|
maaf saya akhirnya turut mengomentari ........sebetulnya saya jengah dengan
urusan RUU amburadul + cuma proyek uang semata......apalagi indonesia sekarang
lg ditimpa banyak musibah, prihatin dikit lah (baik yg pro maupun yg kontra)
tapi ada yang agak menganjal komentar pada point ke - 2 dan ke - 3,
petikannya sebagai berikut :
2. koalisi dari golongan2 yg menyusun petisi yg anda baca
merupakan
reaksi dari kelompok2 seperti FPI, MMI dan HMI. Tindakan membenarkan anarki sebagai pembelaan dari kebenarannya sendiri adalah pelanggaran hukum. 3. saya juga menyayangkan pernyataan paling akhir dari petisi
tersebut: bahwa kelompok petisi tersebut akan memberikan perlawanan praktis (tidak lewat jalur hukum) terhadap tindakan2 FPI, MMI dan HMI. Dengan kata lain, saya menyayangkan kalau kelompok2 dalam petisi tersebut akhirnya menghalalkan tindakan anarki sebagai balasan terhadap tindakan FPI,MMI dan HMI. Bukan bermaksud membela atau memasang badan tapi sejauh ini saya kadang
kala masih sharing dengan adik-adik di komasariat HMI dan
tidak ada statement yang mengarah utk pro, demikian jg dalam
tingkatan cabang ataupun PB yg secara "rahasia umum" mereka lebih 'elitis'
Bahkan dalam kesempatan sekitar 2 bln yg lalu adik-adik di
komisariat mengadakan pembahasan Pro Kontra RUU APP di PSJ UI. Saya
yakin betul teman-teman di komisariat s/d PB HMI sangat2 dewasa dan bernas dalam
masalah seputar RUU APP, jgnkan masalah porno dengan alibi moralitas tp
menyentuh wilayah privat diributkan asal atau aj kadang2 malah Tuhan aja suka
dijadiin pembahasan kok........
Sebagai seorang kader saya dan teman2 dikomisariat
sangat tidakmembenarkan tindakan brutal hanya karena "penegakan kebenaran"
berbalut dengan syariat. Apapun alasannya ketika wilayah brutalisme
dijadikan panglima cuma sia-sia yg didapatkan.
Jd mohon dapat kiranya ini dijadikan pertimbangan mengenai tulisan save
mynit
Untuk bung bomboh dan relawan yg tergabung dalam peduli bencana selamat
bertugas, cuma doa dan senyum yg bs diberi dari saya utk mendukung
kegiatan
Satu Damai untuk
Indonesia......!!!!!
Terima kasih
Mantan Sekum HMI
----- Original Message -----
From: save_mynit <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, June 01, 2006 7:45 AM
Subject: [Soe_Hok_Gie] Re: [FWD] Press Release: Tuntutan Pembubaran FPI,
MMI, dan HTI bisa saya pahami. Karena dalam agama saya juga ada pemuka agama yg menjelekkan agamanya sendiri. saya punya 4 pandangan : 1. Bagi saya Islam bersatu tidak ada masalah, asalkan Piagam Jakarta jangan dikembalikan pada Pancasila. Kalau bicara konteks Indonesia sebagai suatu negara, negara ini dibangun atas partisipasi dari segala umat beragama. Agama dalam negara harus dipisahkan. Din Syamsudin sendiri mengemukakan bahwa Islam sebagai agama mayoritas bisa menunjukkan dirinya sebagai payung demokrasi untuk negara ini. Saya mengiyakan pernyataan Din Syamsudin dan saya menunggu Islam di Indonesia untuk menunjukkan hal tersebut. 2. koalisi dari golongan2 yg menyusun petisi yg anda baca merupakan reaksi dari kelompok2 seperti FPI, MMI dan HMI. Tindakan membenarkan anarki sebagai pembelaan dari kebenarannya sendiri adalah pelanggaran hukum. Yg jadi masalah bukanlah ke-Islam-an dari kelompok2 anarki tersebut, namun ketidaksadaran hukum dan wawasan hidup berkenegaraan yg primordial. 3. saya juga menyayangkan pernyataan paling akhir dari petisi tersebut: bahwa kelompok petisi tersebut akan memberikan perlawanan praktis (tidak lewat jalur hukum) terhadap tindakan2 FPI, MMI dan HMI. Dengan kata lain, saya menyayangkan kalau kelompok2 dalam petisi tersebut akhirnya menghalalkan tindakan anarki sebagai balasan terhadap tindakan FPI,MMI dan HMI. Ini berarti kelompok2 petisi tersebut terjebak untuk melawan anarki dengan anarki. 4. Anda tahu tidak, FPI adalah kelompok yg di'piara' oleh oknum2 yg malah tidak berbasis agama? FPI pada gilirannya akan di'habisi' sendiri oleh kelompok2 tersebut sesuai suhu politik yg berkembang. FPi dipelihara dan akan dihabisi oleh motivasi politik. tujuan pemelihara FPI adalah: 1. mengadu domba umat non-muslim, untuk memandang agama Islam sebagai agama yg menghalalkan kekerasan 2. menimbulkan rasa muak secara nasional terhadap kelompok2 keagamaan ekstrim seperti FPI 3. memecah belah umat Islam, antara Islam yg berpandangan demokrat dengan yg primordial. Isu agama adalah POLA baru yg ditetapkan oleh oknum untuk jadi kambing hitam berikutnya. --- In [email protected], "gien" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > gw mo ngasih komentar neh atas petisi yg barusan gw baca ini. > sbg warga indonesia,gw hargai petisi ini.tp sebagai pemeluk Islam,gw > MUAK dengan petisi ini gw juga muak dengan sikap yg ditunjukkan oleh > mereka yg namanya tercantum sbg perwakilan dari organisasi yang > menandatangani petisi ini. > gw masih memaklumi sikap yang ditunjukkan oleh mereka yang notabene > mewakili organisasi non-muslim.karena mereka tidak ingin umat muslim > di Indonesia bersatu.tp gw terheran2 oleh sikap yg ditunjukkan oleh > mereka yang mengaku organisasi membawa bendera ke-Islam-an atau > Demokrasi. > Terhadap permasalahan Gus Dur,pokok permasalahannya bukanlah ada pada > pengusiran Gus Dur di Purwakarta.tapi,pokok permasalahannya adalah Gus > Dur (yang dicap oleh golongannya sbg 'kiai besar') mengatakan bahwa > Al qur'an lebih porno dari RUU APP.apakah pantas,seorang ulama Islam > menjelek2an kitab sucinya???pantaskah ke-Islaman-nya?? > wajar saja klo umat muslim yang masih mengikuti sunnah Rasul merasa > marah dengan pernyataan Gus Dur. > gw heran dengan kalian yang ngakunya orang islam tp mendukung gus dur > !!!apakah kalian masih merasa sbg umat nabi Muhammad SAW??? > > --- In [email protected], "Hendy Lie" <indomanutd@> > wrote: > > > > > > > > > > Press Release: "Tuntutan Pembubaran FPI, MMI, dan HTI" > > > > Republik Indonesia berdiri di atas landasan keberagaman dan > kemajemukan. > > Terdiri atas berbagai suku, agama, etnik, aliran kepercayaan, juga > pandangan > > politik. > > Walaupun berbeda tiap warganegara bersatu-padu berjuang dan > mempertahankan > > kemerdekaan dan kebebasan. Inilah modal awal bangsa yang tak bisa > dipungkiri > > keberadaannya bahkan jauh sebelum Indonesia menyatakan > kemerdekaannya. > > > > Keberagaman dan kemajemukan itu justru menjadi kekayaan negeri yang > > sama-sama kita cintai ini. Sebuah semboyan cerdas lantas dirumuskan > para > > pendiri bangsa dalam satu kalimat yan sudah sangat akrab dengan > kita: > > Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda, tapi pada hakekatnya kita satu. > > Berbagai perbedaan itu diakui keberadaannya, bahkan dilindungi > konsitusi UUD > > 1945 dan Pancasila sebagai landasan negara. > > > > Namun kita merasakan keutuhan bangsa belakangan ini terganggu akibat > > munculnya berbagai tindakan yang tidak lagi menghargai perbedaan dan > > keberagaman. Ancaman dan tindakan kekerasan yang dilakukan beberapa > kelompok > > sipil terhadap warga sipil lainnya, sungguh telah melukai bangsa > > yang dibangun dengan susah payah oleh para pendiri bangsa ini. > Pancasila dan > > UUD 1945 telah dilanggar berkali-kali. Supremasi hukum yang mestinya > > dijunjung tinggi dalam negara hukum dicampakkan. > > > > Seharusnya aksi-aksi kekerasan tersebut menjadi perhatian aparat > keamanan. > > Namun kami melihat tidak adanya tindakan tegas terhadap mereka, > bahkan > > aksi-aksi kriminal dan kekerasan itu terus berantai dan berlanjut di > > berbagai tempat di Indonesia. > > > > Mulai dari penutupan paksa terhadap gereja, rumah-rumah ibadah, > penyerangan > > terhadap Ahmadiyyah, Komunitas Eden, ancaman dan penyerangan > terhadap > > lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengusung tema > kebebasan > > beragama, sekularisme, pluralisme, dan liberalisme. Kasus paling > > terakhir adalah penyerangan terhadap FAHMINA Institute di Cirebon > (21/5/06) > > dan mengusir mantan Presiden Republik Indonesia, K.H. Abdurrahman > Wahid, di > > Purwakarta Jawa Barat (23/5/06) > > > > Oleh karena itu, kami menyampaikan sikap sebagai berikut: > > > > 1. Tindakan-tindakan kriminal dan kekerasan yang dilakukan oleh > Front > > Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dan Hizb > Tahrir > > Indonesia (HTI) yang kami sebut sebagai "preman berjubah" telah > menciptakan > > keresahan masyarakat, melanggar hukum-hukum yang berlaku di > > republik ini, serta melecehkan aparat negara. > > > > 2. Menyaksikan berbagai fakta dan aksi yang telah mereka lakukan > selama ini, > > kami menuntut aparat pemerintah untuk membubarkan organisasi- > organisasi > > tersebut, karena mereka telah mengancam keutuhan NKRI (Negara > Kesatuan > > Republik Indonesia). > > 3. Apabila poin-poin di atas tidak ditanggapi oleh aparat negara, > maka > > jangan salahkan kami, apabila kami melakukan tindakan perlawanan > sebagai > > bentuk pembelaan diri. > > > > > > Jakarta, 26 Mei 2006 > > > > > > Garda Bangsa, Garda Kemerdekaan, Pemuda Demokrat, Aliansi Betawi > Bersatu, > > Pencak Silat Pagar Nusa, Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan, SKP-HAM, > Relawan > > Perjuangan Demokrasi (Repdem), Institut Indonesia Muda, YMCA (Young > Men > > Christian Association), Gerak Indonesia, Pendawa, FPPI, Pemuda > Katolik, > > PGIW-DKI Jakarta, Gerakan Revolusi Nurani (GRN), Aliansi Kebebasan > Beragama > > dan Berkeyakinan. > > > > > > Penanda-tangan Petisi: > > > > 1. Eman Hermawan (Ketua Umum Garda Bangsa) 1 _______________ > > > > 2. Ahmad Taufik (Ketua Umum Garda Kemerdekaan) 2. __________ > > > > 3. Jeffrey T. (Pemuda Demokrat) 3 ______________ > > > > 4. Budiman Sudjatmiko (Repdem) 4. ___________ > > > > 5. Malik (Garda Kemerdekaan) 5. _____________ > > > > 6. Guntur Romli (JIL) 6. ___________ > > > > 7. Zainudin (Aliansi Betawi Bersatu) 7. ______________ > > > > 8. Daong Zulkarnaen (FORKABI) 8. ___________ > > > > 9. MND. Robhot (Aliansi Betawi Bersatu) 9. ______________ > > > > 10. Moch Yahya Manap (Aliansi Betawi Bersatu) 10. ___________ > > > > 11. Hafiz Q (Aliansi Kebebasan Beragama) 11. ______________ > > > > 12. Rambe Syarifuddin (SKP-HAM) 12. ____________ > > > > 13. Franky (PGIW-DKI) 13. ______________ > > > > 14. M. Hanif Dhakiri 14. ____________ > > > > 15. Cohda (Institut Muda Indonesia) 15. _____________ > > > > 16. Mubarik (Ahmadiyyah) 16. ___________ > > > > 17. Sutrisno Rangga (GRN) 17. ____________ > > > > 18. Favor A. Bancin (YMCA) 18. ____________ > > > > 19. Rudy (Gerak Indonesia) 19. ____________ > > > > 20. Saif Ahmad (Aliansi Kebebasan Beragama) 20. ____________ > > > > 21. Maryanto (Pendawa) 21. ____________ > > > > 22. Lim (FPPI) 22. ____________ > > > > 23. Martin Sinaga (FPPI) 23. ____________ > > > > 24. Rahmat Pasan 24. ____________ > > > > 25. Cahyo (Pemuda Katolik) 26. ____________ > > > > 26. Deliana P. (Pemuda Katolik) 27. ____________ > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Home is just a click away. Make Yahoo! your home page now. http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/.DlolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Soe_Hok_Gie/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ YAHOO! GROUPS LINKS
|
- Re: [Soe_Hok_Gie] Re: [FWD] Press Release: Tuntutan Pembuba... nurun setiawan
