..
Filsuf Plato menjadi dasar suatu hubungan cinta yang sulit
dimengerti melalui cerita bersudut manapun juga. Dari dirinya
terbentuklah sebuah citra cinta yang melampaui realitas romantis.
Namanya kemudian dinisbatkan sebagai cinta platonik. Cinta jenis ini
tak menciptakan dosa syahwat. Sebab tak ada kedekatan secara fisik
sama sekali. Cinta ini seperti cinta seorang pendaki pada gunung. Ia
tak perlu memiliki apapun yang berada di gunung sebagai tanda serah
terima cinta. Betapapun indahnya pegunungan saat kabut turun
perlahan. Namun tak pernah bisa segenggam kabut puncak gunung, di
bawa serta turun menuju kaki gunung.
Cinta tak bersyarat masih merupakan `mission imposible' untuk di
hubungkan pada cinta untuk satu perempuan. Cinta seperti itu hanya
Ostaf temukan pada cinta alam. Cinta tak bersyarat memiliki fundamen
etika seperti yang tertulis pada manuskrip pendek ini:
"Andai cinta ditujukan kepada Tuhan Pencipta alam
Maka itulah kualitas Pencinta Alam
Jika cinta ditujukan pada Alam ciptaan-Nya
Pasti itulah kuantitas Pencinta Alam
Cinta kami untuk Tuhan dan Alam
Bukan dalam andai
Dan tidak pada jika"
............
(dikutip dari buku MANUSKRIPSA OSTAFOLOGI MATI KIRI,
Oleh: Ostaf Al Mustafa)
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Soe_Hok_Gie/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/