Wah kita kan generasi penerus bangsa... wajar dong kalo bicarain masalah negara.
Lagi pula, apa memang benar yang dibayar mahal itu pasti benar? (Yang mahal bukan brarti bagus loh)
 
Gie juga mikirin negara ini, dan dia pemikir yang kritis... sayang dia mati muda (mungkin anda sekalian bisa lebih teliti lagi menyimak tulisan-tulisannya, sebagian besar kan berhubungan dengan kondisi negara Indonesia di jaman dia hidup)
 
Dan Gie bukan hanya idola pecinta alam saja lho... (btw pecinta alam tu definisinya apa ya?  apakah cuma orang2 yang ikut organisasi yang disebut demikian? kalo aku hanya ikut menjaga alam aku bukan pecinta alam dong?) :) Jangan pelit2 ah...bagi dong Gie nya :)
 
Trus komentar buat yang posting soal orang kecil yang dieksploitasi... jangan cuma kelompok yang menolak ruu app yang disudutkan, udah cek belom kelompok yang mendukung ruu app itu...? Ini juga fakta karena aku juga punya teman baik yang ikut demo mendukung RUU APP. Sama-sama tu semua dibayar, logis aja kan memang orang perlu uang transport + makan, yaah kecuali kalo udah kebanyakan duit sih gak papa :)
 
Hati-hati bung menggunakan kata eksploitasi... salah-salah anda sendiri yang mengeksploitasi mereka (rakyat kecil) :) Tapi apakah mereka merasa dieksploitasi?... coba di cek dulu :)
 
 
Apakah anda akan menyebut ini Pornografi?
Masih banyak suku maupun budaya di indonesia yang memandang ketelanjangan bukan sebagai pornografi, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sehari hari mereka.
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
jiwamerdeka.blogspot.com
 
kondisi indonesia saat ini yang serba ditimpa bencana nasional seperti penanganan pasca bencana alam maupun wabah endemi penyakit seperti demam berdarah maupun wabah penyakit internasional seperti flu burung yang jelas-jelas lebih perlu dibuatkan aturan atau perundangan bagi nasib mereka. Belum lagi dampak kebijakan pemerintah yang memberatkan rakyat seperti kenaikan harga BBM dan TDL yang dapat berdampak pada peningkatan pengangguran dan kemerosotan perekonomian. Intinya pemerintah lebih takut pada pornografi daripada menyelesaikan masalah kelaparan, penyakit maupun pengangguran.
 
JADI AKU MENOLAK RUU APP :)
 
KALO KAMU GIMANA?
 
 
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Betul...
 
Mendingan Posting cerita2 tentang SHG, lebih mengena dan tepat sasaran.
terutama catatan harian yang gak dimuat di bukunya.
 
Thank's
 
 
Rgd's
:::Noeryanto...
 


From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of akimis solah
Sent: Monday, April 24, 2006 4:11 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Soe_Hok_Gie] ttg Penolakan RUU APP dan pembodohan rakyat kecil |semoga semua mahluk berbahagia|

Soe Hok Gie pasti marah dalam kuburnya kalo "namanya" (milist ini) dicemari dengan argument2 seperti ini yang isinya berpotensi untuk perpecahan dan permusuhan bangsa Indonesia.........
Kita serahkan semua kepada pemerintah aja......
Buat apa mereka digaji mahal2 kalau tidak untuk memberikan yang terbaik buat bangsanya......
Kita kembalikan netralitas komunitas pecinta alam kita......
Masih banyak masalah2 disekitar kita yang belum terselesaikan....
Ilegal Logging....Pembakaran lahan....perburuan satwa.....pertambangan liar...Dll..
 
PEACE...
SALAM LESTARI


Lia iSi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
hm... baru sekali ini saya ikut posting di milis ini karena saya juga gelisah dgn fenomena yg beredar belakangan ini...
tentang apa saja....
dan saya mulai merasa terganggu!!!
bukan karena milis ini
karena pembenaran2 oleh org2 dan kelompok2 tertentu tentang beberapa hal yg merugikan orang lain....
 
kalo pembodohan rakyat kecil itu dah berlangsung dari kapan tahun bung... politik di negara ini kan kaya gitu siapa saja yang kuat dan pandai pasti melakukan pembodohan ke org lain entah itu tanpa ataupun disengaja...
lagi pula menurut saya ada yang punya kebutuhan membodohi dan ada  pula yang punya kebutuhan untuk dibodohi..
dibodohi ata tidak itu subyektif sekali....
 
aku ngga setuju negara ini dibuat menjadi negara sekuler seperti niatan beberapa orang2 dan kelompok yg mengatas namakan ISLAM itu...
maaf saya juga muslim meski bukan orang yang taat beragama tapi urusan moral sepertinya sulit diseragamkan dan dibuatkan undang2nya
ingat negara kita masih punya UUD45 yg entah udah di interprestasikan dgn sangat majemuk itu
dan ingat kita ber bhineka tunggal ika artinya ga usah diijelasin pun semua dah tahu...
berbeda itu indah... lalu kenapa musti diseragamkan????
apalagi ttg ruu app dan efek2nya dgn perda2 dan aksi2 maaf MMI dan FPI yg sok sok an jadi "polisi2" moral itu
 
jujur for me it suck... mbok ya diurusin dibenerin di lurusin dulu milik masing2 baru mbenerin atau nyalahin orang lain... lha nabi muhammad aja dulu nyebarin islam caranya ngga frontal gitu kok
dasar smua2 yang ditunggangi politik entah agama moral ekonomi dll itu jadi suck
jangankan soal ruu app
aku yakin 9000 % semua demo dimuka bumi indonesia ini ga semua orgnya yakin dan dong  apa yg sebenarnya di demoin
sebagian karena ikut2an solider setiakawan dan uang menjadi salah satu iming2nya
halah... mbok ya sudah sesama saudara kok ya pada hobi bertengkar dan hujat menghujat
capek saya ngliat dan menyaksikannya
apalagi aksi2 mendukung ruu yg di respon dibeberapa tempat dgn bikin jam malam dan menganggap beberapa perempuan yg kluar diatas jam tertentu adalah PSK
walah lha psk itu juga manusia kok punya kebebasan atas tubuh dan punya kedaulatan atas dirinya... yg menggunakan jasanya jg dong musti disalahin juga...
 
trus apa iya kita jadi balik kaya jaman penjajahan dulu lagi? pake acara jam malam kalo ga ditangkep.... kalo razia rokok disembarang tempat sih saya setuju karena ngurangi polusi... nah kalo razia moral? apa situ org2 yg nge razia itu moralnya udah bener? lha namanya manusia kan punya keterbatasan... bikin hukum dan undang2 kok sesuatu yg absurd dan tak nampak ya susah.. sampai indonesia rata tanah pun saya yakin susah mensepahamkan....
 
masyaallah... mbok ya sudah hentikan saling benci dan permusuhan di negeri ini...
lakukan sesuatu selain saling menghujat dan melukai perasaan orang lain...
mbok ya membagi dan menularkan kebahagiaan saja... mau miskin kaya susah senang sehat sakit itu ga masalah yg dicari org tu hidup tenang dan bahagia...
udah....
benar kata sang buddha itu
semoga semua mahluk berbahagia.....
juga seluruh penghuni milis ini
berbeda itu indah
dan cinta itu membebaskan....
 
tabik

DiyonoDIOMoeripto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
TENTANG ORANG KECIL YANG DIBERDAYAKAN

sore itu beberapa org tetangga sedang sibuk bergiat, entah bergiat
apa. sepertinya bukan kegiatan seperti yang mereka lakukan sehari-
hari. keseharian mereka berjaulan jamu gendong.

sekitar 5 sampai 10 orang paruh baya -yang sering kupanggil 'bude'-
sedang menyiapkan jamu tradisional. spontan aku bertanya pada mereka;
"mau bikin apa bude?kok banyak banget bikin jamunya?" tanyaku pada
mereka. karena tak lazim mereka membuat jamu bersama2.

dan satu persatu bude-bude itu menjawab;

"besok, ada promosi dijalan thamrin, kita oleh air mancur disuruh
ikut, buat promosi, disuruh pake baju kebaya sama disuruh buat jamu"

jawab mereka dengan semangat.

rata-rata umur mereka antara 40 sampai 50 tahun, dan kebanyakan aku
panggil bude, mereka tinggal disekitaran rumahku dibilangan kuningan.
mereka semangat, polos dan bagiku pejuang kartini sesungguhnya.

pagi2 sekali mereka berangkat, pukul 5.30 pagi mereka sudah siap
dengan baju seragam kebaya mereka (karena diinstruksikan oleh
ibu....) tak lama kemudian mereka berkordinasi dan masuk kemetro mini
yang sudah disiapkan.

tapi apa yang terjadi bukanlah seperti apa yang mereka
bayangkan...sekonyong-konyong mereka digabungkan dalam barisan
demontrasi, mereka kaget, tersentak dan tidak bisa berbuat apa2.
mereka tidak tahu apa-apa soal RUU Pornografi, mereka tidak tahu
menahu soal perang opini mengenai RUU ini. yang mereka tahu mereka
cuma disuruh bikin jamu, pake kebaya dan datang kemonas, tentunya
dengan diiming-imingi sejumlah rupiah.

'busyeeet'...tak tega rasanya melihat orang-orang tua itu mengeluh,
mereka berjalan kaki dari monas ke HI dan berputar-putar manjadi
objek penderita dan diperalat untuk mengakomodir kepentingan kelompok.

'ampuuuun'...apa yang terjadi dengan orang2 dinegri
ini...memanfaatkan keringat orang hanya untuk kepentingan politis
semata, wahai bapak...ibu...yang memanfaatkan orang2 kecil ini atas
nama budaya...kasihani mereka, mereka berjalan, tertatih...membawa
beban jamu yang mereka kira diperuntukkan untuk promosi...dipaksakan
untuk berkata : "TOLAK" apapun alasannya ini tidak benar.

alamaaak...ada apa dengan negeri ini jika hanya untuk kepentingan
kelompok segala sesuatunya dilakukan, mesti menghalalkan segala cara.
tak tega rasanya melihat wajah bude2ku yang memerah dan keletihan.
dan iming2 uang itupun tak kunjung nampak. bersyukur mereka karena
salah satu putri Gus Dur memberikan meraka Rp. 50.000 untuk satu
orang. keletihan mereka sedikit sirna.

maafkan bude2ku...jika engkau telah diberdayakan sangat kotor -aku
pikir- oleh orang2 yang ingin membuat opini publik. tak tega rasanya
kartini2 itu dianiaya didepan mataku...sore itu aku geram...aku
marah...dan menyayangkan keadaan ini semua.

tak hanya bude2ku yang di'kibuli'...pakde pakde ku yang hobi
memainkan musik tradisional campur sari sama nasibnya. mereka
didaulat hadir untuk meramaikan promosi jamu bude2ku. tak ada pikiran
diawang2 pikiran mereka untuk demo anti RUU, yang meraka tahu, taruh
instrumen musik dimobil pick up, main musik untuk menyemarakkan
promosi jamu bude2ku. itu saja, tak ada gambaran ttg RUU.

'ora gawe wareg wae do ribut' kata salah seoarang pak de. (red: ga
bikin kenyang aja ko pada diributin)

pak de dan budeku dihadirkan dan dipaksakan seolah beropini tolak
RUU, padahal mereka tidak tahu apa2. keji! pembohongan dan pembodohan
publik.

bagaimana dengan yang lain? yang katanya mengakuisisi dari seluruh
indonesia. wah...ga tau deh...ga usah jauh2, yang pasti bude dan
pakde saja yang kutahu. bude dan pakdeku sudah diperalat, karena
mereka ada disekitarku...

KASIHAN BANGSA INI...
KASIHAN BUDEKU...
KASIHAN PAKDEKU...


*cerita ini bukan fiktif, bukan opini, bukan karangan, bukan rekaan,
bukan justifikasi, namun ini semua terjadi. kurang percaya, atau
ingin menyanggah...???silakan hubungi : [EMAIL PROTECTED] (saya
akan antar anda langsung kepara bude dan pakde ku yang teraniaya itu)







Blab-away for as little as 1ยข/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice.

SPONSORED LINKS
Corporate culture Corporate culture change Business culture of china
Corporate culture training


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke