Harley Sastha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
To: [EMAIL PROTECTED]
From: Harley Sastha <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thu, 20 Apr 2006 01:47:38 -0700 (PDT)
Subject: [Jejak Petualang] Hujan abu selama dua hari tiga malam, disusul bunyi meriam yang rupanya menandai keruntuhan kawah...

“Hujan abu selama dua hari tiga malam, disusul bunyi
meriam yang rupanya menandai keruntuhan kawah, disusul
lagi hujan pasir dan empoh laut. Sebabnya disangka
akibat tindakan jahat Sultan Abdul Gafur. Kerajaan
Pekat dan Tambora binasa. Malapetaka itu berakhir
berkat orang sembahyang, tetapi kemelaratan, kelaparan
dan penyakit tidak tertolong. Banyak orang yang mati
karena makan daun dan ubi yang beracun ...............
namun kehidupan politik serta kenegaraan Bima tetap
terpelihara. Berbagai upacara adat dan tradisi tentang
kehidupan istana dan umumnya kehidupan masyarakat
tetap dijalankan seperti sebelum terjadi bencana.”
(Khatib Lukman, 1830)

“Api berkobar terus selama beberapa hari dan ribuan
orang mati. Kemudian turun hujan abu, dan darat
dilanda empoh laut.; sampai sekarang ini kapal boleh
berlabuh di mana bekas negeri Tambora adanya. Demikian
juga daerah-daerah sekitar ditimpa mala petaka.
Seluruh pulau menderita kelaparan; ada yang mati ...
ada yang menjual dirinya pada temannya ditukar sama
padi....Ternak dan ladang dibinasakan abu dan selama
tiga tahun huma tidak dapat digarap....”
(dari syair kerajaan Bima)

“Letusan Gunung Tambora berakibat dahsyat: tanah
tertutup abu setebal dua kaki selama lima hari, banyak
rumah yang rusak, dan semua tanaman binasa. Tanah
tidak dapat digarap selama lima tahun. Terjadi
kelaparan besar; beras didatangkan dari Jawa. Orang
demikian seng¬sara, semua ikatan keluarga terputus;
ada suami menjual istrinya, ada ibu menjual anaknya
untuk ditukar dengan segenggam makanan; orang melarat
mati di jalan; banyak orang yang mengungsi keluar
pulau dan negeri sekitarnya. Tanah mulai digarap lagi
dengan lamban dan sukar” (syair seorang berkebangsaan
Eropa, 1831)


Itulah sekelumit gambaran tentang tragedi letusan
gunung Tambora 191 tahun yang lalu yang juga diambil
dari salah satu makalah dalam SEMINAR TAMBORA YANG
AKAN DILAKSANAKAN
TANGGAL 22 APRIL 2006
PUKUL 08.00 - 17.00
TEMPAT GEDUNG WIDYA GRAHA – LIPI, JL. JEND. GATOT
SUBROTO

ATAS KERJASAMA FMI-LIPI-PEMDA NTB DENGAN DIDUKUNG
SCTV, RCTI, PT. NEWMONT, CAMPINA, ORACLE, PT.
INTSTRON, AVTECH.

Peringatan 191 letusan gunung tambora juga di tuliskan
kembali di harian Kompas selama tiga hari
berturut-turut, 11-13 April 2006.

Juga akan diputar sebelum acara dimulai film tentang
gunung tambora.

Adapun susunan acara sebagai berikut :

08.00 - 09.00 Registrasi (Coffe Morning)
09.00 - 09.30 Pembukaan (Panitia, FMI, LIPI)

SESI I
09.30 - 11.00  Keynote Speaker
               Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat
               Menteri Kehutanan
               Menteri Kebudayaan dan Pariwisata

SESI II
11.00 - 12.30  -LETUSAN GUNUNG API TAMBORA 1815 : 
                KARAKTERISTIK ENDAPAN VULKANIK DAN
                DAMPAKNYA (Ir. Igan Sutawijaya - Pusat

                Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
                Geologi) beliau juga yang mendampingi
                prof. Harordul yang belum menemukan 
                sisa-sisa kehidupan bekas letusan
                gunung tambora
               -SUMBERDAYA HAYATI: MUTIARA BELUM
                TERASAH DARI TAMBORA (Dr. Yayuk
                Suhardjono - LIPI)
               -FUNGSI KAWASAN PEGUNUNGAN BAGI
                PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN : TINJAUAN
                DARI ASPEK KEHUTANAN (Prof. Dr. Ir.
                Hadi S. Alikodra, MS - IPB)
               -Diskusi / Tanya Jawab

12.30 - 13.30  Istirahat

SESI III
13.30 - 15.00  - PERADABAN DI PULAU SUMBAWA PADA ABAD
                 KE 7 - 19 MASEHI (dampak dari letusan

                 gunung Tambora)- Dr. Bambang Budi
                 Utomo - Puslit Arkenas
               - Drs. Feri Zulkarnain - Bupati
                 Kabupaten Bima
               - Dr. Soehartini Sekartjakrarini -
                 Praktisi
               - Diksusi / Tanya Jawab
15.30          Penutupan


Demikian info dari Panitia Seminat Mengguak Misteri,
Mengurai Sejarah Peradaban Gunung Tambora

Untuk Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Contat
Person bisa menghubungi no :
021 5221683, 5251834
atau
Saudara : 0811889836
Connie : 08161156818


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


Blab-away for as little as 1¢/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice.

SPONSORED LINKS
Corporate culture Corporate culture change Business culture of china
Corporate culture training


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke