Ini gw mau share apa yg gw dapet dari DR. Iwan Gardono, dosen sosiologi politik UI.
Memang ada kedekatan antara Islam & Komunis, tapi kedekatan itu bukan karena kesamaan paham atau ideologi, melainkan karena inferioritas dan kesamaan nasib atau tujuan. Di tengah pertentangan atau perbedaan antar Timur-Islam & Barat-Kristen yg walaupun tidak secara langsung mengetengahkan perbedaan agama, namun pegangan terhadap agamanya telah mempengaruhi budaya, sistem negara, paham, dsb yg notabene kl kita cermati pasti terdapat perbedaannya bahkan seringkali terjadi pertentangan atau konflik. Pertentangan atau konflik tsb seringkali dibungkus atau dipicu oleh isu lain seperti budaya, minyak, senjata, demokrasi, HAM, dsb. Dan kita semua tahu, sementara ini siapa yg menjadi superioritas di antara perbedaan atau pertentangan tsb. Siapa yg disebut negara adidaya, pemilik modal/ekonomi, penguasa teknologi, pemegang kekuatan militer, dsb di persaingan dunia. Amerika, Uni Eropa, & Australia yg disebut Barat-Kristen. Perbedaan & pertentangan tsb dapat kita lihat dgn mudah di daerah timur tengah, tapi di Indonesia & Malaysia jg bisa kita lihat. Sebagai inferior, ketika harus tetap bertahan namun tidak bisa berharap banyak dari Barat, maka banyak negara kemudian menjalin hubungan dengan rusia, khususnya dalam hal militer-senjata dan iptek. Tapi kl mau bantuan dana pun jg bisa kok, buktinya Indonesia saat ini dikasih utang sama Rusia utk bantuan pengadaan senjata militer atau yg media massa sebut "Alutsista" (alat utama sistem pertahanan) dan bantuan investasi PLTN (Nuklir). Rusia, walaupun komunis sudah runtuh, tapi sistemik komunis dari si Lenin belom hilang loh.. sama seperti golkar & korupsi di indonesia. Atau kalau tidak Rusia, banyak negara inferior berhubungan baik dgn Cina yg laju pertumbuhan ekonominya sedang ganas. Cina partainya masih tunggal, komunis. Negara-negara Komunis juga berusaha melawan dominasi Barat-Kristen, terutama karena perbedaan pandangan Komunisme & Liberalisme. Dimana pasca perang dingin & Glastnost-Perestroika bisa dibilang secara tidak langsung dominasi tersebut dimenangkan oleh Barat-Kristen dgn liberalismenya. Senasib sepenanggunggan sebagai korban dari Barat-Kristen. Akibat dari hubungan tersebut tidak membuat negara Islam menjadi berubah komunis karena terdapat perbedaan mendasar antara negara Islam dan komunis. Negara Islam memandang bahwa Islam adalah the way of life termasuk dalam negara, sedangkan Komunis itu sekuler yg memisahkan agama dari kehidupan bernegara. Tapi komunis & sekuleritas bukan berarti anti agama, hanya saja negaranya yg tidak beragama. Agama menjadi milik masing2 individu untuk dianut dgn damai. Komunis & sekuler itu anti agama dalam kehidupan bernegara, bukan dalam kehidupan masing2 individu. Makanya kl ada pandangan agama dalam kehidupan kenegaraan pasti mereka tidak bisa terima. Begitulah kira2 hubungan Islam & Komunis. Kata kuncinya inferioritas. Kl melihat inferioritas jgn lupakan jg negara2 lain di luar Komunis, Barat-Kristen, & Timur-Islam yg jg inferior namun tidak termasuk dalam golongan2 tsb seperti Afrika, Asia Selatan, & Amerika Selatan. Itu negara sama nasib tapi beda lagi kasusnya dgn Timur-Islam & Komunis dalam pertentangannya dgn Barat-Kristen. -bomboh- --- Sarjono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > interesting ya tulisannya... > > doktrin.. > > mungkin itu... > soal islam dan PKI di Indonesia.. > ada yg pernah denger HOS Cokroaminoto, seorang ulama > besar pada jamannya > salah satu pilar berdirinya SI (Sarekat Islam) di > semarang. > sapa sangka kalo dia ini jg salah seorang penganut > komunisme yang kental. > lalu, > > HM Misbach > (lulusan pesantren, muhammadiyah (1910-an), TKNM > (Tentara Kanjeng Nabi > Muhammad), > SATV (Sidik Amanat Tableg Vatonah), pendiri surat > kabar Islam-Bergerak, > Propagandis > PKI/SI Merah, Pendiri PKI afdeeling Surakarta) > Semaoen dan Darsono yang juga mantan anggota SI > > menurut seorang mantan PKI yang juga muslim, ajaran > Komunis ini justru > mempraktekkan > dari apa yang tertulis di Al-Quran Al-Humazah ayat > 1-3. Di ayat ini > dijelaskan bahwa > islam mengutuk orang yang menumpuk harta, ini > tercermin juga dalam salah > satu ideologi > komunis yang tidak suka terhadap hal yang sama > (kapitalisme) > > di buku "dari Gontor ke Pulau Buru (2002)", H. > Achmad Moestahal, > menulis bahwa ternyata ajaran Marxisme (root dari > Komunisme) > mempraktikkan ajaran-ajaran isla, yakni musawamah > (persamaan), > 'adalah (keadilan) dan pemihaan kepada kaum > mustadh'afin dan > mazhlumin (kaum miskin, tertindas dan lapar). > > Jadi adalah sangat keliru jika kemudian ada sebagian > orang yang > menganggap bahwa Sosialisme-Marxisme-Komunisme > adalah mulhid kafir > (ateis). > > > On 22/11/06, eskubikgirl <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > kemaren ... > > . > > > > > > -- > "Kula niku tiyang bodho, ndak ngko diarani ngaku > pinter, ngko malah diarani > tukang ngedobos, ya to!" > -mbah marijan- > ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com
