On 15/03/06, Bomboh Pamungkas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Note: forwarded message attached.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Soe_Hok_Gie/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
---------- Forwarded message ----------
From: "Sutanto" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Mapala UI" < [EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 8 Mar 2006 17:56:46 +0700
Subject: [mapala ui] Ada Cerita di Balik Film "Gie"
Ada Cerita di Balik Film "Gie"
Suara Pembaruan, 8 Maret 2006
JAKARTA - Film Gie yang mengangkat kisah kehidupan Soe Hok Gie, aktivitas angkatan '66 kini hadir dalam format cakram optik yang diluncurkan Cinecom, Senin (6/3) di sebuah kafe di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan. Format video compact disk (VCD) dan digital versatile disc (DVD) tidak saja menuangkan kembali karya film yang meraih tiga Piala Citra itu, tetapi juga cerita di balik pembuatan film tersebut.
Dalam format DVD hadir behind the scene yang berisi komentar dari para produser, sutradara, serta orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film tersebut. Termasuk wawancara dengan sahabat Soe Hok Gie, yakni Herman Lantang. Selain itu ada video musik dari soundtrack film tersebut. Namun yang paling menarik adalah adanya fitur deleted screen yang berisikan sejumlah adegan yang tidak ada dalam film dengan alasan durasi, namun sesungguhnya memiliki makna penting dalam kisah tersebut. Banyak yang menduga adegan itu sengaja dihilangkan pada film layar lebar karena isu subversif.
Hal itu dibantah oleh Mira Lesmana, Produser dari Miles Films dan Riri Riza sutradara film tersebut, dalam jumpa pers peluncuran VCD dan DVD itu. "Film Gie adalah sebuah film yang berfokus pada seorang karakter yang pernah hidup di sebuah masa yang bisa dibilang paling penting dalam sejarah modern Indonesia, dan ia mencatat pergolakan pikiran, perasaan, dan situasi-situasi yang terjadi di sekelilingnya melalui sebuah catatan harian. Namun, sama sekali tidak ada unsur subversif maupun SARA di dalamnya," Riri Riza menjelaskan.
Film yang menelan biaya Rp 11 miliar itu sesungguhnya berdurasi 4 jam. Namun, menurut Mira, untuk kepentingan sebagai tontonan maka Riri Riza yang bertindak sebagai sutradara memotong sejumlah adegan hingga akhirnya tersisa 147 menit. Kini lewat cakram optik DVD beberapa bagian dari yang dipotong itu dihadirkan kembali. Di antaranya, pertemuan Gie dengan Sumitro, pembicaraan Gie dengan Aristides Katoppo, percakapan Gie terakhir dengan Herman Lantang, serta hubungan Gie dengan, Ira salah seorang sahabat dekatnya. Tambahan fitur itu total 3,5 jam. Sebuah sajian yang lengkap dan belum banyak ditampilkan oleh film nasional lain.
Lonceng
Film yang mengangkat kisah nyata kehidupan Soe Hok Gie, aktivis angkatan '66 itu melibatkan lebih dari 2.500 pemain dan kru. Para pemain dalam film itu antara lain Nicholas Saputra (sebagai Soe Hok Gie), Sita Nursanti, Lukman Sardi, Indra Birowo, Thomas Nawilis, dan Wulan Guritno. Syuting film itu mengambil lokasi di Jakarta, Semarang, Jogjakarta, kaki gunung Merapi, puncak Pangrango, dan lembah Mandalawangi. Proses mixing-nya sendiri dilakukan di Bangkok, Thailand. Proses pembuatan film ini hampir memakan waktu tiga tahun.
Hasilnya cukup membanggakan. Film ini meraih tiga piala Citra, yakni sebagai film terbaik, serta memberikan kepada Nicholas Saputra sebagai Aktor Terbaik dan Yudi Datau sebagai Sinefotografi Terbaik pada Festival Film Indonesia 2005. Bahkan sempat ikut dalam daftar film asing yang diseleksi panitia Academy Award untuk kategori film asing terbaik. Sayang, belum berhasil masuk nominasi.
Mira berharap, generasi muda yang menonton film ini melihat betapa pentingnya memiliki sikap dan kejujuran seperti Gie.
"Setiap manusia punya hati nurani yang kadang-kadang dengan segala permasalahan hidup, ia tidak bicara lagi pada kita. Sosok Gie ibarat lonceng yang mengingatkan kita saat terjadi sesuatu yang salah. Lebih jauh lagi, ada elemen-elemen kemanusiaan yang mungkin kita lupakan dan ini bisa kita temukan dalam film Gie," tutur Mira. Layaklah film ini menjadi koleksi utama dalam deretan film nasional. (W-10)
[Non-text portions of this message have been removed]
--
"..kemerdekaan ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus segera dihapuskan,
karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan.."
SPONSORED LINKS
| Corporate culture | Corporate culture change | Business culture of china |
| Corporate culture training |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Soe_Hok_Gie" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
