Note: forwarded message attached.


Sneak preview the all-new Yahoo.com. It's not radically different. Just radically better. __._,_.___


SPONSORED LINKS
Corporate culture Corporate culture change Business culture of china


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___
--- Begin Message ---
Kelakar Kalla dikecam

 

Seorang pegiat perempuan mengecam kelakar Wakil Presiden RI Jusuf Kalla bahwa tidak ada salahnya wanita-wanita Indonesia menghibur turis-turis Arab dengan imbalan.

Gurauan itu disampaikan Kalla Rabu kemarin dalam Simposium Strategi Pemasaran Pariwisata di Kawasan Timur Tengah, dihadapan para pengusaha pariwisata, kata Joko Hariyanto, wartawan Radio Smart FM, yang meliput acara tersebut.

Dalam acara itu, Kalla mengatakan pemerintah seharusnya juga menitipkan promosi pariwisata kepada para TKI di Timur Tengah.

Wakil presiden kemudian menyambungnya dengan gurauan: "Kalau ada masalah janda di Puncak itu urusan lain. Jadi orang-orang Arab yang menjadi janda-janda di kawasan Puncak bisa memperbaiki keturunan."

"Nanti mendapat rumah kecil, rumah BTN, ini artinya kan sah-sah saja," tambah Kalla berkelakar.

'Melecehkan bangsa'

Namun Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan Salma Safitri Rahayaan kepada BBC menyatakan kelakar Yusuf Kalla adalah tindakan yang melecehkan.

"Seorang wakil presiden Indonesia mengeluarkan pernyataan yang begitu buruk, menghina, merendahkan, melecehkan harga diri bangsanya sendiri," tegas Salma Safitri.

"Kalau toh dia bercanda, tidak pantas hal seperti itu keluar dari seorang wakil presiden."

Kawasan Puncak menjadi tempat persinggahan populer bagi wisatawan dari negara-negara Arab tetapi tidak jelas apakah Kalla mendasari kelakarnya itu karena pria Arab diduga melakukan kawin siri dengan wanita di Indonesia.

BBC berusaha menghubungi Jusuf Kalla untuk meminta komentar namun tidak berhasil menembus nomor teleponnya.

 



--- End Message ---

Kirim email ke