Rekan Radityo,
 
Saya juga berduka. Bagiku, Tempo adalah ikon.
Memang perang itu tak teramati dari luar, tapi suasananya terhembus keluar tak mampu ditutupi.
Bagi yang peka pasti tertengarai, ada yang beda pada Tempo akhir akhir ini.
 
Khususnya bagi Mas Goen sendiri, ia telah meletakkan suatu gaya yang tak tertandingi.
Tak salah bila disebut angkuh, tapi sangat terasa tangkas dan memikat.
 
Janet itu, apakah juga akan bercerita tentang Tempo yang sekarang?
Tampaknya tidak. Mungkin sudah tak menarik lagi baginya.
 
Sebetulnya masih menarik menelisik jejak-jejak Tempo sekalipun sekarang telah 'beda'.
Catatan Pinggir itu, memang betul, seperti ditulis oleh yang setengah nabi.
Tak pernah ada yang mutlak, ambigu, mendua arti, tapi acap disitu letak gregetnya.
 
Sesuatu yang selesai, tak pernah menarik.
 
fw
 
 
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, December 14, 2005 11:31 PM
Subject: [Soe_Hok_Gie] Martin Aleida: "Perang Di Jero Tempo"

Martin Aleida: "Perang Di Jero Tempo"
 
Teman-teman tercinta,
 
Beberapa hari lalu rekan Martin Aleida yang mantan wartawan Majalah Tempo mengirim naskah resensi buku Wars Within karya Janet Steele di milis Mediacare. Karena dikirim dalam bentuk fail lampiran, para anggota milis yang berstatus digest dan nomail tak dapat ikut
membacanya.
 
Untuk itu saya kirim ulang naskah tersebut secara utuh pada postingan
ini. Naskah ini saya posting ke beberapa milis lainnya.
 
Selamat menikmati, semoga tercerahkan. Silakan kalau ingin memberi
komentar......

Salam,

Radityo Djadjoeri
 
PERANG DI JERO TEMPO
WARS WITHIN
Penulis: Janet Steele, @2005
Penerbit: EQUINOX dan ISEAS
xxxiv, 328 halaman
 
Oleh Martin Aleida
 
Jarang ada penulis Barat yang berhati sarat dengan
.......................


SPONSORED LINKS
Corporate culture Corporate culture change Business culture of china
Corporate culture training


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke