendiri silahkan, sah
sah saja.
tapi jika anda mengajak orang lain maka celaka lah.
ilmu laduni(mobil) dari allah(pembuat mobil), yang tau soal ilmu laduni hanya
allah,
nah jika anda ingin tau apa itu ILMU LADUNI dekati allah, ..... bisa
tidak/dapat tidak anda mendekati allah untuk mendapatkan jawaban itu,
jawabannya 2 juta persen tidak,
Sebab yang berhak mendekati allah adalah orang2 yang telah menempuh jalan ke
allah, dimana jalannya sangat panjang, penuh dengan ujian, dan yang sampai
kepada allah itu disebut dengan para Auliaiwalmursalin(para kekasih allah).
Para kekasih allah inilah perpanjangan dari/wakil/wali dari allah.
Nah jika anda ingin tau Apa itu ILMU LADUNI carilah mereka para aulia allah
dan tanyakan apa itu ilmu laduni, insya allah anda akan mendapatkan jawaban
dengan ketepatan 2 juta persen juga.. karena yang berhak menjawab ilmu allah
yang ditanyakan mahluk-mahluk allah yang tidak suci/belum suci adalah lewat
perantara mahluk allah yang suci, dimana setiap jawabannya bukan hasil
pemikiran pribadinya tapi dari bimbingan sang KHOLIK. allahu akbar.
masih adakah orang2 seperti diatas pada zaman saat ini, banyak sangat banyak
tapi mereka susah dicari, susah didapatkan, apa sebab, karena yang menghalangi
pencarian itu adalah pikiran,nafsu,serta mata bathin anda sendiri.
Dalam kisah Nabiyullah Khaidir As. dngan Nabi Musa As. memang lebih tinggi
derajatnya adalah Nabi Khaidir As.
pertanyaannya adalah kenapa bisa begitu,
karena dalam perjalanannya menuju allah dan ketika bersama Allah, nabi
khaidir As sudah banyak mendapatkan ujian-ujian sangat berat. dan yang dapat
menceritakan riwayat,hikayat nabi Khaidir As hanyalah orang suci para kekasih
allah.
Oleh karena itulah wajar saja kalau sampai saat ini nabiyullah Khaidir As
masih Sehat walafiat sampai akhir zaman yang telah di tetapkan oleh Allah.
Subhanallah.
perjalanan yang anda bahas tentang kedua nabi tersebut, dimana kita
mendapatkannya, jawabnya dari KITAB SUCI (AL-Quran), adakah riwayat itu pada
Kitab suci yang lain,,,
dianatara kita manakah orang2 yang paling suci,,,, jawabnya ada, dia, dialah
para kekasih allah. dari beliau-beliau itulah kita dapat mendengarkan cerita
detailnya-rincinya tentang perjalanan kedua nabiyullah tersebut yang disingkat
dalam AL-Quran, bukan dari tukang dongeng.
Perlu anda CAMKAN danANDA CATAT bahwa ilmu laduni bukan untuk menetang
al-quran dan hadits, ilmu laduni justru meluruskan arti Alquran dan Hadist
sesungguhnya. Ilmu laduni justru menopang apa yang tetapkan dalam alquran dan
hadist. tidak ada ILMU LADUNI untuk melencengkan dari keduanya, apalagi
terhadap sang PEMBUATNYA(ALLAH) dan para Juru Ahlinya MEKANIKNYA(PARA NABI
ALLAH).
kenapa derajat NABI KHAIDIR AS. lebih tinggi dari Nabi MUSA AS.
jawabnya, Kenapa Derajat NABI (RASULLULLAH SAW) lebih tinggi dari Nabi2
sebelumnya.
demikian mohon maaf lahir dan bathin kalau anda merasakan sakit.
bukan maksud saya untuk menyakiti, tapi ingin meluruskan anda semampu saya,
walau pun dengan sedikit tusukan yang menyakitan, karena dokter saja kalau
mau menyembuhkan dengan menyakiti, baik lewat obat/pahit maupun lewat
suntikan/sakit.
Demikian.
[Non-text portions of this message have been removed]