ru uu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
hahahhhahaha seru juga ya dengan komunitas ini, padhal yang dibahas adalah sesuatu yang lucu!!! menurut gw sech.....
buat bung hadi sebelumnya thanks banget dah bisa masuk di kimunitas ini, yang menurut saya disini bukan komunitas untuk berkhotbah ato mencari "pahala"....coba anda baca lagi dengan buku2 ato aliran2 kiri lainnya.....saya bukan mencapuk untuk melihat bahwa saya juga sama halnya dengan Gie, walhassil....sosok seperti Gie ini bisa kita tolelir sebagai bahan acuan untuk mengetahui hakikat "kehidupan dunia".....
ateis?? aliran kiri??.....huh! kenapa anda masih hidup didunia indonesia yang fana ini....cieeeeee......soekarno,para kuli bangunan, para supir angkot, para ulama, para pemuka agama,para kaum ekspatriat,para dosen, guru, pelajar, menteri walopun masih sebahagian......perhanahkan anda memerhatikan...berapa banyak muslim yang dijalan ato tidak melaksanakan sholat jum'at, berapa banyak kaum nasrani yang tidak ke gereja pada saat kebaktian ato khotbah minggu...anda pikir....
intinya kembali ke niatan dan ahlak serta keimanan masing2......toh mereka dah gede ini mereka yang lebih tau tentang kehidupan mereka masing2....
kalo memang banyak kaum yang akhirnya kiri ato mereka jadi ateis.....itu bukan karena faktor pendukung seperti sosok GIE......tapi karena mereka telah menjalani hidup mereka ddengan keyakinan yang mereka anggap sendiri....dan untuk yang lain...yang mungkin memang "beragam"!!........ad baiknya kita masing2 telaah dengan ap yang kita perbuat .....karena seperti yang anda kemukakan......KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN......
yang notabene kita dihadapkan pada hal yang real.....
 
seperti!!!!!.....beranikah anda untuk dapat melaksanakn keimanan anda dibawh hunusan pedang????.....
yaaa disebahagian orang mungkin akan berat melakukannya......
tapi seperti para contoh diatas.........mudah2han bisa......
sukses ...
merdeka ato mati?????....
mati aja dech tapi merdeka!!!!!!


muchajjir muhammad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya setuju jika anda mengagumi pemikiran dan kepribadiannya. Tapi klo anda mengatakan dia kiri dan ateis, saya sarankan anda baca lagi CSD, atau bukunya Maxwell.

nur hadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 Sebelumnya saya ingin menyapa semua kawan-kawan di milis ini yang notabene berisi orang-orang yang kritis, saya bergabung di milis ini bukan karena saya mengagumi seorang "sosok" yang bernama SOE HOK GIE, tapi saya lebih mengagumi pemikiran, cara pandang, dan keberanian almarhum yang luar biasa. Pada intinya saya lebih mengagumi kepribadiannya (tentunya bukan karena kekiriannya atau keateisannya), daripada hanya sekedar mengagumi sosok bertubuh kecil itu melalui filmnya yang telah beredar sekarang. Pendapat saya pribadi mengenai film itu, saya cenderung melihat film itu sebagai bentuk dari "Komersialisasi Idealisme".

      Betapapun yang terlihat oleh kita, banyak orang (anak muda, mahasiswa sampai anak nongkrong) akhir-akhir ini mendadak menjadikan SOE HOK GIE sebagai idola baru, sok kekiri-kirian padahal ia belum mengerti bagaimana cara pandang seorang kiri itu yang benar. sok beridealisme padahal ia tidak memahami apa arti idealisme bagi seseorang yang akhirnya hanya membuat pusing saya pribadi. Banyak contoh kita lihat, ada sekelompok mahasiswa yang berdemonstrasi dengan mengendarai sepeda "zaman dulu" seperti yang pernah almarhum lakukan pada masanya, ada banyak wanita yang mencari "pacar" dengan kriteria seperti yang digambarkan pada film "GIE", (sejak kapan SOE HOK GIE mempunyai tubuh besar dan ganteng...He..he....).Pada akhirnya sosok SOE HOK GIE dan semua pemikiran dan keberaniannya itu hanya sekedar trend yang kapan saja bisa hilang atau "basi".

      Pesan yang dapat saya katakan disini adalah, ingatlah akan hidup yang sebenarnya. Jangan pernah berpendapat tentang sesuatu jika kita belum mengetahui masalah tersebut yang sebenarnya. Disini saya bukannya ingin berpendapat bahwa pendapat itu harus dibatasi, tapi seyogyanya pendapat kita itu harus disertai dengan pemahaman kita yang kuat tentang apa yang akan kita sampaikan. Jika kita melihat sosok almarhum yang begitu kritis dan berani berpendapat, bukannya tanpa pengetahuan dan data yang jelas yang beliau sampaikan. Tapi beliau mengungkapkan apa yang benar-benar beliau pahami. Beliau ikut terlibat dengan permasalahan-permasalahan itu dan yang pasti peduli. Pada intinya, sama halnya ketika kita berbicara pemahaman tentang agama. Jangan pernah berani berbicara tajam tentang agama apabila kita belum benar-benar paham masalah keagamaan. Perlu direnungi apakah kita pernah mendalami masalah keagamaan kita?Apakah kalian yang beragama islam pernah membaca kitab al quran, arti, tafsir secara keseluruhan?Apakah kalian yang beragama kristen pernah membaca injilnya sampai habis dan memahaminya melalui kajian?Apakah kalian yang beragama lainnya sudah mampu menjalankan perintah dan larangan agama kalian yang mendasar secara benar?

Jawabannya ada pada diri kita sendiri. Yang pasti saya percaya orang-orang yang bergabung dalam milis ini adalah orang yang kritis dan cerdas (tidak mudah terpengaruh kecuali terpengaruh terhadap kebenaran...)

      Karena, MISI TANPA AKSI TAK AKAN BERARTI,

                  AKSI TANPA VISI SAMA DENGAN BUNUH DIRI....

Akhirnya kita sadar bahwa kita hidup seharusnya mempunyai tujuan yang pasti, yaitu KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN..........


Start your day with Yahoo! - make it your home page

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com komunis? atheis? mereka kan juga manusia. jadi kalo ada yang gara2 gie jadi komunis atau atheis ya gapapa kan. toh untuk saat ini komunis sudah gagal sebagai ideologi yang ingin membawa kemakmuran ngga tau mungkin some day some way some chance komunis going to be truth ho know?

 


Start your day with Yahoo! - make it your home page

SPONSORED LINKS
Organizational culture


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke