|
Sebetulnya, apa relevansinya meneliti Lia gila atau
tidak?
Pokok persoalan bukan pada kewarasan seorang
Lia.
Melainkan pada, bersalahkah orang yang punya
keyakinan sendiri
yang berbeda dari orang kebanyakan?
Bila dianggap bersalah, tak perlu pakar pakar apa
apa.
Hanya introspeksi diri yang perlu. Apakah
kepercayaan kita
sebagai individu, selalu sama dan sebangun dengan
kepercayaan
mayoritas. Bila tidak, silakan gemetar
ketakutan.
Sebab suatu saat siapapun bisa mengalami nasib yang
sama dengan Lia.
fw
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, January 17, 2006 1:10
PM
Subject: [Soe_Hok_Gie] Perlukah
menghadirkan Karen Armstrong untuk ikut 'meneliti' Lia Aminuddin?
Perlukah menghadirkan Karen Armstrong
untuk ikut 'meneliti' Lia Aminuddin?
Lia Aminuddin yang akrab disapa Lia Eden kini masih menginap di Hotel
Prodeo. Jiwanya amat terguncang karena apa yang ia imani telah diganggu
gugat, bahkan dirinya malah ditangkap polisi dengan tudingan sebagai
tersangka kasus penodaan agama.
Dari balik jeruji besi, 'Si Malaikat Jibril' ini sibuk merapal berbagai
kutukan yang ia setrumkan ke Metro TV, MUI dan para dedengkot Islam garis
keras yang mencap kelompoknya sebagai aliran sesat. Dari balik jeruji
besi, ia tangisi para dombanya yang kini tercerai berai entah kemana.
Sementara Lia sebagai sang penggembala cuma bisa meratapi nasib kaumnya
dari kamar pengapnya. Ia juga menulis rangkaian puisi - entah apa isinya.
Apakah itu segepok ayat-ayat untuk dibukukan menjadi kitab
suci? Hingga! detik ini, pihak kepolisian baru melibatkan seorang
psikolog yaitu Sarlito Wirawan Sarwono. Ia dimintai bantuan oleh penyidik
Satuan Keamanan Negra Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya
untuk memeriksa kondisi psikologis atau kejiwaan Lia Eden, yang mengaku
titisan Jibril Ruhul Kudus.
...(snip)
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|