PENCINTA ALAMULOGI PASCA PENCINTA ALAMULOGIE (1)*
Oleh: A. Indra Wahyudi dan Ostaf Al Mustafa**
Pengertian fundamental Pencinta AlamuloGie (1964-2005)
+ Era idealisme Demonstran Gie
"Pencinta AlamuloGie" berarti suatu era 'Pencinta Alam' yang berada
dalam era pengkhidmatan terhadap Soe Hok Gie. Era 1964-1969 merupakan
suatu model Pencinta Alam yang masih berkait dengan ketokohan Gie
sebagai aktivis mahasiswa dan demonstran. Model ini waktu itu masih
dilakoni secara tunggal oleh Mapala UI, yang juga didirikan oleh Soe
Hok Gie. Kematian Soe Hok Gie, di Semeru tidaklah serta merta
menjadikan idealismenya sebagai Pencinta Alam, demonstran, aktivis,
pemikir idealis dan penulis kritis, menjadi mati pula. Apa yang telah
dirintisnya masih terus hidup dan menjadi suatu rangkaian
romantisisme kehidupan bagi puluhan juta anak-anak muda atau jutaan
lainnya yang mungkin sudah beranjak tua di 2005.
Di era tersebut ada 'pertarungan senyap' antara Pencinta Alam Versi
Gie yang murni kultur kebebasan sipil dan militer dengan doktrin
militerisme-patriotik. Militer memasuki wilayah ini dengan ikut
serta mensponsori pendirian Wanadri-Bandung. Masuknya militer
merupakan suatu upaya penggalangan anak-anak muda agar tak bisa
terperosok dalam radikalisme idealistik ala Gie. Selanjutnya beberapa
mahasiswa Fakultas Teknik-Universitas Indonesia (FT-UI), kemudian
ikut menjadi anggota `Diklat Kehormatan'di Wanadri. Mereka lalu
mendirikan Kamuka-Parawata sebagai 'lawan tanding' untuk Mapala UI.
Secara langsung atau tidak langsung, militer telah menyusupkan
pengaruh rivalitas militerisme terhadap Kamuka-Parawata `melawan'
Mapala UI.
Persaingan antara Mapala tingkat fakultas dan tingkat universitas
ini, seterusnya menjadi pertarungan internal antara yang
dianggap 'semi-militerisme' (Kamuka Parawata FT-UI) versus 'total
kultur sipil' (Mapala UI). Semi-militerisme Kamuka Parawata kemudian
berlanjut dalam petualangan-petualangan di Pulau Irian dan
Kalimantan, yang bekerja-sama dengan militer. Tim Gabungan mahasiswa
dan militer ini, merupakan kompetitor yang cukup tangguh dalam
menghadapi kehebatan petualangan Mapala UI. Tim gabungan ini pula
yang juga ditonjolkan pihak Kamuka-Parawata dalam buku "Dari Puncak,
Lembah dan Desa" (1994) Penonjolan ekspresif aktivitas bersama aparat
militer, menjadi suatu bukti betapa pihak militer memang teramat
serius untuk bersaing keras dengan gagasan idealisme radikal sipil
ala Gie.
Kemampuan puncak aktualisasi diri Gie terpatri dalam penciptaan atau
penemuan dua kata yang terdiri dari 'Pencinta' dan 'Alam. Inilah yang
kemudian menjadi suatu kombinasi dwi tunggal kosa kata.
Kini 'Pencinta Alam', sudah menjadi kosa kata baku yang juga sudah
menjadi suatu 'entry' untuk Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Istilah "Pencinta Alam" yang disusunnya, bisa jadi merupakan penemuan
kosa kata yang terbesar, terpopuler dan paling terkagumi selama 40
tahun (1964-2005) terakhir ini. Penemuan sebuah kosa kata itu, hingga
kini belum bisa tersaingi oleh para pakar bahasa sekalipun. Sampai
sekarang belum pernah ada pakar Bahasa Indonesia, yang pernah
menciptakan sebuah kosa kata yang gaungnya melebihi daripada apa yang
diciptakan Gie. Kosa kata itu kini masih menjadi suatu 'lifestyle'
bagi anak muda yang sering melakukan aktivis 'luar ruang' seperti
mendaki gunung, jelajah rimba, susur gua, panjat tebing, arung sungai
laut dan sebagainya.
+Era Pasca Meninggalnya Gie
Era 1969-1974, merupakan era antara masa kematian Gie dan masa muncul
munculnya 'Kode Etik Pencinta Alam' (KEPAI). Era ini menandai
munculnya tatanan baru dalam dunia kepencinta-alaman, dengan
diisahkannya KEPAI di Gladian IV Ujungpandang, 24 Januari 1974.
Ketika Kode Etik ini diciptakan, di barat juga sudah mengenal
suatu 'Etika Lingkungan Hidup Universal' yang disepakati pada 1972.
Perbedaan rentang waktu yang demikian dekat (hanya dua tahun,Pen)
antara masa pengesahan dan pengakuan kedua jenis kode etik tersebut.
Menandakan adanya suatu babak monumental dalam aktivitas kepencinta
alaman Indonesia dan perhatian pada lingkungan hidup di negara-negara
industri. Lima tahun setelah kematian Gie, telah memunculkan suatu
kesadaran Indonesiawi untuk menjadikan Pencinta Alam sebagai
aktivitas yang teo-filosofis, beretika, cerdas, manusiawi/humanis,
pro-ekologis, patriotisme dan anti-rasial.
Era tersebut, tidak lagi menciptakan seorangpun aktivis mahasiswa
idealis di Mapala UI. Pesona militerisme di Kapa FT-UI dan juga
kekuatan besar dominasi dan hegemoni militer Orde baru. Merupakan
alasan rasional mengapa tak ada lagi aktivis di Mapala UI. Mapala UI
tak lagi membuat ketertarikan pada anggotanya untuk menjadi aktivis
dan demonstran. Sumber daya anggota dioptimalkan pada aktivitas 'cari
aman' yakni dengan melakukan petualangan dan penjelajahan besar-
besaran. Di era tersebut, puncak Cartenz telah berhasil ditapaki pada
1972. Bahkan salah satu puncak gunung di Irian tersebut, diberi nama
sesuai dengan nama Rektor UI. Puncak "Soemantri Brojonegoro'
disematkan kepada Prof. DR. Soemantri Brojonegoro yang mensponsori
dan mendukung pendakian gunung Mapala UI Ke Irian. Beliau termasuk
seorang intelektual akademikus yang tidak simpatik pada militerisme
Orba. Militerisme yang telah menggerogoti UI melalui Kamuka-Parawata
FT-UI dan susupan lainnya dalam organisasi intra maupun ekstra kampus.
Era tanpa aktivis kampus ala Gie, merupakan era penjelajahan terbesar
UI untuk taraf nasional. Di era ini terdapat Herman O. Lantang. Ia
merupakan sobat karib Gie dan yang menyaksikan detik terakhir
kehidupan Gie dipangkuannya. Dia dapat dianggap sebagai pencetus era
baru tersebut. Era para petualang ini kemudian makin berkibar dengan
masuknya Norman Edwin di Mapala UI pada 1977. Norman yang memang
memiliki latar belakang Pencinta Alam semasa di SMA, boleh dikata
memasuki habitat baru yang lebih luas daripada saat ia masih SMA.
Dalam gemblengan Herman O. Lantang, Norman dapat menjadi seorang PA
yang serba bisa dalam berbagai ragam aktivitas kepencinta-alaman.
Bersama dr. Ko, Norman menjadi perintis penelusuran gua. Jadi Mapala
UI dapatlah disebut pula sebagai pencetus pertama adanya aktivitas
dalam 'liang gelap' ini.
+Dominasi Militerisme dan Hegemoni Negara Dalam Kampus
Bagi para aktivis, apa yang dilakukan Gie menjadi patron besar untuk
melakukan
aplikasi idealisme. Di sejumlah kampus muncul pula pembentukan
organisasi/lembaga Pencinta Alam, yang digagas oleh aktivis dari
masing-masing kampus tersebut. Meskipun para aktivis itu, tak
semuanya pernah membaca tulisan gagasan idealisme Gie. Namun 'budaya
oral intelektualitas' yang dibangun dalam diskusi dan kajian,
merupakan ajang penyebaran gagasan atau pencitraan sosok Gie. Hampir
semua aktivitas yang diarahkan ke pendakian gunung atau perjalanan
bebas, biasanya dikelompokan pada penamaan sebagai 'Pencinta Alam'.
Sedangkan bila aktivitas petulangan tersebut tidak disebut
sebagai "Pencinta Alam' oleh para pendirinya. Maka organisasi/lembaga
ekstra kurikuler itu, akhirnya tidak populer di kalangan mahasiswa.
Jadi kelompok/organisasi/unit kegiatan alam bebas yang tak mau
disebut 'pencinta alam', pasti akan bubar di dalam kampus.
'Gie' dan 'Pencinta Alam' merupakan dua ikon dan simbol bagi suatu
kebebasan dan kemerdekaan berpikir atau cara bebas menyampaikan
pendapat. Kedua simbol tersebut diperlukan bagi aktivis mahasiswa,
demi bisa keluar sejenak dari kesumpekan dominasi militer dan
hegemoni kampus. Dominasi dan hegemoni mewabah secara endemik di
seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta. Mahasiswa banyak yang
mengakrabi pula berbagai pemikiran 'kekiri-kirian'. Suatu pemikiran
yang memang memberi insipirasi utama bagi cara berpikir yang bebas
dan radikal. Meskipun Gie bukan sejenis tokoh penyebar aliran kekiri-
kirian di Indonesia. Tapi aktivitasnya selama menjadi mahasiswa dan
perintis Mapala UI, pasti seluruhnya kekiri-kirian. Gie memang tak
mematok ideologi pribadinya pada aliran atau tokoh yang bisa
diklassifikasikan sebagai ideologi kiri (left-ideology), Kiri Baru
(New Left) dan 'kekiri-kirian' (Lefties) lainnya. Ia berkarakter
sebagai seorang pemikir muda yang bebas dan `berpikir tanpa syarat'.
Pemikirannya tak bersangkut erat dengan ideologi atau isme apapun
juga.
Gie merupakan sosok mahasiswa yang berhasil bebas dari cengkeraman
kuku beracun Orde Lama (Orde Lama). Orla merupakan periode kekuasaan
yang korup dan manipulatif. Penentangannya pada Orla, kemudian
disebut periode aktifis 66. Ia memang akhirnya menjadi salah seorang
yang ikut menjadi tokoh yang membentuk Orde Baru. Untuk hal kedua
ini, merupakan hal yang sangat disesalinya secara mendalam. Bahkan
penyesalan itu melampaui tingginya Semeru . Mahasiswa yang ikut
bersamanya berdemonstrasi dalam menentang Orla. Malah menjadi
penindas dan koruptor baru yang lebih ganas dari zaman Orla. Bekas
kawan-kawannya lalu dijadikan sebagai musuh baru secara pribadi dan
ideologis. Mereka kemudian menjadi obyek alternatif perlawanan Gie.
Perlawanan idealistik ini nyaris tanpa jeda dan istrahat sedikitpun
juga. Itu semua dilakukannya, hingga akhirnya ia harus beristrahat
panjang selamanya.
Ketika itu ia menghirup hawa gas beracun di gunung Semeru pada 16
Desember 1969. "Ia berkumpul abadi bersama kawan sejatinya yakni
alam bebas dan suasana gunung". Demikian ujar Herman O. Lantang,
sobat karibnya di Mapala UI. Kematiannya terjadi sehari menjelang
ulang tahun ke 27. Ia memang mati muda secara fisik. Tapi ia tetap
menjadi ikon bagi 'hidup kiri' dan bukan sebagai simbol 'mati kiri'.
Ia mati tapi berhasil menghidupkan pemikiran kekiri-kirian mahasiswa
di berbagai era hingga di 2005 ini. Kematiannya tidaklah berarti
bahwa seorang aktivis harus pula 'mati kiri'. Ia hanya beristrahat
dalam kiri damai (An activist never died in left. He just rest in
left peace).
Bersambung ke bagian 2/3/4/5/dst
*Tulisan ini merupakan serial kontraktif-pemikiran terhadap `rekayasa
pengacauan karakter' Gie dalam simbol dunia kapitalisme pop oleh
harian Kompas, Star Mild " Gie Goes to Campus" untuk promosi
film `Gie' dan juga kontra analisis isi terhadap film `Gie'.
**A. Indra Wahyudi merupakan Instruktur bersertifikat Internasional
di bidang Speleologi (ilmu tentang gua) dan aktif di Korpala Unhas.
** Ostaf Al Mustafa seorang peminat Pencinta Alamulogi (ilmu tentang
Pecinta Alam) dan Pencinta AlamuloGie (Pencinta Alam dalam Logika Soe
Hok Gie). Ia aktif di Korpala Unhas.
(sorry nih posting tulisannya bang ostaf mulu soalnya menurut gw
tulisannya keren untuk dijadikan masukan alias referensi)
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Soe_Hok_Gie/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/