Film "ARISAN" adalah analogi perputaran pemeran dalam film-film
Indonesia sekarang. Para pemainnya masih yang itu-itu juga, berkumpul
lagi di lain judul. Pergeseran pemeran utama dan pembantu tak ubahnya
pergiliran tuan rumah dan tamu, sekali waktu si anu yang terpilih
menjadi pemeran utama dan yang lainnya menjadi bintang tamu, di lain
waktu mereka berganti posisi. Muka-muka lama mendominasi porsi peran,
membuat penonton merasa bosan. Seringnya kemunculan pemain-pemain yang
sama membuat cerita film kurang terasa nyata, gagal membawa penonton
mengenal karakter-karakter baru secara utuh, karena biasanya imej
peran di film sebelumnya masih melekat pada pemerannya. Memang ada
beberapa pemain yang bisa memerankan berbagai karakter, tapi
kebanyakan improvisasi aktingnya monoton, spesialis karakter tertentu.

Apakah dunia per-film-an Indonesia memang benar-benar mengalami krisis
bibit pemain?
Ataukah itu hanya cara para pembuat film mencari aman dengan jaminan
memasang tampang yang bisa dijual mahal?

Kalau seperti itu terus, pembuatan film akan dianggap sebagai
rutinitas kelas atas belaka, permainan uang untuk mengisi waktu luang.
Sisi industrialisasi akan semakin dominan, mengesampingkan esensi
sisi-sisi lainnya….



-Sam Haidy-






 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Soe_Hok_Gie/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Soe_Hok_Gie/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke