FPI cuma bikin malu Islam


Ini sebuah tulisan dari kegusaran seseorang yang
beragama dan percaya akan adanya institusi hukum di
negeri ini.

Belakangan ini isu pornografi menjadi pembahasan yang
tiada hentinya, sepertinya pemerintah kita sangat suka
menunda-nunda pekerjaan, sepertinya pemerintah suka
sekali melihat rakyatnya berseteru soal siapa yang
lebih bermoral sampai-sampai rakyat lupa soal kenaikan
BBM, kenaikan listrik, subsidi pendidikan, dan
kebobrokan lain yang lebih esensial. Muncul pertanyaan
apakah ini memang disengaja?

Oke sekarang saya tidak akan bicara tentang itu lebih
dalam. Saya cuma mau bilang God Damn It FPI (Front
Pembela Islam)!!!!
Tolong ya teman-temanku rakyat Indonesia yang saya
yakini sudah pintar, kalian harus bisa membedakan
antara organisasi yang benar-benar Islam, dengan
organisasi yang ‘jual’ nama Islam. FPI adalah golongan
kedua. FPI bukan satu-satunya yang jual Islam, jual
nama Tuhan, ada banyak lagi, entah dalam bentuk ormas,
partai, atau yang so’ jadi Kiai.

Saya bukan orang yang setuju dengan pornografi, tapi
saya lebih engga setuju lagi dengan tindakan anarkhis,
apalagi dengan bawa-bawa nama Islam. Emang pernah
dalam sejarahnya nabi-nabi Allah suka menggunakan
kekerasan? Apa nabi Muhammad pernah mencontohkan
tindakan anarkhis, setahu saya nabi Muhammad itu orang
yang sangat sabar, dan hampir tidak pernah menggunakan
kekerasan, dia tidak akan menggunakan kekerasan jika
tidak ada yang memulai. Ingat sekali lagi Islam
artinya damai.

Saya marah sekali ketika melihat FPI menghancurkan
kantor redaksi Playboy, kok cara-caranya seperti mafia
sih? Waktu FPI menghancurkan kafe-kafe di Kemang,
waktu FPI nuntut Anjas dan Isabel. Mereka ini
sebenarnya lembaga agama atau preman sih?Mereka itu
bukan polisi, bukan lembaga hukum, mereka sama sekali
tidak punya otoritas hukum. Yang lebih gilanya setiap
mereka melakukan  aksi anarkisnya itu, selalu ada
polisi, dan polisi diam saja tidak ada perlawanan,
paling cuma bikin pagar betis.  Saya sih tersinggung
kalau jadi polisi, dan bukankah itu pelecehan terhadap
polisi sendiri, artintya mereka tidak menghargai
kehadiran polisi. Coba kembali pada jaman-jaman
kerusuhan tahun 1996-1998, jaman itu mahasiswa demo,
demo lho bukan ngancur-ngancurin properti orang lain,
tapi coba deh lihat berapa banyak yang digebukin
polisi, berapa banyak yang mati?!

Terus saya jadi punya kesimpulan yang saya khawatirkan
diikuti orang lain. Jangan-jangan kalau kita bawa-bawa
nama Allah, teriak-teriak Allahuakbar, pake celana
7/8, pake jenggot, kopiah, pake jilbab sampai betis,
kita boleh ngancurin rumah orang, boleh tuduh orang
moralnya bejat, wah asik juga ya. Artinya masuk surga
itu gampang sekali ya, tinggal pakai atribut agama,
tapi mau ngomongin orang, mau dendam sama orang, mau
bunuh orang asal bawa nama Allah tetap engga masalah.

Saya jadi percaya nih gosip yang bilang kalau FPI tuh
‘peliharaan’ TNI/POLRI, makanya mereka engga kesentuh
hukum. Terus coba lihat mana berani mereka ngebongkar
tempat-tempat kayak Stadium yang udah jelas-jelas
maksiat, liat dong backingannya siapa, si TW. FPI tuh
bisa dipesan, kantornya di Jakarta pusat dekat HI,
jadi kalau sebel sama orang tinggal kontak FPI, tapi
inget harus yang bau-bau asusila, dan jangan lupa
harus punya duit banyak.

Kita harus berantas FPI dan ormas-ormas semacam FPI,
atau kiai-kiai yang jual nama Tuhan, yang cuma pintar
ngomong, tapi dalamnya nol, nihil. Kalau memang mereka
benar-benar peduli akan moral bangsa seharusnya mereka
turun ke desa-desa tertinggal, bantu mengumpulkan dana
buat sekolah yang roboh, kasih makan fakir miskin,
bukannya jelek-jelekin orang lain.

Begini ya Tuhan itu paling tidak suka umatnya yang
merasa paling benar, merasa paling Islam, jadi kalau
pada akhirnya atribut-atribut itu membuat seseorang
menjadi merasa paling baik diantara yang lain
sehingga menjadi sinis, lebih baik tanggalkan saja.
Kebanyakan sodara-sodaraku yang memakai atribut agama
akhirnya seringkali terjebak dalam kesinisan, dan
seringkali lupa esensi utama dari pemakaian atribut
itu. Banyak yang merasa lebih baik daripada yang tidak
memakainya.

Agama itu bukan sekadar apa yang kita pakai, bukan apa
yang kita umbar dengan mulut kita, tetapi agama lebih
daripada itu. Agama itu tidak terlihat dengan mata,
itu hubungan pribadi antara kita dan Tuhan.
Saya juga mau bilang bahwa Islam itu adalah agama yang
benar-benar pribadi, buktinya untuk menjadi seorang
muslim kita ngga perlu pake perjalanan jauh, engga
perlu minta ijin orang lain, atau pentasbihan, kita
hanya cukup mengucap 2 kalimat Syahadat.
AsyaduAllahIllahilAllahWaAsyaduannaMuhammadDarusallah.
Dari sini ada udah kelihatan bahwa betapa dekatnya
hubungan antara Allah dengan umatnya,bahkan tidak
perlu perantara.

We not even can see God but only can sense Him.
Last but not least, if you care about this country,
and if you care about the real image of Islam PLEASE
FORWARD this. And remember Islam is a very peaceful
religion.
KJ


How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call rates.

YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke