--- In [email protected], "Zainal M Afandi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Sam Haidy <mistcovered_man@> wrote: > > Nabi terpaksa berbohong > bahwa agama diturunkan oleh Tuhan dan kitab > > suci adalah wahyu Tuhan. Niat Nabi baik, untuk menyelamatkan umatnya > > yang skeptis-anarkis dari kehancuran. Tapi Nabi terpaksa berbohong, > > karena hanya itu satu-satunya cara untuk membuat umatnya mau menuruti > > kata-katanya. Umat Jahiliyyah terkenal bebal, tak akan mau menuruti > > kata-kata Nabi kalau tidak diatasnamakan Tuhan. > > > > -Sam Haidy- > > > > zaInaL wrote: > > > Nampaknya rekan Sam mengalami krisis keimanan sehingga seorang nabi > denagn kitab sucinya dianggap berbohong dan sekedar mengkalim dirinya > sebagai perwakilan Tuhan di bumi > > Setiap Nabi adalah orang terpilih di jamannya yang langsung dipilih > secara langsung oleh sang pengutus. Kesamaan yang dimiliki oleh para > Nabi adalah kredibilitasnya yang tidak perlu diragukan lagi. Predikat > Al-Amin yang disandang oleh Muhammad adlah bukti konkret dimana predikat > itu di berikan oleh orang yang bukan dalam komunitasnya. Jadi sulit > untuk diterima dengan akal sehat kalau rekan Sam bilang bahwa Nabi > terpaksa berbohong dengan mengatasnamakan Tuhan agar orang-orang > percaya. > > Keraguan yang ada di diri rekan Sam tidak jauh berbeda dengan keraguan > Abu Lahab dan orang-orang kafir quraisy yang menganggap Muhammad > sebagai pembual semata. Padahal Muhammad tidak menyampaikan apa yang > tidak disampaikan Tuhan kepadanya. > > > Muhammad dan para Nabi lainnya tidak perlu berbohong hanya sekedar > mencari pengikut karena sebagai messenger tugas utamanya hanya > menyampaukan pesan-pesan Tuhan kepada Manusia. Alibi rekan Sam lebih > cocok ditunjukkan kepada para politikus yang biasa mengemas omongan > mereka sekedar untuk mendapatkan kursi dari konstituen-nya. Tapi kalau > Nabi, seperti juga Gie akan bilang "lebih baik terasing daripada > menyerah pada kemunafikan" > > Salam, > > zaInaL > > ---------------------------------
Nebi terpaksa berbohong demi keselamatan umatnya yang bengal dan bebal dari kehancuran, seperti halnya orang tua yang berbohong demi kebaikan anaknya yang nakal dan bengal, misalnya melarangnya bermain di tempat yang berbahaya dengan mengatakan bahwa di sana ada setannya dsb. White lie, kebohongan dengan maksud baik. Seiring bertambah dewasanya pemikiran, si anak pun akan mengerti dengan sendirinya maksud di balik sugesti dari orang tuanya itu. Meski si anak tidak lagi mempercayainya, dia tetap menghargainya, karena itu dilakukan orang tuanya demi kebaikannya. Salam, Sam Haidy
