Piye Kabare jheng???kok ga dikirim ke koran ajah?isinya buaguus tenan tapi sayang kalo cuma ditulis dimillis ini......nggak akan nyampe ke SBY dan JK..............ayoo nulis dikoran..............................................................gimana kuliahnya???

aivy_ant <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Ibnu Taufan
> Date: May 4, 2006 12:28 PM
>
>
>  *Yth Bapak Presiden Jendral Purnawirawan Susilo
> Bambang Yudhoyono   dan*
> *Yth Bapak Wakil Presiden Pengusaha Besar Yusuf
> Kalla.*
>
>             Salam Sejahtera.
>             Saya sebagian dari rakyatmu, rakyat
> Indonesia, sungguh bangga
> mempunyai seorang Presiden yang jujur, pintar,
> disiplin dan selalu
> menghargai sesamanya. Seorang presiden yang mungkin
> dapat menjadi figur,
> panutan dan contoh bagi bangsaku yang sedang sakit
> karena banyaknya koruptor
> dan pengusaha hitam yang masih bergentayangan dan
> berkolaborasi  .  Jendral
> Purnawirawan Susilo Bambang Yudhoyono dan Pengusaha
> Besar Yusuf Kalla adalah
> sosok presiden dan wakil presiden  pilihan langsung
> rakyat Indonesia,
> termasuk petani, buruh,karyawan, pegawai negeri
> sipil dan berbagai keluarga
> besar bangsa Indonesia.   Jendral adalah tumpuan dan
> harapan rakyat untuk
> membawa bangsa besar ini kedepan,  sejajar dengan
> bangsa-bangsa lain dengan
> mengikis habis korupsi, nepostime, kolaborasi dan
> setumpuk persoalan yang
> menyengsarakan masyarakat.  Jendral mendapat mandat
> rakyat untuk mengambil
> kembali Lebih 420Triliun uang BLBI (Bantuan
> Liquiditas Bank Indonesia)  yang
> dijarah oleh para KONGLOMERAT HITAM  berkolaborasi
> dengan para PEJABAT SESAT
> .  Diperkirakan selama 3 tahun kala itu, lebih dari
> 900 Triliun uang rakyat
> Indonesia, tak tentu rimbanya masuk
> kekantung-kantung para  Cukong,
> Pengusaha Rakus maupun Pejabat Korup.
>             Namun sungguh  suatu yang  tidak bisa
> diterima akal bahwa
> akhir-akhir ini  Yth. Bp. Presiden SBY  kurang mau
> mendengarkan aspirasi
> wong cilik dibandingkan mendengarkan suara pengusaha
> kelas kakap
> sekelas  Sofyan
> Wanandi.  Seorang yang menjadi juru bicara kelompok
> Jimbaran pada masa Orde
> Baru, yang banyak anggotanya mencicipi uang haram
> rampokan yang bernama
> BLBI.  Presiden seakan sudah tidak mau mendengar
> gerutuan Wong cilik,
> termasuk buruh/pekerja  dengan keluarganya yang
> mencapai 24juta  dan
> yang  ikut
> andil mengantar seseorang yang bernama Susilo BY
> menjadi orang nomor satu
> dinegeri ini.  Presiden seakan sedang bermain catur
> dengan apa yang disebut
> *REVISI PELEBARAN KELAS* ,  suatu kegiatan untuk
> melebarkan jarak antara
> Kelompok Marginal (Buruh/Pekerja) dan Kelompok
> Minoritas (Pengusaha
> Borjuis/Kapitalis).   Dan yang lebih menyedihkan ,
> para Elite politik dan
> birokrasi dinegeri ini ikut mengamini  aktivitas
> presiden dengan  suatu
> kalimat "REVISI UU Ketenagakerjaan 2003 masih berupa
>  Draft dan akan ditunda
> pembahasannya ". Suatu kalimat silat lidah untuk
> meninabobokkan para
> buruh/karyawan yang sedang marah melihat pemimpinnya
> seakan *bermain mata
> dengan pengusaha hitam*.   Suatu kemarahan wong
> cilik yang merasa DIKHIANATI
> oleh pemimpinnya yang  akan meminggirkan  mereka
> dengan alasan tidak masuk
> akal "AGAR INVESTOR LEBIH BANYAK MASUK KE INDONESIA
> DAN MEMBUKA LAPANGAN
> KERJA".  Suatu kalimat manis namun sebetulnya
> pembodohan ,  *yang sudah
> usang dan sering disuarakan para pengusaha hitam
> sejak orde baru.*  Suatu  yang
> sudah terbukti selama 30tahun tidak   berhasil,
> karena masalah utama bagi
> investor bukannya sector perburuhan .  Bahkan
> Presiden Bank Dunia Paul
> Wolfowitz pun mengatakan bahwa masalah utama
> *ketakutan investor asing masuk
> ke Indonesia adalah masalah korupsi*. WORLD ECONOMIC
> FORUM pun menyatakan
> bahwa buruh menempati urutan ketujuh pada tataran
> persoalan investor/usaha ,
> yang diantaranya :
>
>    1. *Pemerintah  Yang Tidak Efisien .*
>    2. *Infrastruktur Yang Tidak Memadai .*
>    3. *Koropsi dan pungutan yang merajalela .*
>    4. *Peraturan Perpajakan .*
>    5. *Kualitas Sumber Daya Manusia*
>    6. *Instabilitas Kebijakan*
>    7. *Kegiatan Buruh/Pekerja*
>
>
>             Bapak Presiden ,   jadi apakah masuk
> akal kalau assumsi sebagian
> Pengusaha  dan Birokrat  mengatakan bahwa  UU
> Perburuhan yang ada menghambat
> investor masuk ke Indonesia ?.   Formula  yang
> bagaimana yang dapat
> mengamini   assumsi-assumsi   sesat tersebut?.
> Apakah Stabilitas Nasional
> akan dipertaruhkan hanya untuk mengamini Formula
> Pengusaha Hitam  yang
> memunculkan Notasi Matematis :
>  * COST_TEKAN_1,2,3,4,6 > COST_TEKAN_5,7  **à
> EXECUSI_5,7  .*
> *Assumsi : Abaikan Social_Cost  .*
>
>
> Dan kamipun bisa mengetahui , bagaimana posisi Biaya
> Buruh Indonesia
> dibandingkan Negara-negara  lain atau dibandingkan
> dengan Variabel lain yang
> merupakan factor-faktor produksi.  Biaya buruh yang
> merupakan Fix Cost
> adalah yang paling rendah (0.32 atau hanya 6% dari
> yang tertinggi),
> sedangkan biaya siluman (Variable Cost)  adalah yang
> tertinggi (151 atau
> 686% dari yang terendah ). Suatu angka yang sudah
> tidak bisa diterima akal
> sehat jika angka 6% disandingkan dengan 686% dan
> kemudian angka 6% akan lagi
> ditekan hingga  menjadi 4%.
>
>
>  *Memulai Kegiatan Usaha (Hari)*
>  *Prosedur Usaha (macam)*
>  *Biaya Mem-pekerjakan (% x Gaji)*
>  *Gaji/Cost (dlm $ )*
>  *Biaya Pemecatan*
>  Indonesia
>  151
>  12
>  10.2
>  0.32
>  145
>  Malaysia
>  30
>  9
>  13.3
>  1.13
>  65
>  Thailand
>  33
>  8
>  5.0
>  1.18
>  47
>  Filipina
>  48
>  11
>  9.3
>  0.98
>  90
>  China
>  48
>  13
>  30.0
>  0.69
>  90
>  Korsel
>  22
>  12
>  17.0
>  5.32
>  90
>
>
>
>
>
>
> Sumber : -  Doing Bussiness in 2006: Creating Jobs ,
> Bank Dunia 2005
>                -  An Overview of Implementation
> Labor Standard , Kenan
> Institute Asia , Thai.
>
>             Dan seandainya  Formula diatas
> dijalankan dengan Katalisatornya
> adalah Revisi  UU 13/2003, maka diperkirakan orang
> miskin di Indonesia akan
> naik dengan 20% menjadi  60 Juta . Seperti yang
> dikutip dari Biro Pusat
>
=== message truncated ===






Get amazing travel prices for air and hotel in one click on Yahoo! FareChase

SPONSORED LINKS
Corporate culture Corporate culture change Business culture of china
Corporate culture training


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke