Ada cerita tentang si John dan ortunya yg kejam. Si John ini
sebenarnya anak kandung. Tapi entah mengapa si Ortu lebih galak
kalau menyangkut tindak tanduk si John. Kalau salah sedikit akan
dipukul. Semacam Child Abuse gitu deh nasib si John.

Setelah lama dipukul terus2an, si John yang mulai remaja mulai
bertanya: "Papa sama Mama benar2 sayang aku ngga sih?". Kadang John
juga bingung sendiri, kenapa sodara2 lainnya disekolahin tinggi2,
dia sendiri engga. Dia juga bingung, lantaran anak2 lain kadang
dibelai2 kalo mau tidur, tapi dia ngga.

John yg meranjak dewasa, makin bergumul dengan citra dirinya.
Pikirnya: "katanya Anak. Tapi aku kok ngga mendapat perlakuan
seperti anak sih?". John juga sering cerita pada sodara2nya tentang
nasibnya. Tapi sodara2 John (yg bermaksud sangat baik) selalu bilang
pada John :"John, Papi n Mami sayang sama John. John itu istimewa."

John cuma manggut2 aja mendengar penguatan dari sodara2nya. Eh, baru
dapat penguatan dari sodara2 si John, pagi ini John dipukul lagi.
Hari ini Papi n Mami John marah besar. Gara-gara menemukan sehelai
kertas yg tercecer dari buku harian John. Rupanya selama ini John
menulis buku harian.

Ortu John marah besar gara2 dalam buku harian itu John, ada
tulisan: "John ngga tau apa Papi n Mami sayang John atau engga.
Padahal semua anak bilang John itu istimewa. John memutuskan, suatu
hari John bakal minggat." Ortu john marah besar gara2 tulisan itu.
John dianggap anak ngga tahu diri. Lalu dipukul2. Aduh kasihan
banget liat fragmen "pemukulan" terhadap John.

Hari itu John dikejar sang ortu sampai kepepet di pojok ruang
kamarnya. John duduk mendekam di pojok. Mata John yg merah berkaca-
kaca memelototi ortu John dalam2 karena kemarahan yg terpendam.
Sudut mata John mengalirkan air mata. Air mata kemarahan.

John yg tidak berdaya digebukin pakai tongkat, kemoceng, selang, dan
berbagai alat penyiksaan. Tapi John saat itu juga menemukan
kesadarannya. Di tengah suara kemoceng yg bercetar2 mengenai
kulitnya, hati John berkata tegar: "Mama n Papa, John pasti pergi
dari rumah ini!"

Benar juga. Keesokan harinya ketika kamar John digedor2 oleh
ortunya, John sudah minggat. Mereka jadi kaget. Lalu marah2 tidak
karuan.

Sodara2 John jadi pada geger. Seluruh rumah pada geger. Satu kampung
pun ikut geger. Setelah berita John tersebar, satu dusun pun geger
juga. Menyusul kabupaten, kotamadya, ibukota dan propinsi latah
heboh!

Polisi, hansip, dan org2 penting pun dikerahkan untuk mencari John.
Pokoknya hari itu rumah rame banget... penuh hiruk-pikuk org2. Ada
tetangga yg simpati. Ada Pak RT. Pak Lurah dan Ibu datang. Pak
Gubernur yg sibuk pun ikut2an mampir. Bahkan kabarnya Pak Presiden
titip salam lewat SMS!

Lucunya, mereka baru heboh waktu John minggat. Waktu John dipukul2
mereka ngga heboh2 banget.

Sodara2 John juga saling tuding satu sama lain, kenapa John minggat.
Mereka cemas dengan John. Herannya, waktu John ada di tengah2
mereka, mereka tidak secemas hari itu.

Waktu masih tinggal bersama2 dipukul2, tapi waktu minggat dicari2
setengah mati.

Yang paling lucu, reaksi orang tua John, mereka menggeram dalam hati
sambil meremas2 telapak tangan berkata: "John!..aaawaaasss kaaamuuu!
Kalo kamu pulang... Papi n Mami pukuuul kamuuuu sampe
puuuaaaasssss!!!"

Tiba2 ditengah2 kerumunan kepanikan mereka, salah satu sodara John
yg masih imut tiba2 nyeletuk: "Yaaa.., ilang satu lagi deh abang
gue.. !"

Para hadirin pun serentak kaget, sambil menyahut bersamaan:

"HAAAH! ...I-LANG LAA...GIII?

----------------------------Cerpen Nusantara)








 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Soe_Hok_Gie/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke