Note: forwarded message attached.


Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail Beta. __._,_.___


SPONSORED LINKS
Corporate culture Corporate culture change Business culture of china


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___
--- Begin Message ---
Note: forwarded message attached.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--- Begin Message ---

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, June 21, 2006 2:17 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; Widiastuti, Esti;
[EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: modus penipuan baru (hati hati ya temans)


>
> Penipuan di Carrefour Mega Mall
>
> Kamis, 8 Juni 2006, pk. 12.30 saya ke Carrefour Mega Mall untuk
> belanja. Saya naik ke lantai 2 di bagian tissue & pembalut wanita.
> Tiba2 ada seorang Bapak berpakaian batik (Bapak Yosef) yang rapi
> menghampiri saya dan menanyakan apakah saya orang yg beliau cari.
> Bapak tersebut mengaku dari sebuah perkumpulan Jemaat Kristen yang
> sedang melakukan pelayanan untuk menolong orang - orang yang sedang
> dilanda musibah.
> Setelah saya mengatakan bahwa saya bukanlah orang yang dia cari,
> kemudian dia pergi meninggalkan saya yang masih memilih barang
> belanjaan.
> Beberapa detik kemudian seorang Ibu berpakaian putih (Ibu Wina) datang

> menghampiri saya dan bertanya "apakah saya mengenal Bapak tadi? Tadi
> saya melihat beliau dihampiri seseorang di lobby Carrefour yang turun
> dari mobil Honda CRV membawa sebuah parcel dan amplop berisikan uang
> ucapan terima kasih karena telah menolongnya" .
> Tak lama kemudian datang lagi seorang Bapak yang mengenakan kemeja
> berwarna gelap sambil mendorong sebuah trolley barang belanjaan dan
> mengatakan "Ibu-ibu beruntung sekali bisa disapa dan diberkati oleh
> Bapak yang tadi karena saya pernah ditolong beliau melalui doa
> Sehingga bisnis saya bisa sukses kembali". Orang ini pun kemudian
> berlalu. Sementara itu si Ibu Wina yg masih seru ngajak saya ngobrol
> mengatakan dia menyesal karena tidak bisa bertemu dengan si Bapak
> Yosef untuk minta pertolongan buat orang tuanya yang sedang sakit
> parah di sebuah rumah sakit di daerah Kebon Jeruk, dimana dia sudah
> menghabiskan banyak biaya untuk pengobatan itu.
> Tidak sampai 2 menit kemudian si Bapak Yosef menghampiri kami kembali
> sambil bercerita mengenai misinya untuk menyelamatkan umat Kristen
> yang terpilih disini untuk mendapatkan bantuannya melalui doa yang ia
> panjatkan kepada Tuhan.
> Berpuluh - puluh bakhan beratus kali si Bapak ini meyakinkan saya
> dengan menyebutkan terus nama Tuhan, dimana kita harus mendekatkan
> diri pada Tuhan dalam kondisi apapun, kita harus mengasihi sesama,
dsb.
> Bahkan ia bisa mengetahui segala keadaan di kantor, rumah maupun diri
> pribadi yang sedang saya alami saat ini.
> Dia menyakinkan saya bahwa dengan iman yang saya yakini, pasti semua
> masalah yang saya hadapi saat ini dapat saya atasi. Kemudian dia
> mengajak saya dan Ibu Wina untuk doa bersama di Kentucky Fried Chicken

> di lantai atas. Dia tidak mau diberikan makanan ataupun minuman.
> Disana kami berdoa sambil (katanya) dia mengusir roh jahat yang ada
> dalam diri saya, terbukti dengan keluarnya asap dari tangan saya.
> Sejauh ini saya masih percaya bahwa beliau berniat baik pada saya
> (mungkin dengan seringnya dia menyebut nama Tuhan sebagai penyelamat
> umat manusia).
> Beliau juga mengatakan bahwa dalam waktu 10 hari orang tua saya yang
> sakit akan segera sembuh apabila saya memberikannya air mineral yang
> saya beli di Carrefour dan akan di-doa-kan olehnya. Dia juga sempat
> menanyakan kepada saya berapa banyak tabungan yang saya miliki di
> rekening bank. Entah kenapa, tanpa berpikir panjang saya mengatakan
> bahwa saya tidak punya tabungan di bank. Semula dia tidak percaya,
> tapi setelah saya jelaskan bahwa gaji yang saya peroleh untuk
> investasi yang lain, barulah dia stop menanyakan hal itu.
> Dia juga berkata bahwa dalam 10 hari ini saya harus hati-hati karena
> akan ada kecelakaan lalu lintas yang akan saya alami, oleh karena itu
> ia menawarkan bantuan untuk membersihakan hawa jahat dari mobil saya.
> Saya pun menurut. Dia mengatakan bahwa Tuhan lah yang akan menuntun
> beliau menuju mobil saya. Sementara si Ibu Wina yang mengaku tinggal
> di Pluit Utara terus saja mendampingi saya hingga ke mobil.
> Sesampainya di mobil, kami kembali doa bersama dan beliau meminta kami

> untuk menginggalkan harta duniawi sementara waktu dan memasukkan semua

> barang (2 buah handphone, jam tangan, kalung & liontin berlian beserta

> gelang) ke dalam amplop yang dia sediakan. Di saat yang tidak saya
> sadari, amplop itu telah ditukarnya dengan batu sehingga memiliki
> berat yang hampir sama.
> Sejauh ini saya tidak curiga yang aneh-aneh bahkan mungkin pada saat
> kesadaran saya sudah mulai kembali, saya masih sempat mempertahankan
> dompet saya yang tidak saya berikan kepadanya. Termasuk juga kunci
> mobil yang terselamatkan. Pada saat mereka pergi, saya mulai merasakan

> sesuatu yang tidak enak dan ternyata ketakutan yang mendadak saya
> rasakan itupun terjadi. Semua barang dan perhiasan saya lenyap bersama

> Bapak Yosep yang mengaku sebagai seorang Pendeta di daerah Jakarta
> Timur dan berasal dari Gereja Bethel (dia sangat jago sekali memainkan

> perannya sebagai seorang Pendeta tanpa cacat sedikitpun).
>
> Dari kejadian ini saya menyadari bahwa iman saya tidak cukup kuat,
> bahkan pada saat bersama beliaupun saya masih tetap memanjatkan doa,
> tapi tetap saja saya tertipu oleh mereka.
> Saya tidak menyalahkan Tuhan atas kejadian ini, karena saya yakin
> Tuhan pasti mempunyai rencana yang lebih baik bagi saya di balik semua

> kejadian ini.
> Biarlah suatu saat nanti, Tuhan yang akan menghukum mereka atas
> kejahatan yang telah mereka lakukan dengan membawa-bawa nama Tuhan
> yang seharusnya mereka hormati, bukannya dijadikan ajang untuk menipu
> orang yang percaya kepada Nya.
>
> Kejadian ini pun sudah saya laporkan pada pihak Carrefour Mega Mal,
> dan jawaban yang diberikan cukup mengesalkan karena terlihat sekali
> tidak adanya usaha dari mereka untuk menemukan wajah pelaku melalui
> rekaman CCTV mereka. Bahkan Kepala Security disana sempat mengatakan
> bahwa CCTV mereka sedang mengalami gangguan dan baru akan berfungsi
> normal kembali minggu depan. Apakah begini pelayanan yang diberikan
> oleh sebuah Megastore seperti Carrefour yang selalu dipadati oleh
> pelanggannya? Jangankan mengijinkan saya untuk melihat kembali rekaman

> ulangnya, menanyakan bagaimana kronologis peristiwanya pun tidak. Apa
> yang akan mereka cari di rekaman CCTV kalo lokasi, ciri-ciri dan modus

> pelaku tersebut tidak mereka tanyakan kepada saya? Jawaban mereka
> sangat enteng "kami akan menghubungi Ibu kembali apabila diperlukan".
> Loh... kok malah kesannya saya yang jadi tersangka sich?
> Padahal tujuan saya melaporkan hal ini bukalah saya berharap barang
> saya yang hilang akan kembali pada saya, tapi saya mengantisipasi agar

> jangan sampai orang lain tertimpa musibah yang sama.
> Kelihatannya modus dari para penjahat ini adalah mereka memanfaatkan
> seorang wanita yang berpergian sendiri ke dalam mall atau bahkan
> mencari orang yang dianggap sedang memiliki masalah dalam hidupnya
> (mungkin bisa terlihat oleh mereka dari wajah kita), apalagi kalau
> mereka memiliki kemampuan paranormal.
>
> Jadi, untuk semua teman-teman, harap lebih berhati-hati apabila harus
> berpergian sendirian ke tempat keramaian.
> Karena tidak menjamin para penjahat tidak berani beraksi di tempat
> yang ramai.
>
> Mohon berita tentang modus penipuan terbaru ini dapat di forward ke
> sebanyak mungkin rekan-rekan kalian untuk mengantisipasi jangan sampai

> ada rekan kita yang menjadi korban kejahatan mereka.
>
> Imelda Halim
>
>
>
> Eva Shinta Kembaren
>
> Processing Secretary
>
> Tetra Pak Indonesia
>
> Phone: +62 21 79178071
>
> Fax: +62 21 79178087
>
>
>
>
>




























**********************************************************************
The information in this e-mail is confidential and may be legally privileged. 
It is intended solely for the addressee. Access to this e-mail by anyone else 
is unauthorized. If you have received this communication in error, please 
address with the subject heading "Received in error," send to [EMAIL 
PROTECTED], then delete the e-mail and destroy any copies of it. If you are not 
the intended recipient, any disclosure, copying, distribution or any action 
taken or omitted to be taken in reliance on it, is prohibited and may be 
unlawful. Any opinions or advice contained in this e-mail are subject to the 
terms and conditions expressed in the governing Siddharta Siddharta & 
Widjaja/PT Siddharta Consulting client engagement letter. Opinions, conclusions 
and other information in this e-mail and any attachments that do not relate to 
the official business of the firm are neither given nor endorsed by it.

Siddharta Siddharta & Widjaja/PT Siddharta Consulting cannot guarantee that 
e-mail communications are secure or error-free, as information could be 
intercepted, corrupted, amended, lost, destroyed, arrive late or incomplete, or 
contain viruses.

Siddharta Siddharta & Widjaja - Registered Public Accountants, registered in 
Indonesia, is a member firm of KPMG International. PT Siddharta Consulting, a 
limited liability company registered in Indonesia, is a member firm of KPMG 
International. KPMG International is a Swiss cooperative that serves as a 
coordinating entity for a network of independent firms operating under KPMG 
name. KPMG International provides no services to clients. Each member firm of 
KPMG International is a legally distinct and separate entity and each describes 
itself as such.

This footnote also confirms that this e-mail message has been swept by 
MIMEsweeper for the presence of computer viruses. See www.mimesweeper.com for 
more information.
**********************************************************************


--- End Message ---

--- End Message ---

Kirim email ke