Salam,

Sebagai seorang yang beragama dan percaya kepada Tuhan YME. Kita tidak bisa 
menyalahkan perang atau konsumsi obat2an dan rokok menjadi penyebab 
berkurangnya jumlah laki-laki. Karena urusan rejeki, lahir, mati, dan jodoh 
adalah kuasa Tuhan. Termasuk urusan gender adalah kuasa Tuhan. Banyak juga 
dokter kandungan yang salah memprediksi jenis kelamin seorang bayi walaupun 
dengan peralatan dan teknologi yang sangat canggih. Jadi kesimpulannya, 
penentuan gender adalah kuasa Tuhan yang tidak bisa dicampuri oleh manusia. 
Sehingga kita tidak bisa menyalahkan perang atau kejadian lainnya bisa 
menyebabkan berkurangnya jumlah suatu gender. Misalnya kaum pria banyak gugur 
di medan perang atau meninggal karena mengkonsumsi obat2an tetapi Tuhan 
berkehendak untuk memutuskan banyak bayi pria yg dilahirkan maka tidak bisa 
dijadikan alasan bukan...?
Sebelumnya saya mohon maaf apabila ada kesalahan  kata yang tidak berkenan di 
hati. Saya adalah manusia biasa tempatnya khilaf dan dosa.

Salam,

.: Diaz :.
Sam Haidy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Argumen 
paling lugu dari mereka yang pro poligami adalah: "POPULASI
 WANITA JAUH LEBIH BANYAK DARIPADA PRIA". Mereka pikir wanita memang
 sengaja diciptakan Tuhan demikian. Mereka tidak memperhitungkan proses
 reduksi populasi pasca kelahiran, terutama perang. Dalam perang, dari
 zaman ke zaman, kaum Adam selalu menjadi korban dominan, berada di
 garis depan. Masuk akal kalau populasinya kemudian berkurang drastis.
 
 Reduktor lainnya, kebiasaan buruk yang beresiko dapat mempercepat
 kematian (mengkonsumsi nikotin, alkohol dan sebagainya), mayoritas
 dilakukan kaum pria, jauh dibanding kaum wanita.
 
 -Sam Haidy-
 
 
     
                       

 
---------------------------------
Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.

Kirim email ke