ini opini saya.......sebelumnya mohon maaf klu
agak menyinggung perasaan teman-teman semua............
terima kasih juga krn telah memberi ruang dlm
milis ini utk ber opini.....
Goenawan Mohamad: Lima pertanyaan
seputar "RUU Porno"
GM membeberkan lima pertanyaan seputar RUU Porno, dengan harapan
timbul debat dan sekaligus menggali pemikiran para milister. Lima hal
itu perlu dipikirkan ketika anggota DPR membahas "RUU Porno". Menurutnya, ini
sekadar imbauan yang "dingin". Mohon partisipasi dari Anda semua,
anggota milis tercinta.
Lima hal yang perlu dipikirkan ketika anggota DPR membahas "RUU
Porno":
1. Apakah efektif mengawasi film, gambar, dan
lain-lain, bila teknologi
informasi berkembang dahsyat seperti
sekarang?
gak banget
kali.......!!!!!! cuma orang-orang yg picik dalam berfikir pasti selalu
melakukan pengawasan. Orang-orang yg "parno" dlm kemajuan zaman tp gak mampu
dan ga sanggup utk mensejajarkan diri (berfikir,bertindak,menganalisa). Klu
katanya "religi" (dlm konteks Islam "Al-Quran dan Hadist) adalah sumber dari
segala ilmu (berdasarkan bacaan yg saya dapat banyak ilmu-ilmu yg bermanfaat
skrg awalny berasal dr cendekiawan muslim yg digali dari Al-Quran) yg
seharusnya para alim ulama, cendikiawan muslim, menjadikan satu rujukan
(Qur'an dan Hadist) sebagai sarana mengembangkan
peradaban (informasi,sains,teknologi) bukan "mengembalikan
peradaban".
2. Bagaimana mengendalikan perdagangan dan pasar, yang punya
peran sentral
dalam hidup kita zaman ini, yang membentuk
jenis, kecepatan, dan isi
informasi?
sepakat gw ma opini dr kawan toel
maldini...........kualitas dan sdm yg ok tentunya......
gw tambahin semuanya itu harus "adil" (mskpn yg
gw tau yg namanya adil itu cuma nanti adanya di akhir jaman swaktu qta-qta di
nisab) tp paling gak ber prikemanusiaan lah...........dan gw gak terlalu suka
ma "pasar global" krn cuma negara kuat aj yg kuasa sdgkan negara
ketiga.........///??? NOTHING .........
3. Bagaimana menolak kenyataan, bahwa seni tradisi
dan kontemporer tak
selamanya mengikuti hukum negara, akidah agama dan
garis ideologi? Mungkinkah
akan ada Gandrung Banyuwangi dan puisi
Sutardji, kalau akidah diikuti? Tidakkah mau tak mau seni akan membentuk
otonominya sendiri, seperti ilmu?
Biasa aja lg ...........gak perlu menolak dr
kenyataan........seni itu bukan hukum....seni juga bukan akidah apalagi
ideologi........
seni itu nilai luhur sblm yg namanya
ideologi,hukum akidah muncul...............
coba liat aj di tanah jawa..........akidah agama
bisa kok melebur dlm jiwa seni (awal penyebaran islam o/ para Wali) sebenarnya
yg jd masalah EGO DR JALAN BERFIKIR para pelaksana dan perancang
hukum,akidah,ideologi atau bahkan seni itu sendiri......
4. Tidak berbahayakah bagi rakyat Indonesia bila
ada hak asasi yang dilanggar, seraya memberi kekuasaan yang amat besar kepada
aparat negara? Bayangkan bila polisi dan jaksa mengawasi cara berpakaian, cara
menyatakan cinta, cara
menulis sajak.....
Klu yg kaya' gini kejadian
lagi di Indonesia......cuma satu kata "LAWAN"
5. Pernahkah dibuktikan, pengaruh pornografi pada buruknya
perilaku anak muda mapun orang tua? Bukankah kita harus lebih percaya kepada
manusia?
Gw maseh punya tuh stensialn jaman
dulu,koleksi bokep jg ad beberapa.......(gw gak munafik dah) tp Alhamdulillah
sampe skarag gw maseh perjaka ......( wekekkekekekekkkkk),blm memperkosa
(mdh2an jgn sampe), gak masalah ma' goyang ngeborny inul (cm aneh aj
swktu prtma kli liat.....gak gempor ap ngebor kaya gt) krn gw berusaha gak
mencoba berfikir ngeres ............sdkt jaga syahwat itu aj simple
kok........sdkt nakal itu perlu jd bisa adaptasi dan bisa ngebuka wawasan
"percabulan" jgn kaya pake kaca mata kuda lah......sekali dibuka lgs
tomplok....malah bs bahaya tuhhh........
Hal yg harus diperketat
itu.....pembuatan,pendistribusian peredaran VCD-DVD,stensilan,majalah,
tayangan-tayangan di TV(konak,baywatch, dsb) dikhususkn u/ 21 thun ke
atas...........